Possesif CEO

Possesif CEO
Kebahagiaan Ku, Hidupku


__ADS_3

Lima tahun kemudian...


Sinar matahari pagi yang begitu terang nampak menembus gorden panjang mejuntai mengganggu tidur wajah damai yang masih begitu nyenyak dalam tidurnya, sampai suara yang begitu nyaring membangunkannya dari mimpi indah yang mungkin sedang ia alami


"Mamah.." seketika mata itu langsung terbuka lebar mendengar suara putranya menggelegar di gendang telinga


Brakk


Lagi dan lagi Sena kembali terperanjat oleh suara gebrakan pintu yang dibuka dengan begitu sangat kasar. Sena menoleh dan mendapati wajah cemberut putranya yang kini berada di ambang pintu


"Kenapa sayang? Wajah anak Mamah kok cemberut begitu?" tanya Sena tersenyum geli melihat wajah tampan Vano yang tampak mengerikan. Putranya yang sebentar lagi akan berusia delapan tahun ini berubah menjadi anak yang dingin dan suka marah


"Ini sudah siang Mah. Aku mau pergi ke sekolah, tapi Mamah belum juga bangun."


"Astaga anak ini," batin Sena, ia tersenyum canggung melihat mata tajam putranya tengah menatap dirinya


"Adik dan Papah sudah menunggu, cepatlah turun atau aku akan marah besar sama Mamah." ucap Vano, setelah itu ia berlalu dari sana meninggalkan Sena yang masih terdiam dengan ketidakpercayaan nya


"What? Itu beneran anakku kan?" tanya Sena pada dirinya sendiri. Sungguh Sena begitu sangat syok, putranya itu memang tumbuh menjadi anak yang dingin dan pemarah, tetapi Sena tidak pernah mendapati kemarahan putranya sampai seperti ini kecuali


"Tunggu..." Sena mengingat-ingat apa ia telah melakukan sesuatu sampai putranya bisa semarah ini


"Astaga aku lupa, hari ini adalah hari kenaikan kelasnya." Sena pun tergesa-gesa turun dari kasur dan melipir ke kamar mandi

__ADS_1


****


Dave yang tengah memangku putrinya dengan koran di tangannya itupun mendongak saat putranya sudah duduk kembali di kursinya. Ia tersenyum kecil melihat wajah cemberut putranya


"Gimana sayang? Apakah Mamah sudah bangun?" tanya Dave, dan melipat koran tersebut. Dan nampak lah gadis kecil cantik yang sejak tadi bersembunyi dibalik koran yang tengah Papah nya baca


"Wajah Kakak kenapa?" tanya gadis kecil cantik ketika melihat wajah tidak enak kakak nya. Tidak mendapat jawaban dari sang kakak, akhirnya gadis kecil itu mendongak


"Pah.." Dave menundukkan kepalanya dan tersenyum manis menatap wajah cantik putrinya yang ia beri nama Devina Putri Alexander


"Tidak ada apa-apa sayang. Kakak hanya sedang sedikit kesal, jadi Vina tidak perlu khawatir ok!" gadis kecil itu mengangguk pelan


"Ok." jawab nya dan mencoba turun dari pangkuan sang Papah. Dave yang melihat itu membantu putrinya


"Aku cium sini biar wajah Kakak tidak jelek lagi." Vina menarik lengan Vano agar menuduk dan mempermudah ia mencium kakak nya. Vano pun mau tidak mau sedikit membungkuk dan menerima dua kecupan manis dari sang adik


Cup


Cup


"Jangan cemberut lagi, wajah tampan Kakak jadi hilang kalau kalau cemberut." Vano tersenyum kecil, ia mengusap lembut kepala adiknya


"Tidak akan jelek jika sudah Vina kasih kekuatan seperti tadi." jawab Vano, ya dia begitu menyayangi makhluk tuhan yang begitu cantik di matanya ini, adik bayinya sudah berubah menjadi gadis kecil yang begitu sangat cantik

__ADS_1


"Maaf Mamah terlambat bangun sayang, Mamah lupa kalau hari in..."


"Sudahlah lupakan, Vano juga mau meminta maaf sama Mamah soal tadi." ucap Vano memotong kalimat Sena. Sena yang bingung pun melirik pada suaminya yang sedari tadi juga memperhatikan semua kejadian di meja makan itu


"Kenapa?" tanya Sena dengan bahasa isyarat, sedangkan Dave yang mengerti pertanyaan sang istri hanya mengangkat kedua bahunya


"Ok, kalau gitu kita sarapan saja dulu agar kita tidak terlambat." ucap Dave memecah keheningan yang sempat terjadi. Sena menarik kursi yang berada di sebelah kiri sang suami


"Apa yang terjadi?" bisik Sena yang masih belum puas jika belum mendapat jawaban


"Biasa, gadis kecilku yang menanganinya." jawab Dave dengan berbisik juga. Sena tersenyum dengan mata yang mengarah kepada putra dan putrinya yang begitu sangat harmonis dan saling melengkapi


"Kebahagiaan ku." gumam Sena, yang masih dapat didengar Dave


"Dan kalian hidupku."


_


_


_


_

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2