Possesif CEO

Possesif CEO
Menggapai Mu


__ADS_3

Tokk!! Tokk!! Tokk!!


"Ya, tunggu sebentar!" teriak seseorang dari dalam


Ceklek.


"Nak Sena!" seru wanita paruh baya yang merupakan pengasuh Vano


"Malam Bukde," sapa Sena kepada pengasuh anaknya itu dengan senyum manis


"Malam juga nak. Tumben hari ini pulang larut?" Sena tersenyum kecil


"Iya Bukde, Sena lembur karena banyaknya pengunjung tadi." jawab Sena, pengasuh Vano pun mengangguk.


"Emm, Bukde. Apakah Vano nya sudah tidur?" tanya Sena, ia bertanya seperti itu karena Vano tidak ada ketika pengasuh anaknya itu membuka pintu, biasanya Vano akan berteriak dan meminta gendong padanya


"Itu nak Sena... Vano nya, apa..." Sena mengerutkan dahinya melihat ketergugupan pengasuh Vano, rasa khawatir kini mulai menghinggap di hatinya. Tidak tahu kenapa ia memiliki pikiran buruk tentang Putra nya


"Apa yang terjadi dengan Vano Bukde?" tanya Sena yang sudah mulai panik itu, pengasuh Vano itupun semakin bingung harus mengatakan apa kepada Sena


"Bukde, dimana anak Sena? Tolong jangan buat Sena khawatir,"


"Itu..."


"Itu apa Bukde?" tanya Sena tidak sabar karena pengasuh anaknya berbicara tidak benar


"Baby Vano ada bersamaku sayang." ucap seseorang dibelakang tubuh Sena, wanita paruh baya itu menoleh dan bernafas dengan sedikit lega. Namun berbeda dengan Sena yang tiba-tiba saja tubuhnya menegang saat mendengar suara dibelakang dirinya yang tidak asing baginya


"Vano ada didalam, dia sedang makan malam."


"Tidak mungkin, tidak mungkin dia ada disini." batin Sena menggelengkan kepalanya


****


Drett... Drett... Drett...


Davin yang tengah sibuk melihat laporan kinerja perusahaannya itupun menghentikan kegiatannya dan menyambar ponselnya. Davin beranjak dari kursinya kala melihat siapa yang menghubunginya


"Bagaimana?" tanya Davin langsung tanpa berbasa-basi, ia tidak ingin berlama-lama karena pekerjaannya menunggu


"Om, ternyata Presdir sudah tahu segalanya. Pagi ini dia tiba-tiba menghilang dari hotel dan pergi ke tempat Nyonya muda dan Tuan muda tinggal." Davin tersenyum mendengar berita yang ia dengar saat ini. Inilah yang ia tunggu-tunggu setelah sekian lama


"Sudah Om duga."


"Iya Om."

__ADS_1


"Kamu perintahkan anak buah kamu untuk terus mengawasi tempat tinggal Sena, dan Om mau berita bagus lagi yang kamu berikan."


"Baik Om, Jerry akan mengabari Om kembali jika ada kemajuan." Davin menganggukkan kepalanya, seakan Jerry dapat melihat itu


"Om tutup Jerr, hati-hati kalian disana. Tolong bawa anak Om beserta keluarga kecilnya kembali ke Jakarta dengan selamat." ucap Davin penuh harap, ia sangat berharap anaknya bisa kembali hidup seperti dulu lagi, dan ia juga sangat berharap Sena mau memaafkan Dave


"Pasti Om, saya akan pastikan Presdir pulang dengan selamat bersama anak dan istrinya." jawab Jerry dari sebrang meyakinkan Davin


****


Ingin memastikan siapa seseorang yang memiliki suara yang sama dengan Dave, Sena mencoba membalikkan badannya dengan perlahan. Kaki Sena menjadi lemas seketika saat melihat sosok di depannya ini memanglah Dave suaminya


"Apa kabar sayang? Lama tidak bertemu?" Sena memalingkan wajahnya kala Dave bertanya dengan tersenyum manis kepadanya. Sena mengepalkan kedua tangannya ketika kejadian dua tahun lalu berputar lagi di ingatannya


"Jangan menangis, dan jangan terlihat lemah di depannya." batin Sena menguatkan dirinya agar tidak menangis dan terlihat lemah dihadapan Dave


"Untuk apa kamu ada di sini?" tanya Sena mengangkat dagunya keatas. Membuat Dave yang melihat itu terkekeh pelan


"Kamu masih sama seperti dulu sayang, sombong dan angkuh." ucap Dave, seakan pertanyaan Sena hanyalah angin belaka


"Masalah untuk kamu?" Dave tersenyum lalu menggelengkan kepalanya


"Tidak. Aku suka dengan kamu yang seperti ini." jawab Dave, setelah itu keduanya sama-sama terdiam dengan saling menatap, dan membiarkan satu orang disana menyaksikan kerinduan diantara dua insan yang saling mencintai.


