
Dave melangkah dengan cepat menuju ruangannya, ia mendapatkan telpon dari resepsionis nya kalau ia kedatangan tamu dan sudah menunggu cukup lama. Dengan langkah kaki lebar Dave terus bertanya-tanya, kemana asisten dan sekretarisnya
"Mereka membuat aku tidak bisa bermesraan dengan istriku, ke mana perginya kedua orang itu? Aku menggaji mereka bukan untuk bersantai dan mengabaikan kewajiban mereka." gumam Dave berbicara sendiri. Ia juga begitu sangat penasaran dengan orang yang datang ke perusahaannya. Dave tidak akan marah jika orang yang bertamu adalah orang penting, tapi jika orang yang datang bukanlah orang penting ia akan memarahi orang tersebut
Ceklek
Dave membuka pintu ruangannya, dengan perlahan dan pelan ia masuk ke dalam dan menutup kembali pintu tersebut tanpa berniat untuk menimbulkan suara. Dari depan pintu dapat Dave lihat dulu orang pria sedang berbincang-bincang, mereka tidak menyadari kehadiran Dave disana.
"Ternyata kedua curut jauh," batin Dave yang mengetahui siapa tamu yang telah mengganggu waktunya dengan sang istri
"Anak buah kurang ajar!" seru Dave dan melemparkan bolpoin yang sempat ia ambil diatas meja kerjanya. Kedua orang itu menoleh saat ada sebuah bolpoin jatuh tepat ditengah-tengah mereka
"Ini hari kerja, bagaimana mungkin kami mengganggu waktumu?" tanya salah satu dari mereka dan meletakkan bolpoin itu diatas meja
"Kalian berdua tahu? Aku sudah sangat senang karena dirumah sedang berkumpul," ucapnya malas dan mendudukkan tubuhnya disana dengan kaki yang menyilang. Kedua orang itu saling pandang
"Tentu saja semua orang akan bahagia saat keluarganya berkumpul." jawab pria yang meletakkan bolpoin tadi, Dave memutar bola matanya jengah
"Bukan itu masalahnya bodoh!" seru Dave
"Lalu dimana letak masalahnya?" tanya orang itu lagi
"Kalian berdua mengacaukan waktu untuk berduaan ku dengan istriku." jawab Dave yang kesal, karena kedua orang tidak tidak tahu apa maksud dari kalimatnya
"Jika kamu berbicara yang jelas seperti ini sejak tadi kan tidak akan berputar-putar." ucap orang itu lagi
__ADS_1
"Kalian saja tang terlalu bodoh sehingga tidak menangkap apa yang aku katakan." jawab Dave dengan ekspresi wajah datar
"Untuk apa kalian berdua datang ke sini?" tanya Dave yang tidak ingin berlama-lama. Dave menatap bergantian kedua orang yang sejak tadi selalu saling pandang sebelum menjawab pertanyaan nya
"Hei, aku bukan menyuruh kalian berdua untuk berdiskusi. Apa yang kalian berdua lakukan disini?" tanya Dave sekali lagi, membuat kedua orang itu tersenyum kecil
"Malah tersenyum," ucap Dave pelan
"Joni, Michael! Apa yang membuat kalian berdua datang ke Negara ini?" tanya Dave karena kedua temannya itu tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan nya
"Kamu sudah tahu jawabannya, untuk apa bertanya!"
"Memang nya kamu pikir aku seorang peramal sampai-sampai aku tahu apa maksud dari kedatangan kalian." ujar Dave yang dibuat akan naik darah oleh Joni dan Michael
"Banyak alasan tentunya Bos, kami tidak mungkin bisa menyebutkan satu persatu apa tujuan kami datang ke sini." ucap Joni menengahi kedua orang itu
"Kami memiliki beberapa tujuan Dave, dan salah satu dari tujuan itu begitu sangat privasi." ujar Michael dan memberikan satu kedipan mata kepada Dave
Dave mendengus sebal, ia menatap jengah kedua temannya yang jauh-jauh datang dari Paris dengan tujuan yang tidak jelas. Dave menghela nafasnya berat, tidak ada obrolan lain setelah itu. Iapun segera bangkit dari kursinya
"Jika tidak ada yang ingin disampaikan kepadaku, pergilah dari sini. Kalian berdua menyinyiakan waktu ku dengan datang ke sini." ketika Dave akan pergi dari sana, suara Michael menghentikan langkahnya
"Duduklah dulu, aku membawa berita bahagia untuk kamu." ujar Michael agar Dave duduk kembali
"Cepatlah, kalian berdua membuang-buang waktuku." Dave menatap jengah kedua orang yang sedang menatapnya tanpa dosa
__ADS_1
"Perusahaan kita menang tender besar Dave, kita berhasil menaikkan pamor perusahaan kita kembali." mata Dave yang semulanya menajam, kini malah semakin membulat
"Kamu serius?" tanya Dave dengan antusias. Joni dan Michael menganggukkan kepalanya dua kali
Prokk... Prokk...
Dave memberikan tepuk tangan dengan wajah berseri-seri, ia menepuk bahu Michael dan Joni bergantian. Membuat kedua orang yang sebelumnya terdiam menyaksikan wajah sebal Dave malah dibuat terkejut oleh tepukan tangan besar Dave
"Ini tepukan manusia atau algojo? Kenapa rasanya bahuku akan runtuh oleh tepukan tangan itu?" gumam Michael memegang bahu sebelah kiri yang sempat mati rasa
"Biarkan saja dulu, dia sedang bahagia." bisik Joni ditelinga Michael
"Kalau begitu ayo kita berbicara di Cafe depan, aku akan mentraktir kalian!" seru Dave dan beranjak dari duduknya
"Misi berjalan dengan sesuai rencana, ayo kita lanjutkan rencana selanjutnya." bisik Michael ditelinga Joni, Joni tersenyum menyeringai
"Aku tidak akan menolak!" seru Michael dan ikut beranjak dari duduknya
_
_
_
_
__ADS_1
Bersambung...