Possesif CEO

Possesif CEO
Sayang


__ADS_3

Dave menyanggah dagunya dengan sesekali menguap saat rasa ngantuk tiba-tiba saja menyerang, ingin tidur tapi pekerjaan nya belum selesai. Dave harus menyelesaikan berkas-berkas yang dikirimkan oleh Jerry, karena ini adalah bahan presentasinya besok. Dave ingin memenangkan tender lagi, ia tidak rela jika ada yang mampu mengalahkannya. Karena Dave selama ini selalu memberikan yang terbaik kepada perusahaan dan juga Papah nya


Sena memasuki ruangan kerja suaminya dengan pelan dan tanpa suara, ia ingin melihat apa yang suaminya itu kerjakan sampai tengah malam begini. Karena ruangan kerja Dave yang berada diujung kiri kamar mereka, jadi Dave memutuskan mereka akan tidur dikamar utama mereka malam ini.


Dari kejauhan Sena dapat melihat Dave sedang begitu serius melihat kearah layar komputer dengan sesekali menguap tanda kalau suaminya itu sudah sangat mengantuk. Sena melangkah mendekati suaminya dengan pelan karena perut yang besar membuat langkah Sena sudah tidak bisa seperti orang normal


"Sayang," lirih Sena melingkarkan kedua tangannya dileher Dave, Dave sempat terkejut saat ada sebuah tangan melingkar dengan sempurna di lehernya. Tapi setelah mendengar suara wanitanya, Dave malah tersenyum. Rasa ngantuk yang tadi menggerogoti dirinya kini sedikit hilang saat pelukan hangat Sena membuat matanya kembali membesar


"Kenapa belum tidur?" Dave memegang kedua tangan istrinya dan membawa sang istri untuk menghadap nya.


Sena tersenyum kala melihat Dave menepuk pahanya dan menyuruh dirinya untuk duduk disana. Sena memiringkan badannya dan duduk disana dengan posisi menyamping. Dave membawa kedua tangan Sena untuk melingkar lagi ke lehernya


"Aku pikir kamu sudah tidur dengan nyenyak, tapi malah sekarang ada disini dan duduk dipangkuan aku." ujar Dave membelai wajah sang istri


"Aku nungguin kamu didalam kamar, tapi kamunya enggak dateng-dateng, ya udah deh aku kesini. Siapa tahu kamu sedang telponan dengan sekretaris kamu itu kan!"


"Huss.. Mulutnya sayang, jangan aneh-aneh deh." peringat Dave menutup mulut Sena dengan tangannya, Sena menepuk tangan Dave, dan Dave yang mengerti itupun segera menurunkan tangannya


"Jahat," Sena mengerucutkan bibirnya


"Jangan seperti itu sayang, aku tidak akan tahan jika melihat kamu seperti itu."


"Biar saja, lagi pula yang tersiksa kan kamu." jawab Sena acuh dan menyenderkan kepalanya didada sang suami


"Kamu lebih jahat dari aku, kamu tahu enggak kalau aku sudah tersiksa banget karena enggak bisa nyentuh kamu, tapi tubuh kamu selalu aja buat aku turn on." ucap Dave frustasi


"Kasihan nya suamiku." ucap Sena lirih dan tersenyum senang, Dave merupakan calon Papah yang baik untuk anak mereka. Ia mendengarkan larangan yang dokter berikan, dan Sena malah senang mendengar itu. Dimana dokter menyarankan agar Dave dan Sena mengurangi untuk berhubungan badan, dan jika Dave ingin melakukannya ia bisa melakukannya dengan pelan dan tidak sampai menyakiti buah hatinya


"Aku lanjutin kerjaan aku dulu ya, kamu tidur saja sayang kalau sudah mengantuk." Dave kembali melihat pekerjaan nya dan membiarkan Sena tetap berada di pangkuannya

__ADS_1


"Apa kamu kuat sayang? Apa aku tidak berat? Kamu pasti menahannya kan?"


"Shuttt.. Jangan banyak bertanya, kalaupun kamu berat itu karena kamu mengandung anakku, dan aku tidak masalah kamu seberat apa aku masih sanggup kok buat pangku kamu." Dave tersenyum ia memberikan kecupan singkat dibibir Sena


"Kenapa sifat asli kamu baru kelihatan sekarang? Kenapa dulu saat pertama kali kamu datang dan masuk ke dalam kantor wajah kamu begitu ingin aku lempar Pakai kain kotor."


