Possesif CEO

Possesif CEO
Apa Ada Masalah


__ADS_3

"Pagi Bu," sapa para karyawan yang melewati Sena, membuat Sena harus berulang kali menundukkan kepalanya dan membalas senyum mereka


"Pagi Bu," lagi dan lagi salah seorang karyawan menyapanya dengan senyum manis yang diberikan kepada Sena


"Pagi juga." balas Sena, dan berdiri didepan lift yang khusus untuk Presdir dan komisaris saja. Namun siapa yang bisa melarang seorang Serafina, karena semua tahu jika wanita itu adalah istri dari pemilik Alexander Group


Sena melangkah kan kakinya setelah pintu life terbuka dan berjalan menuju ruangan sang suami. Tanpa mengetuk pintu, Sena langsung masuk begitu saja


"Sayang," Dave yang masih berkutat dengan berkas-berkas nya itupun menoleh


"Hanya anda sekretaris yang datang di jam segini Nyonya," Dave melirik pada jam yang melekat dipergelangan tangannya


"Tidak ada suami yang tega meninggalkan istrinya sendiri." balas Sena menyindir Dave. Ya perlu kalian ketahui, bahwa Sena kembali menjadi sekretaris Dave, walaupun ia mendapatkan posisi sekretaris ini dengan sedikit rayuan dan berbayar. Akhirnya ia bisa mendapatkan posisi itu lagi.


Bukan tanpa alasan kenapa Sena ingin kembali jadi sekretaris Dave, ia bosan jika harus berdiam diri dirumah yang besar sendirian. Walaupun ia sudah memiliki dua anak, tapi jika di siang hari kedua anaknya akan mengungsi ke rumah Oma dan Opa nya. Membuat Sena bosan, tapi jika begini ia kan bisa membuang rasa bosan nya sekaligus memperhatikan para wanita-wanita yang diam-diam selalu menggoda suaminya


Sena memperhatikan gerak-gerik suaminya yang tengah fokus memperhatikan berkas-berkas, Sena memandang wajah tampan Dave yang semakin hari semakin tampan, tidak lupa juga Sena menatap tangan lentik itu mengambil telpon seluler dari sisi kanannya dan menempelkan di telinganya


"Hallo Jerr, bisa kamu minta laporan keuangan tahunan di devisi nya?"

__ADS_1


"Oke, aku tunggu di ruangan." ucap Dave lagi dan kembali meletakkan ponsel seluler tersebut


"Kenapa enggak suruh aku aja? Kenapa harus Jerry kalau di sini ada aku!" Dave sedikit melirik dimana Sena berdiri, tanpa berniat menjawab. Sena yang melihat respon Dave seperti itu mengerutkan dahinya


"Pah.." panggil Sena dengan panggilan yang dimana kalau ia ingin diperhatikan dan di manja


"Ini tempat kerja Serafina kalau kamu lupa, jadi bersikap lah profesional. Jangan mentang-mentang kamu istri aku, kamu bisa seenaknya dan bebas melakukan apapun. Bekerja lah dengan baik, atau tidak sama sekali." ucap Dave dengan menatap wajah Sena tanpa ekspresi apapun di wajah itu, wajah yang dimana selalu tersenyum saat melihat ia datang, namun tidak untuk saat ini, dan Sena yakin pasti ada sesuatu yang telah terjadi makanya Dave bisa bersikap seperti ini kepadanya


Sena ingat betul apa yang Dave katakan kepadanya dulu saat ia meminta untuk kembali menjadi sekretaris suaminya itu, Dave mengatakan


"Kerjakan apa yang kamu bisa, dan tinggalkan apa yang menurut kamu tidak bisa kamu kerjakan. Dan aku tidak akan melarang kamu melakukan apapun, dengan kamu datang ke kantor menjadi sekretaris saja sudah cukup membuat lelahku hilang."


"Benar sekali Nyonya muda Alexander."


"Dan aku juga bisa datang terlambat? Kamu tahu bukan kalau ada kamu dan anak-anak yang harus aku perhatikan terlebih dulu sebelum urusan kantor,"


"Of course. Anak-anak yang paling utama, aku tidak mau kamu sampai mengabaikan anak-anak karena urusan kantor."


"Terima kasih." ucap Sena dengan menempelkan kepalanya di dada bidang Dave

__ADS_1


"Anything for you baby."


Tapi sekarang kemana kalimat itu, Sena merasa dibohongi oleh semua kalimat yang Dave katakan waktu itu, ia tidak pernah melakukan kesalahan, ia selalu bekerja dengan benar. Hanya saja ia memang sering datang lebih lambat dan tidak seperti karyawan biasa, tapi Dave juga tahu alasannya, yaitu anak-anak mereka yang harus di prioritas kan sebelum urusan kantor


"Apa ada masalah di perusahaan?" batin Sena bertanya


"Kenapa masih di situ? Sana kembali ke meja dan kerjakan apa yang bisa kamu kerjakan, atau lebih baik pulang saja." sakit rasanya mendengar kalimat Dave, namun ia tidak mau mengambil kesimpulan sebelum ia tahu permasalahan nya


"I... Iya."


_


_


_


_


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2