
Sena mengalungkan tangannya dileher Dave kala suaminya itu tiba-tiba saja menggendong dirinya ala bridal style. Akhir-akhir ini Dave sering kali menggendong dirinya, Sena pun merasa bingung. Hari ini tepat seminggu setelah keributan itu terjadi
"Kamu kenapa selalu gendong aku seperti ini?" tanya Sena, dimana itu membuat Dave langsung menunduk sekilas untuk melihat wajah sang istri
"Kaki kamu sudah mulai bengkak sayang, aku jadi enggak tega melihat cara berjalan kamu yang kesulitan itu." jawab Dave, tidak dapat dipercaya bahwa kalimat sederhana itu bisa membuat senyum manis tampak terbit di wajah cantik Sena yang pucat
Kandungan Sena kini sedang berjalan delapan, dimana semua hal yang ia lakukan akan Dave larang meskipun itu pekerjaan yang sangat mudah bagi Sena. Namun Dave tidak bisa dibantah, sekali bilang jangan maka jangan pernah melanggar jika tidak ingin melihat singa jantan mengamuk.
"Tumben sarapan nya ini doang, memang nya Bibi mereka tidak masak?" tanya Sena yang melihat menu sarapan kali ini sangat begitu sederhana, Sena takut Dave tidak menyukainya.
"Aku larang untuk buat sarapan, aku bilang kalau aku yang bakal buat sarapan pagi ini." Sena tercengang dan menoleh dengan cepat kearah Dave, ia menatap tidak percaya kalau hidangan diatas meja ini suaminya lah yang masak. Sepanjang bekerja dengan Dave, baru kali ini Sena melihat Bos sekaligus suaminya itu memasak sesuatu. Sena menoleh lagi untuk melihat menu sarapan pagi ini
"Bagaimana mungkin?" gumam Sena bertanya-tanya, nasi goreng telor ceplok dan tidak lupa ada sosis gorengnya juga. Sungguh ini paket komplit untuk Sena
"Makan gih sayang, aku buatin ini spesial untuk kamu. Atau mau aku suapin? Aku suapin ya!" Dave mengambil piring yang berada dihadapan Sena dan menyuapi Sena yang masih tercengang dengan menatap wajahnya
"Aku tahu aku tampan sayang, tapi kamu makan dulu ya nanti setelah itu baru melamun sambil memandang wajah suamimu ini dan berimajinasi kalau Putra kita nanti akan lebih dominan ke aku." Sena mencebikkan bibir bawahnya, ia menerima sendok yang sudah berisi nasi didepan mulutnya itu
"Mamah dan Papah akan tinggal disini mulai hari ini sayang," Sena menatap Dave dengan mulut yang sibuk mengunyah
"Aku sengaja suruh Mamah dan Papah untuk tinggal sementara disini, aku enggak bisa jagain kamu setiap waktu karena kantor selalu sibuk terus. Dan Papah selalu datang ke kantor untuk melihat kemajuan dari kerja aku." ujar Dave menjelaskan kepada Sena, Dave juga selalu khawatir jika ia sudah pergi ke kantor dan Sena tinggal sendiri bersama dengan para asisten. Bukan Dave tidak percaya dengan para asisten nya, tapi Dave hanya ingin ada yang memperhatikan istrinya lebih
"Kamu ngerepotin Mamah saja, padahal aku ditinggal sendiri juga enggak apa-apa. Masih bisa jalan dan masih bisa lakuin apa-apa sendiri."
"Iya sayang aku tahu kamu bisa melakukan semuanya sendiri, tapi aku takut baby kita." ucap Dave sambil melihat kearah perut besar Sena
"Dia aman sayang, kamu tidak perlu takut. Tapi dia tidak akan aman jika kamu tidak memenuhi keinginannya."
"Keinginannya? Maksud kamu?" tanya Dave
"Enggak tahu kenapa aku jadi kepingin lihat kamu berenang dengan pelampung bebek-bebek, dan..." Dave membulatkan matanya dengan sempurna, ia menatap was-was sang istri
"Dan apa?" tanya Dave sedikit takut kalau itu adalah hal yang paling tidak bisa ia lakukan
"Dan tanpa menggunakan busana apapun." bisik Sena ditelinga Dave
__ADS_1
Prang! Tring!
Sena terperanjat ketika Dave meletakkan piring serta sendok secara bersamaan, ia tersenyum kecil melihat wajah Dave yang begitu terkejut mendengar permintaannya.
