
Sena memperhatikan wajah Dave yang tengah menggendongnya itu menuju kamar. Beruntung lah mereka saat ini tengah pindah kamar, kalau tidak Sena tidak yakin kalau Dave mampu menggendongnya sambil menaiki anak tangga
Tujuan Dave memutuskan untuk berpindah kamar karena ia tidak tega dengan dirinya yang harus naik turun tangga dengan keadaan perut besar, dan Dave juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dave meletakkan tubuh Sena dengan hati-hati diatas kasur, setelah Sena berbaring diatas kasur Dave duduk di pinggiran kasur disamping Sena. Tangan Dave mengelus perut besar Sena dan menatap perut buncit itu
"Jangan pernah menghilang seperti ini lagi, kamu tidak tahu betapa khawatir nya aku terhadap kamu. Dan kamu juga harus pikirkan dia," ucap Dave tanpa melihat wajah Sena, ia lebih memilih menatap perut buncit Sena ketimbang wajah istrinya
"Iya, aku enggak bakal ulangin lagi." jawab Sena pelan dan nyaris tidak terdengar oleh Dave
"Aku ambilin kamu makan ya, kamu pasti belum makan." ucap Dave dan beranjak dari duduknya, namun saat ia akan melangkah tangannya lebih dulu. Dave pun menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat Sena
"Aku sudah makan tadi,"
"Di rumah pria itu?" tanya Dave, Sena mengangguk takut apalagi melihat wajah tidak bersahabat Dave yang begitu mengerikan di mata Sena. Dave tersenyum miris, istrinya makan dirumah pria lain. Dimana pria itu adalah ancaman bagi Dave
"Kamu terlihat begitu nyaman dengan orang itu sayang, apakah kamu senang berada didekat dia?" Sena menggelengkan kepalanya lemah, Dave saat ini tengah dilanda kecemburuan, dan Dave tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan kepada Dave kalau itu semua tidak benar.
"Tidak apa jika tidak ingin menjawab, tidurlah ini sudah malam." Dave melepaskan tangan Sena yang tengah menggenggam nya, ia memegang kedua bahu Sena dan memaksa istrinya itu untuk tidur
"Kamu tidak tidur?" tanya Sena kepada Dave yang hanya menatap dirinya tanpa berminat untuk ikut tidur
"Aku akan tidur setelah kamu tidur sayang, kamu tidur ya maafkan aku yang tadi."
Cup.
__ADS_1
Dave memberikan kecupan singkat pada kening Sena, tidak lupa ia juga memberikan kecupan pada bibir ranum serta perut buncit Sena. Dave mengangkat kepalanya kembali dan menatap wajah Sena
"Aku cinta banget sama kamu, maaf kalau cinta aku berlebihan dan itu sampai menyakiti kamu." Dave menenggelamkan kepalanya diatas dada Sena. Sena tersenyum melihat Dave yang sudah seperti anak kecil tengah dimarahi oleh Ibunya. Sena mengusap rambut Dave, ia berusaha memejamkan matanya dan membiarkan Dave untuk tidur dan menjadikan bagian depannya sebagai bantalan, ia senang saat Dave masih bisa mengontrol amarahnya.
Namun jauh dari perkiraan Sena, Dave hanya sedang mengelabuhi istrinya agar tidur nyenyak tanpa memikirkan apapun. Setelah merasakan deru nafas teratur Sena, Dave mengangkat kepalanya dan menahan tubuhnya agar tak menindih sang istri
"Kamu mungkin menganggap dia tulus kepadamu sebagai sahabat, tapi aku melihat masih ada cinta di matanya saat dia menatap kamu." gumam Dave memandang wajah terlelap sang istri sembari menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik sang istri. Ia merendahkan dirinya dan mengecup pipi istrinya singkat.
Dave mengambil dompet Sena dan mencari ponsel milik sang istri. Dave segera beranjak dari sana setelah menemukan apa yang ia cari.
