Possesif CEO

Possesif CEO
Bersembunyi


__ADS_3

Dave kini sudah sampai di basemant apartemen Sena, seperti orang yang sedang berlomba begitu lah Dave saat ini.


Berhubung Dave tau sandi pintu apartemen Sena, Dave langsung menekan angka nya dan saat pintu itu terbuka Dave langsung menuju kamar Sena, tapi tak menemukan sosok Sena, dia beralih kekamar mandi berharap Sena sedang mandi atau apa lah itu tapi tak ada juga.


"Sena, dimana kamu? awas saja sampai kamu ketemu"


Dave mengambil handphone nya yang berada didalam saku jas nya, dan menghubungi sang asisten


"Hallo Jer,"


"Iya hallo, ada apa bos?"


"Tolong bantu aku untuk mencari Sena."


"Memang nya dia kemana?"


"Tidak perlu banyak tanya, aku menghubungi mu bukan untuk bertanya-tanya, cepat cari aku menunggu kabar dari mu."


"Baik bos."


Dave mematikan sambungan nya dan melempar kan handphone nya keatas kasur, dilepas nya jas dan dibiarkan jatuh kelantai dasi ia kendurkan tak lupa juga kancing ujung tangan nya ia lepas dan digulung nya kemeja itu sampai batas siku


Ia akan menunggu gadis itu pulang, dan ia akan bicara baik-baik agar Sena tak semudah itu membatalkan pernikahan yang sudah lama ia impikan.


****


"Mimpi apa kamu Sen bisa main ke apartemen ku?" tanya Caca teman dekat Sena waktu dikampus


"Tidak mimpi apa-apa, memang nya tidak boleh kalau aku main kesini?"


"Boleh kok. Boleh banget malah, nih minum dulu." Caca menyerah kan Satu gelas minuman dingin


"Kita tu sering kumpul tau, kamu saja yang tidak pernah gabung sama kita orang"


"Bukan aku gak mau Ca, kamu tau sendiri kan aku kerja"


"Oh iya, aku baru ingat, kamu kerja di perusahaan Alexander itu kan ya?"


"Hmm."


"Aku dengar-dengar anak Davin Alexander itu ganteng ya Sen?" tanya Caca antusias


"Ngga biasa aja."


"Masak sih? orang aku suka liat dia muncul di majalah ganteng banget"


"Please deh Ca, jangan lebay ngapa!"


"Ih kamu ini ya, aku tu bukan lebay tau tapi emang kenyataan nya kan?"


"Sudah lah tidak usah bahas dia aku malas."


"Kamu bilang apa? kamu malas bahas dia? itu artinya kamu kenal dong sama anak nya Davin Alexander?"


"Ya gitu lah."


"Kamu dibagian apa sih kerja disana?"


"Aku? Sekertaris CEO" jawab Sena santai

__ADS_1


"Apa?" teriak Caca, Sena menutupi telinga nya yang hampir pecah oleh teriakan teman nya ini


"Apa sih jerit-jerit aku gak tuli"


"Kalau kamu sekertaris CEO, itu artinya kamu kenal sama Dave Keenan Alexander itu."


"Iya, memang nya ada apa sih bahas dia terus?"


"Pantes saja kamu bilang ngga ganteng, orang kamu tiap hari bertemu dia, pasti bosen kan Sen?"


"Bosen banget."


"Galak ngga orang nya?"


"Emm gimana ya, galak sih ngga terlalu, tapi sifat possesif nya itu yang buat aku bosen."


"Possesif? Sena, jangan bilang kalau bos kamu itu suka sama kamu lagi" Sena mengangguk polos


"Ya ampun beruntung banget sih kamu, sudah jadi sekertaris bos ganteng, terus disukain pula, aku mau sih!"


"Rencana nya bulan depan aku nikah sama dia"


"What the f*ck? gila bener-bener gila, beruntung banget kamu Sen"


"Tepat nya tanggal berapa?"


