Possesif CEO

Possesif CEO
Pernikahan


__ADS_3

Dave dan Sena turun bersama dari dalam mobil, kini mereka sudah ada diparkiran gedung tempat pesta pernikahan Riko berlangsung


"Kenapa harus berbarengan sih menikah nya? Jadi repot harus ke sana sini." ujar Sena kesal, ia dan Dave harus menghadiri dua pernikahan sekaligus dalam satu hari.


Entah kebetulan atau bagaimana Caca dan Riko bisa melangsungkan pernikahan di tanggal dan hari yang sama. Dan alhasil Sena sedang mengumpat kesal karena harus berpindah tempat


"Seperti tidak memiliki hari dan tanggal lain saja, kenapa harus berbarengan seperti ini?" gumam Sena, Dave tersenyum melihat wajah cemberut sang istri. Ia menggandeng tangan Sena untuk masuk ke dalam ballroom tempat resepsi pernikahan Riko dilangsungkan


"Senyum sayang, disini banyak wartawan hadir. Aku yakin kalau besok kita akan menjadi topik berita terhangat." bisik Dave ditelinga sang istri, Sena menoleh dan menatap bertanya suaminya


"Senyum sayang senyum." ujung bibir Sena terangkat membentuk senyum lebar, namun itu terlihat sangat terpaksa


"Jangan bersentuhan dengan pria itu, sedikit saja kalian bersentuhan akan aku hancurkan pesta pernikahan ini." Sena menatap tajam Dave


"Sampai kamu membuat keributan didalam sana, aku tidak akan pernah memaafkan kamu. Ingat itu!" Dave bergidik ngeri saat mata istrinya tak kalah tajam


"Iya-iya sayang, jangan seperti itu, lihatlah ada banyak orang melihat kita." bisik Dave ditelinga Sena. Sena memejamkan matanya sejenak agar amarahnya redam


"Ya sudah ayo! Jangan buat aku kesal lagi, kamu ini memang paling bisa membuat istrinya marah." Dave mengangkat kedua jarinya


"Iya sayang, maaf ya maaf." Dave mengecup pipi istrinya agar tidak marah lagi


"Paling bisa buat marah, dan juga paling bisa buat ngerayu." Sena menarik tangan Dave untuk masuk

__ADS_1


****


Sena tersenyum melihat sahabatnya kini tengah duduk bersanding dengan seorang wanita cantik. Sena tidak percaya kalau wanita yang menjadi istri Riko begitu sangat cantik. Namun senyum Sena pudar saat melihat wajah Riko begitu sangat dingin dan datar


"Dia terlihat tampan hari ini, tapi kenapa dia tidak tersenyum dihari pentingnya ini?" gumam Sena


"Sayang, aku sudah ingatkan bukan?"


"Apasih suamiku sayang? Kamu seperti anak kecil yang selalu merengek." kesal Sena, bahkan Dave tidak melepaskan tautan tangan mereka karena takut kalau ia akan tergoda dengan para pria disini. Padahal dirinya tidak memiliki pemikiran seperti itu


"Kamu memuji pria lain saat sedang bersama suamimu." Sena mendengus sebal


"Lakban saja mulut aku ini biar enggak bisa bicara sekalian." Sena menyentak tangannya sehingga tautan tangan itu terlepas. Ia pergi dari sana meninggalkan Dave yang tengah tercengang. Dave melirik ke kiri dan kanan, ia melihat beberapa orang tengah menatap ke arahnya


Tidak ingin membuat orang-orang berasumsi yang aneh-aneh, Dave pun segera menyusul istrinya yang tidak tahu ke mana.


Dave mencari ke sana sini keberadaan Sena, padahal baru saja Sena lepas darinya, tapi sudah tidak terlihat dimana pun. Dave mempercepat langkahnya agar bisa cepat menemukan Sena.


"Ketemu!" seru Dave ketika melihat sosok wanita yang membelakanginya tengah mengobrol dengan seorang wanita dan pria yang tidak asing di mata Dave


"Sayang!" Sena dan kedua orang lainnya menoleh, Sena melengos ketika melihat Dave lah yang memanggilnya


Cup.

__ADS_1


Dave mengecup pipi Sena dihadapan Reza dan Tia. Tia dan Reza yang menyaksikan itu tersenyum malu-malu, dan saling pandang


"Untuk apa kamu ke sini?" tanya Sena


"Tentu saja menjaga istriku dari mata-mata pria keranjang yang ada disini." jawab Dave santai


"Bisa berhenti sedetik saja posesif kamu?" tanya Sena, Dave menggelengkan kepalanya


"Aishh... Sudahlah ayo beri selamat kepada Riko dan istrinya, baby Vano akan menangis jika ditinggal lama." ajak Sena, Dave mengangguk dan menggenggam tangan Sena dan membawa istrinya untuk memberi selamat kepada rival nya


"Ingat apa yang aku katakan kepadamu sayang, jangan sampai membuat aku marah disini." ucap Dave pelan sambil melangkah menuju bridal stage


"Aku mendengarnya sayang, tidak perlu berulang-ulang mengatakan itu."


"Punya suami tidak seperti orang, selalu saja posesif." batin Sena dongkol dan penuh sumpah serapah


_


_


_


_

__ADS_1


Bersambung...


Maaf semuanya, aku enggak bisa panjangin bab nya karena hari ini ada urusan mendadak.


__ADS_2