"Bercanda kamu berlebihan sayang," ucap Dave tersenyum sembari menggelengkan kepalanya
"Aku tidak bercanda suamiku!" senyum itu hilang dari wajah tampan Dave, ia menatap tidak percaya istrinya yang meminta sesuatu yang begitu sangat menggelikan menurutnya
"Kamu meminta sesuatu yang sangat menggelikan sayang, rumah ini tidak hanya ada kita berdua tetapi banyak orangnya." peringat Dave kalau didalam rumah itu banyak orang bukan hanya mereka berdua saja yang tinggal disana
Dave menghela nafasnya kasar kala melihat kedua mata istrinya sudah berkaca-kaca, salah satu kelemahan Dave adalah tidak bisa melihat istrinya menangis. Apalagi itu karena dirinya
"Oke-oke, aku bakal turutin apa yang kamu mau, tapi tidak sekarang ya." Sena menggelengkan kepalanya tanda tidak menyetujui apa yang Dave katakan
"Jadi?.." Dave mengangkat sebelah alisnya
"Aku mau lihat kamu berenang sekarang."
"Tapi aku kan mau berangkat kerja sayang, lihat tuh aku sudah rapi begini!"
"Horee!!" teriak Sena girang mengangkat kedua tangannya. Dave hanya tersenyum tipis, ia menarik tengkuk istrinya dan mencium bibir istrinya cukup lama dengan sedikit ******* disana. Bukan tanpa alasan, Dave melakukan itu agar ia tidak emosi dan berakhir membuat Sena menangis lagi karena dirinya
"Ayo!" seru Dave lalu beranjak dari duduknya dan mengajak Sena untuk menuju kolam berenang yang ada didekat taman
"Setelah melihat aku berenang kamu janji harus makan ya!" ucap Dave kepada Sena. Sena pun mengangguk mengiyakan apa yang suaminya katakan, saat ini yang paling penting baginya melihat pemandangan indah
"Bibi! Bi Ina!" teriak Dave memanggil Bi Ina, pembantu lama rumah itu. Terlihat Bi Ina berjalan sedikit cepat dari dapur kotor
"Iya tuan? Ada bisa Bibi bantu?"
"Apa ada pelampung bebek disini?" tanya Dave mengangkat dagunya menahan rasa malu
"Ya tuan?" Bi Ina menatap bingung majikannya ini yang bertanya tentang pelampung bebek, lalu tatapan Bi Ina beralih kepada Nyonya nya yang tengah menahan senyum. Seketika Bi Ina menjadi tahu apa yang tuannya itu maksud
"Maaf tuan, sepertinya itu tidak ada. Ada pelampung biasa didalam gudang." Dave tersenyum penuh makna, ia senang saat mendengar pelampung itu tidak ada karena otomatis dia tidak jadi untuk berenang tanpa busana seperti yang istrinya itu minta
__ADS_1
"Sayang,"
"Ya sudah tidak apa-apa pakai pelampung yang biasa. Daripada harus keluar beli dulu," Dave mendengus sebal, sedangkan Sena tersenyum lebar
"Bibi tolong siapkan pelampung nya ya, dan letakkan saja dipinggiran kolam."
"Baik tuan, Bibi siapkan sekarang." Bi Ina pun segera pergi dari sana untuk mengambil apa yang tuannya minta
"Sayang kamu duduk dulu disini ya aku mau lepas pakaian dulu." Sena mengangguk, ia pun melangkah menuju kmsofa yang berada dipojok ruangan itu
****
Saat ini Dave dan Sena sudah berada di pinggiran kolam, dengan Dave yang menggunakan bathrobe dan bersiap untuk mencebur ke dalam kolam.
"Sayang, ini terakhir kamu minta yang aneh-aneh ya, kalau kamu minta hal yang aneh-aneh lagi seperti ini aku tidak akan pernah mau." Sena mengangguk dengan menahan senyum
"Seneng kamu ya lihat suami tersiksa gini, lihat saja nanti aku kasih kamu hukuman." ucap Dave
"Bodo, aku enggak takut. Wleee!" Dave juga ikut tersenyum melihat itu, tidak ingin berlama-lama karena ia harus berangkat kerja. Dave melihat ke sekitar, namun setelah yakin tidak ada orang disana Dave buru-buru melepas bathrobe yang ia pakai dan langsung melompat ke dalam kolam.
Byurrr..
_
_
_
_
Bersambung...
Yuk mampir disini, enggak kalah seru kok!
__ADS_1