****
Riko telah sampai dirumah nya, ia meletakkan kunci mobil serta ponselnya diatas meja nakas yang berada disamping tempat tidurnya. Riko menggerakkan rahangnya ketika merasakan sakit pada ujung bibir sebelah kanan, ia mengambil cermin kecil yang berada didalam laci meja nakas
Riko menghela nafasnya pelan kala melihat ujung bibirnya sudah membiru, sudah Riko duga Dave tidak akan mengkin membiarkannya pulang tanpa ada bekas luka pada bagian tubuhnya, dan lihat saja kini pipi serta ujung bibirnya sudah membiru akibat bogeman yang Dave berikan. Jika saja Sena tidak keluar menghentikannya mungkin akan lebih banyak warna biru yang menghiasi pipi serta bagian tubuh lainnya.
Suara dering ponsel mengalihkan retina Riko yang sedang melihat kaca, ia melihat ke layar ponselnya untuk mengetahui siapa seseorang yang menghubunginya disaat jam segini.
"Sena," batin Riko, ia merasa cukup aneh karena Sena lah yang menghubunginya. Padahal dirinya baru saja kembali dari mengantar wanita hamil tersebut. Tidak ingin tambah penasaran Riko pun meraih ponselnya dan menggeserkan tombol hijau sebelum menempelkan benda pipih itu ditelinga
"Hallo," sapa Riko dengan sangat lembut dan pelan
"Ohh.. Jadi begini cara kamu menarik perhatian istriku ya? Dengan suara menjijikkan seperti ini kamu menggoda istri orang." Riko mengernyitkan dahinya dan melihat layar ponselnya sekali lagi saat mendengar suara laki-laki bukan suara Sena
"Apa ini anda Mr. Alexander?" tanya Riko
__ADS_1
"Ya ini aku, kenapa? Kamu kecewa karena ternyata bukan istriku lah yang menghubungi mu tetapi aku." ucap Dave sarkas dari sebrang. Setiap orang pasti akan tahu kalau Dave tidak menyukai Riko, dapat didengar dari suara Dave yang begitu tak bersahabat ketika berbicara dengan Riko
"Sepertinya anda salah paham Mr. Alexander, saya tidak kecewa untuk itu. Lagi pula saya sudah lama bersahabat dengan Sena dibanding anda yang kini sudah menjadi suaminya, tidak pernah ada pikiran dalam benak saya untuk menggoda Sena baik itu dulu maupun sekarang." ucap Riko yang dimana itu bisa membuat amarah Dave samkin terpicu, dengan Riko mengatakan kalau dirinya lebih duluengenal Sena dibanding Dave yang kini sudah menjadi suami Sena
"Aku tidak perduli mau seberapa lama kamu mengenal istriku, tapi aku tidak suka kamu dengan terang-terangan mencari kesempatan untuk bisa dekat dengan istriku. Bukankah kamu seorang pengusaha muda, dimana kamu adalah pewaris tunggal pemilik perusahaan keluarga mu itu, jadi carilah wanita-wanita cantik di luaran sana yang mengejar mu. Jangan istri orang." Riko mengepalkan tangannya erat, bisa dibilang kalau ia sangat tidak terima dengan kata-kata Dave yang terlalu mengejek menurutnya
"Sudah saya bilang berulang kali Mr. Alexander, anda salah paham. Kenapa anda malah terus-terusan mengatakan sesuatu yang tidak mengenakan!" ujar Riko yang juga mulai kesal dengan Dave
"Oh benarkah kata-kata ku tidak mengenakan untukmu? Kalau begitu jauhi istriku, jika tidak kamu akan tahu akibatnya." ucap Dave dari seorang dengan penuh keseriusan
"Apa ini sebuah ancaman bagi saya? Kalau ya, maaf saya tidak takut, saya tidak melakukan sesuatu yang anda tuduhkan kepada saya jadi kenapa saya harus menjauhi sahabat saya?"
"Kamu menantang aku?" tanya Dave dengan geram
"Terserah anda mau menganggapnya apa, tapi saya tidak merasa melakukan kesalahan. Kalau begitu saya tutup dulu Mr. Alexander, selamat malam!"
Tutt.
_
_
_
_
__ADS_1
Bersambung...