"Ngga tau juga aku"


"Lha gimana sih, kan kamu yang mau menikah masak tidak tau tanggal berapa?"


"Masalah nya itu Ca, kita sepakat nikah itu kemarin tapi hari ini karna dia buat aku kesel aku bilang sama dia lupain aja soal pernikahan"


"Jangan seperti anak kecil Sen, kamu sudah dewasa belajar lah untuk mengontrol emosi."


"Ya gimana Ca, aku kesal banget sama dia"


"Dia melakukan apa sampai kamu segitu kesal nya?" tanya Caca penasaran


"Dia itu, dia ambil First kiss aku" Caca melongo mendengar pernyataan Sena


"Cuman gara-gara itu kamu sampai membatal kan pernikahan?" Sena mengangguk mengiyakan pertanyaan yang dilontarkan oleh teman nya


"Aku rasa sih itu gak etis banget, masak ya calon suami cium calon istri langsung batal nikah gitu aja"


"Tapi bukan itu saja masalah nya Ca, aku tu gak tahan sama sifat nya yang possesif itu. Aku ngerasa seperti burung dalam sangkar,"


"Masak nih ya, aku tadi hampir kena tabrak mobil terus tiba-tiba ada laki-laki yang nolong aku, dan laki-laki itu posisi nya itu meluk aku karna takut aku terguling atau apa lah itu, dan semua kejadian itu dilihat oleh nya, dan dia bilang sama aku kalau dia gak suka milik nya disentuh orang lain."


"Kalau aku jadi dia sih bakal seperti itu, coba gini aja ya, misal nya kamu ada diposisi dia dan kamu melihat dia dipeluk wanita lain apa yang bakal kamu lakuin?"


"Ya aku bakal labrak, atau diemin dia beberapa hari."


"Nah begitu pun juga dia, jadi kamu sekarang paham kan? jangan memutuskan sesuatu dengan keadaan sedang emosi, karna penyesalan itu datang nya selalu belakangan"


"Aku akui aku salah, tapi kalau untuk meminta maaf aku gak mau dan untuk beberapa hari ini aku gak pengen ketemu dia dulu."


"Lho kenapa?"


"Inti nya aku gak mau ketemu dia dulu."

__ADS_1


"Terserah kamu saja lah, yang penting aku sudah memberi tau"


"Kamu lapar tidak? aku lapar nih" Caca bangkit dari duduk nya lalu menuju dapur


"Aku lapar Ca, buat kan aku juga ya"


"Baiklah nyonya muda Alexander!" goda Caca


"Apaan sih Ca" Sena tersipu malu ketika Caca memanggil nya nyonya muda Alexander


"Oh ya Ca, anak-anak apa kabar?" tanya Sena, menanyakan kabar teman-teman yang lain


"Mereka semua baik, hanya kamu saja yang tidak baik."


"Kurang ajar kamu Ca" Caca tertawa penuh karna sukses mengerjai Sena


"Aku akan menginap disini, bolehkan?"


"Kenapa bertanya terus sih, aku kan sudah bilang boleh, boleh banget."


"Terima kasih Caca cantik"


"Giliran ada mau aja, baru" dengus Caca yang dibalas kekehan oleh Sena


****


Drett.. drett... drett...


"Hallo,"


"Hallo bos, saya sudah mencari kemana-mana tapi nona Sena tidak ketemu" ucap seseorang dari seberang


"Apa kamu sudah mencoba mencari ke kediaman teman nya?" tanya Dave


"Belum bos, saya akan terus mencari."


"Ok, aku ingin kabar baik dari mu."


Tut!


Panggilan terputus, Dave memilih menaruh handphone nya diatas meja nakas


"Kamu kemana Sena? aku minta maaf sudah marah-marah dan membuat mu kesal"


_


_


_


_


_


Hai para readers semua nya, yuk bantu aku dengan cara vote, like dan komen nya.


Terima kasih.


salam hangat untuk kalian semua dari aku.

__ADS_1


__ADS_2