Possesif CEO

Possesif CEO
Malam panjang(21+)


__ADS_3

Setelah puas menangis Dave mengajak Sena untuk masuk, berhubung dunia juga sudah semakin gelap, Dave meminta Sena untuk memasak kan nya masakan padang


Dan kini Dave sedang menunggu masakan Sena di meja makan dan memperhatikan istri nya yang sedang sibuk, Dave tidak diperbolehkan oleh Sena untuk membantu


"Maaf ya sayang, aku cuman bisa masak ini." Sena membawa semangkuk rendang panas ditangan nya dan sambal balado


"Nggak papa kok. Ini saja aku sudah senang."


"Kamu makan juga ya temenin aku!" Sena mengangguk dan duduk disebelah kiri Dave


Sena mengambilkan Dave nasi dan memasukkan kedalam piring, tidak lupa ia juga memasukkan rendang beserta sambal balado


Sena meletakkan piring yang sudah berisi nasi dan lauk pauk itu kehadapan Dave, saat tangan nya akan membubuhi kepiring nya dengan cepat Dave menghentikan


"Makan satu piring berdua saja sayang, aku ingin makan berdua dengan mu dipiring satu," Sena tersenyum sebentar lalu mengangguk


Sena pun mulai menyuapi Dave terlebih dulu, setelah itu baru dirinya, tapi saat akan memasukkan suapan pertama kedalam mulut, Dave lebih duli menahan nya


"Biarkan aku sayang." Dave mengambil alih sendok dari tangan Sena, dan mulai menyuapi istri nya. Sena menerima suapan dengan menatap wajah Dave


"Bukan kah ini romantis sayang?" goda Dave, Sedangkan Sena hanya tersenyum kecil


Dave dan Sena melanjutkan makan malam mereka dengan saling pandang dan godaan dari Dave


"Ternyata makan seperti ini itu menyenangkan ya sayang!" ucap Dave dan membantu istri nya membereskan meja makan itu kembali


Sena tersenyum melihat Dave membantu nya mencuci piring dan membersihkan meja yang kotor terkena bumbu rendang


"Sudah selesai semua?" tanya Dave saat istri nya sudah berada dimeja makan itu lagi


"Ayo kita kekamar. Aku begitu lelah hari ini bang... Aaaa!" Sena memekik kala Dave mengangkat tubuh nya


"Sayang turun kan aku, nanti ada yang melihat kita gimana?" Dave terkekeh mendengar ucapan istri nya


"Memang nya kenapa? toh ini juga rumah ku dan kamu istri aku. Terus kenapa kalau ada yang melihat?"


"Aku malu Dave." Dave mengecup bibir istri nya singkat, dan melanjutkan langkah nya menaiki anak tangga, membuat Sena semakin mengeratkan pelukan nya dileher Dave


Sesampainya dikamar Dave Meletakkan tubuh Sena diatas kasur dengan pelan, ia menindih tubuh Sena yang kecil ramping itu.


tangan Dave nyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Sena

__ADS_1


"Sayang,"


"Ya, kenapa?" jawab Sena dengan suara pelan


"Tidak ingin Honeymoon?" tanya Dave dengan menatap manik jernih Sena


"Untuk apa? seperti ini saja aku sudah bahagia."


"Benarkah?" Sena mengangguk


"Kalau begitu aku ingin meminta jatah sekarang." saat Sena ingin protes Dave sudah lebih dulu membungkam mulut Sena dengan bibir nya


Ciuman itu begitu sangat menuntut sampai-sampai Sena kewalahan, Dave tidak memikirkan Sena yang sudah ke kurangan oksigen. Bahkan tangan nya kini sudah berkeliaran diatas bagian atas sang istri


"Eughh," keluh Sena saat Dave meremas dengan sedikit keras bagian sensitif nya


"Daave ahh, berhenti Davee.." teriak Sena merasakan mulut Dave menyesap kuat leher nya


Dave menyentak baju daster yang Sena pakai sampai tak berbentuk, dengan tak sabar Dave melepas pengait bra yang Sena pakai.