Sena menatap wajah Dave dengan penuh kerinduan, begitu juga sebaliknya dengan Dave. Ia menatap sendu wajah yang selama ini ia rindukan, yang selama ini ia nanti untuk pulang dan kembali memeluk dirinya dikala dirinya lelah bekerja.


"Aku..."


"Berhenti!" Sena mengangkat tangannya tanda agar Dave tidak melanjutkan langkahnya.


"Aku tidak tahu kenapa kamu bisa ada disini, dan aku sangat berharap kamu pergi dari sini sekarang dan jangan pernah datang ke sini apalagi menemui Vano." dengan entengnya Sena berkata seperti itu, tapi siapa yang tahu kalau hatinya sangat sakit dengan apa yang ia ucapkan kepada Dave


"Dengar penjelasan aku dulu sayang, kamu hanya salah paham."


"Tidak, aku tidak salah paham. Aku melihat dengan jelas kalau kamu mengkhianati aku. Setelah kamu membuat aku percaya kalau kamu adalah pria yang terbaik untuk aku, tapi dengan mudahnya kamu menyakiti aku." Sena mengeluarkan semua apa yang telah ia pendam sendiri selama dua tahun, ia bahkan dengan begitu berani berbicara dengan menunjuk wajah Dave. Membuat pengasuh Vano yang melihat itu menggelengkan kepalanya dan tidak membenarkan perlakuan Sena kepada suaminya.


Sedangkan Dave hanya diam saja saat Sena menunjuk dirinya, ia tahu kalau istrinya ini sedang emosi. Dan ia tidak ingin membalas Sena dengan keadaan emosi begini. Nafas Sena naik turun, ia menolehkan kepalanya kearah lain sebentar lalu menoleh lagi menatap wajah Dave


"Kamu menghancurkan hidup aku Dave, setelah semuanya yang kita lalui kamu dengan begitu tega mengkhianati aku. Apa kurang nya aku sampai kamu mencari wanita lain? Apakah kamu tidak puas dengan aku sampai kamu mencari dan menghamili wanita lain?!"


"Sayang,"


"Aku benci sama kamu, dan aku benci karena aku mencintaimu!" teriak Sena menarik rambutnya sendiri


"Sayang!"

__ADS_1


"Nak Sena!" seru pengasuh Vano


"Papah, Mamah!" Sena menoleh saat suara anaknya ada disana. Anak laki-laki itu melangkahkan kakinya mendekat kepada sang Papah, ia menatap Mamah nya lalu mendongak untuk melihat wajah sang Papah


"Papah, Mamah kenapa?" tanya Vano kepada Dave, Dave yang diberikan pertanyaan seperti itu oleh anaknya hanya tersenyum kecil. Dave merendahkan tubuhnya dan menatap wajah sang Putra yang terlihat begitu sangat polos


"Mamah sedang latihan akting sayang, jadi tidak perlu dianggap serius ok!" seru Dave


"Akting itu apa Pah?" Dave terkekeh pelan


"Akting itu seperti upin dan ipin."


"Ohh.. Jadi Mamah sedang akting seperti upin dan ipin?" Dave menganggukkan kepalanya


"Vano, ayo kita pergi dari sini!" seru Sena, pada saat ia akan meraih Vano lebih dulu Dave mengangkat Putra nya


"Lepaskan anakku!" seru Sena


"Kamu melupakan sesuatu sayang, bahwa baby Vano juga anakku."


"Kamu sudah memiliki anak dengan wanita itu, untuk apa kamu mengganggu kami?" Dave menggeleng pelan


"Wanita hamil yang kamu lihat i..."


"Aku tidak ingin mendengarnya." Sena menutupi telinganya


"Adalah Sheila."


"Sialan kamu Dave! Sudah aku katakan jangan menyebutkan nama wanita itu!"


Prangg


"Mamah!" kaget Vano saat Sena menghempaskan pot bunga yang ada disana. Dave cukup terkejut melihat reaksi Sena yang begitu berlebihan


"Sheila adalah istriku Nyonya muda.."


_


_


_


_


Bersambung...

__ADS_1


Hallo semuanya, aku mau buat season duanya nih... Menurut kalian buat novel baru atau lanjut disini aja?


__ADS_2