"Mengerikan, istri aku ini bener-bener preman ya. Pantas saja orang-orang kantor tidak ada yang berani dengan kamu," ucap Dave terkekeh pelan. Sena mengangkat kepalanya dan menatap wajah Dave


"Terus apa yang buat kamu cinta sama aku padahal kamu sudah tahu kalau aku seperti preman!" Dave terdiam, ia membalas tatapan Sena


"Sayang, kan sudah pernah aku bilang kalau aku cinta kamu itu karena diri kamu,"


"Karena diri aku? Maksudnya?" tanya Sena dengan mengetuk-ngetuk dagunya membuat Dave gemas karena nya


"Istri aku nyebelin banget ya, mending kamu tidur gih sudah malam. Ingat kamu itu punya dia." Dave mengusap perut besar Sena


"Bukan hanya preman ya kamu, tapi juga sangat keras kepala." Dave membekap tubuh istrinya dengan memeluk erat bahu Sena, membuat Sena sedikit sesak nafas oleh kelakuan Dave


"Aduhh sayang, Dave aku sesak nafas..." ucap Sena terengah, Dave terkekeh pelan, ia melepaskan kuncir rambut istrinya dan menguncirnya ulang setelah mengumpulkan rambut yang tadi tidak terkuncir


"Paling bisa ya kalau nyiksa istri,"


"Sayang, jangan berbicara seperti itu." Dave mengerucutkan bibirnya kesal mendengar ucapan Sena, dan Sena yang melihat Dave seperti itu merasa bersalah. Ia menangkup kedua pipi Dave dan mengecup bibir suaminya itu. Tidak berniat untuk lebih, Sena menjauhkan kepalanya. Tapi diluar dugaan Sena, Dave malah menekan tengkuknya dan ******* ganas bibirnya mau tidak mau ia harus mengimbangi Dave.


Seperti orang kesetanan, begitu lah Dave saat ini. Ia memiringkan kepala istrinya ke kiri dan kanan, bahkan Dave memaksakan Sena untuk membuka mulutnya. Sena yang paham keinginan suaminya itupun membuka mulutnya, membiarkan Dave untuk mengambsen isi mulutnya dan menyesap lidahnya dengan kuat. Sungguh Sena sudah tidak kuat sekarang, pasokan nafasnya sudah terkuras habis. Dave yang tahu istrinya itu sudah sangat lemas, segera melepaskan bibir manis itu setelah mengecup singkat bibir itu.


Nafas keduanya terengah-engah, Dave mengusap bibir basah istrinya dan menyatukan kening mereka berdua. Dave selalu suka jika kening mereka saling menempel seperti ini


"Aku mencintai kamu karena kamu menjadi diri kamu sendiri, kebanyakan wanita sekarang mereka melakukan berbagai macam hal untuk menarik perhatian seseorang yang mereka incar. Berbeda dengan kamu yang selalu masa bodo dengan lingkungan sekitar dan menjadi diri kamu sendiri, entah itu orang suka ataupun tidak kamu tidak perduli. Itu adalah poin penting kenapa aku yakin dengan kamu." Sena mengangguk mengerti dengan penjelasan Dave

__ADS_1


"Sayang," lirih Sena


"Hmm, apa kamu mau lanjut?"


"Mesum."


"Terus kamu mau apa?" tanya Dave yang tidak tahu apa mau istrinya


"Aku mau tidur." Dave terperangah mendengar itu


"Astaga istriku cantik, tidur ya tinggal tidur. Aku kan suruh kamu untuk tidur disini dulu, setelah pekerjaan aku selesai aku akan bawa kamu ke dalam kamar kita. Mengerti?" Sena mengangguk-angguk


"Sekarang tidur disini, aku selesaikan ini dengan cepat biar kita bisa pindah." Dave membawa kepala Sena untuk tidur diatas dada bidangnya, dan memindahkan tangan Sena untuk memeluk pinggangnya. Tidak lupa Dave memberikan kecupan dikening sang istri dan berbisik


"Selamat tidur Mamah."


_


_


_


_


Bersambung...


Selamat tidur juga, Papah. Hehe


__ADS_1


__ADS_2