Dave mengangkat wajahnya dan memandang wajah Sena yang juga tengah menunduk menatap nya sayu, ia sengaja mengusap usap pucuk sensitif Sena untuk melihat reaksi sang istri


"Saaayangg ahh.. Jangan sepertii itu emm.." wajah Sena kini terlihat begitu terbakar api gairah, tidak tahan dengan melihat benda yang sedang ia permainkan Dave memasukan pucuk benda itu kedalam nya


Mulut Dave berpindah kepada benda yang satu nya, seperti menemukan mainan baru, mulut Dave menyesap kuat dan tangan satu nya bermain dengan benda kenyal yang lain


Sedangkan Sena yang sudah lemas hanya bisa menerima semua perlakuan Dave dengan mulut yang terus menerus mengeluarkan suara laknat


"Kamu sangat sexy sayang, aku sudah tidak tahan." ucap Dave kala dirinya membuka kain penutup inti Sena. Dave merenggangkan kedua kaki Sena, dan melihat inti istri nya yang begitu sangat menggiurkan


Dave menegakkan tubuh nya, dan membuka semua pakaian yang melekat ditubuh nya tanpa tersisa, kini Dave kembali menempatkan dirinya ditengah tengah paha Sena, Sena memalingkan wajah nya saat Dave tengah memainkan benda nya sampai benar menegang membuat Dave terkekeh


"Malu hmm? kamu bahkan sudah mengandung anakku karena benda ini, tapi kenapa masih malu?"


"Dave!" seru Sena tanpa melihat wajah Dave


"Ahhh," desah Sena saat Dave memainkan ujung benda nya didepan pintu masuk bagian bawah nya


"Apa sayang?" tanya Dave yang melihat wajah Sena seperti sedang menahan gairah, Dave semakin menggesek kan dan memutar mutar kepala benda nya keselur bagian inti Sena


"Dave, jangan mempermainkan aku, ehhh.."

__ADS_1


"Dave, akuu... Emm, Dave."


"Apa sayang, aku apa? katakan dengan jelas!" tanya Dave dengan terus memainkan libido Sena


"Masukkan itu.."


"Apa yang dimasukkan hmm?" tanya Dave pura-pura tidak tahu


"Benda mu, masukkan kedalam milikku. Cepat lah aku sudah tidak tahan!" teriak Sena. Dave menyeringai


"As you wish baby." ucap Dave, lalu menghentak dengan sekali sampai membuat Sena mengerang antara nikmat dan sakit


"Eughhh, selalu sempit dan nikmat." Dave mengadahkan kepala nya dan meresapi sensasi dari kedutan yang diberikan oleh milik Sena


"Apakah aku menyakiti mu sayang?" Sena yang sedang memejamkan mata itu langsung menggeleng cepat dan membuka mata nya


"Lanjutkan saja. Aku tidak apa-apa kok."


"Kamu yakin?" tanya Dave, Sena mengangguk dan tersenyum agar suaminya tak khawatir. Sebenarnya Sena merasakan sakit, tapi ia tidak tega melihat wajah Dave yang begitu menginginkan dirinya


"Aku gerak pelan-pelan ya," Dave pun mulai menggerakkan pinggul nya pelan, ia mengecup bibir istri nya yang terlihat begitu sexy saat mulut itu terbuka sedikit. ciuman Dave turun kebawah dan mulai membuat tanda kembali, ia menggeram merasakan nikmat yang tidak ada dua nya


"Emm.. Sayang kamu nikmat sekali ahh.." Dave mempercepat tempo nya, rasa nya begitu membuat terasa di awan, apakah ini yang dinamakan surga dunia


"Dave, aku tidakk tahan ahh ahh.." ujar Sena dengan desahan nya


Dapat Dave rasakan kedutan dari inti Sena yang menandakan kalau istri nya ini sudah mau sampai, Dave semakin mempercepat gerakan nya. Bahkan keringat didahi nya menetes ke dahi Sena


"Together baby, emm.." semakin cepat, sampai-sampai kasur itu ikut berguncang, Dave semakin menggila sampai pada hentakan keras tiga kali


"Sayang aku ingin punya anak ahhhhh,.." teriak Dave panjang dengan menyemburkan benih nya kedalam rahim sang istri. Dan Sena dapat merasakan hangat diperut bagian bawah nya


Kedua nya terengah-engah, Dave mengusap dahi Sena yang sudah dipenuhi keringat. Setelah melakukan putaran pertama Dave mengulang-ulang nya lagi sampai ia jatuh diatas tubuh istrinya, dan sebelum ia benar-benar masuk ke dalam alam mimpinya, Dave sekali lagi mengatakan


"Aku ingin punya anak, semoga usahaku malam ini tidak sia-sia."


_


_


_

__ADS_1


_


Bersambung...


__ADS_2