Possesif CEO

Possesif CEO
Back to his normal activities


__ADS_3

Sena menggeleng kan kepala nya melihat Dave yang masih bergelung diatas kasur, jam sudah menunjukan pukul 05:40 pagi dan suami nya ini masih malas-malasan


Kedua mertua Sena sudah terbang kembali ke paris dan Dave juga sudah kembali ngantor seperti biasa nya. Soal hubungan diri nya dan juga Dave, dunia sudah tau.


Karna sehari setelah Dave kembali masuk kantor ia mengumpul kan semua wartawan dan mengadakan press conference, dimana ia menjelaskan kalau dirinya sudah menikah dengan sekertaris nya dikantor yang menemani nya dari semenjak ia mengambil alih kepempimpinan papah nya


"Dave. Bangun sayang, ini bukan hari libur" Sena mengguncang bahu Dave


"Sebentar lagi sayang, lima menit lagi. Aku ngantuk banget!"


"Awas saja kalau kamu tidak bangun. Aku akan kebawah dulu membuat kan mu sarapan, kalau aku kembali kamu belum bangun lihat saja kamu," ancam Sena


"Hmm."


Tidak ingin membuang waktu Sena pun berjalan keluar kamar untuk membuat kan suami nya sarapan dan bekal untuk nya makan siang.


Ntah mengapa Sena jadi ingin membawa kan Dave bekal ke kantor akhir-akhir ini, dan Dave juga tidak pernah protes setiap kali ia memberikan wadah bekal saat akan berangkat kekantor. Dave malah senang kalau Sena perhatian pada nya


"Masak apa ya?" tanya Sena bimbang kala melihat isi kulkas yang penuh akan bahan masakan


"Eh non Sena sudah disini saja!" seru bibi yang baru saya masuk kedalam dapur


"Ya nih bi, aku mau buatin Dave sarapan tapi masih bingung mau masak apa"


"Itu ada daging ayam non, buat kan saja tumis ayam suir"


"Wah boleh juga ide nya bi, ya udah aku akan masak itu untuk lauk makan Dave dan tambahan nya aku bakal buat brekedel kentang"


"Butuh bantuan bibi non?" tanya bi Siti, ia tau Sena tidak akan mau di bantu saat memasak untuk Dave, kata nya kurang afdol kalau orang lain bantu


"Tidak usah bi, bibi bisa kerjain kerjaan yang lain saja. Aku kan sudah biasa seperti ini"


"Ok non, kalau begitu bibi ke pekerjaan lain dulu" Sena mengangguk tersenyum ke arah bi Siti


****


Dave membuka mata nya dan melihat ke sekeliling tapi tak menemukan orang yang ia cari, Dave turun dari atas kasur dan membersihkan diri nya terlebih dulu sebelum mencari keberadaan istri nya


Setelah cukup lama di dalam kamar mandi, kini Dave keluar dengan wajah yang lebih segar dan mata yang sudah terbuka sempurna


Ia tidak menemukan baju kerja nya yang artinya Sena belum menyiapkan setelan kerja nya. Dave memutuskan memakai pakaian santai dulu, kaos lengan pendek warna navy dan celana jeans sebatas lutut berwarna cream


Dave keluar dari dalam kamar nya dan munuruni anak tangga satu persatu sambil bersiul, ia berjalan menuju dapur karna ia sudah tau dimana istri nya berada kalau sedang pagi begini


Dapat ia lihat istri nya sedang berkutat dengan alat masak dan sesekali menyeka keringat yang menempel di dahi. Dengan pelan Dave mendekat dan saat sudah sampai dibelakang Sena Dave segera memeluk pinggang ramping istri nya

__ADS_1


Grep


"Hey siapa yang berani peluk aku hah?" tanya Sena dengan menoleh kan wajah nya ke samping


"Sayang!" Dave tersenyum melihat wajah Sena yang terlihat begitu gemas untuk nya sekarang


"Hehe maaf. Aku cuman mau nemenin kamu masak aja" ucap Dave dengan mengecup leher putih Sena yang membuat istri nya itu menggelinjang tidak fokus dengan masakan nya


"Diam lah dulu, kalau tidak kamu duduk saja sana" Dave menggeleng


"Tapi aku risih kamu peluk gini"


"Kamu cukup lihat masakan kamu, dan jangan ngalihin fokus kamu ke aku, aku tau aku ganteng"


"Dih amit-amit!"


"Bukti nya kamu mau sama aku!"


"Kalau aku nggak mau juga kamu bakal paksa aku buat mau sama kamu" sungut Sena, Dave pun terkekeh mendengar suara Sena yang kesal


"Itu kamu sudah tau, aku nggak akan pernah lepasin kamu apapun yang terjadi."


"Hmm." Sena memutar maa nya malas


"Aku mau buat brekedel kentang"


"Hanya itu saja?" Sena menggeleng dan membuka tutup panci yang berada di atas kompor


"Aku udah buatin kamu ini, jadi aku tinggal masakin temen nya aja"


"Emm.. Aku kira kamu bakal buat itu saja"


Sena melirik lagi kearah wajah Dave, dan ia melihat Dave yang masih memakai pakaian santai nya, padahal ini sudah siang


"Kok nggak pakai pakaian untuk ke kantor?" tanya Sena dengan tangan yang terus membentuk adonan menjadi bunderan


"Kamu nya nggak siapin ya udah aku nggak pakai."


"Ya ampun sayang, aku kan lagi buatin kamu sarapan, masak ya sih kamu nggak bisa milih baju sendiri yang mana kira-kira yang mau di pakai"


"No no no, apa guna aku ada istri kalau kayak gitu harus aku yang nyiapin" Sena menghela nafas kasar


"Ya sudah makan dulu saja, habis itu baru ganti pakaian."


"Ok."

__ADS_1


Saat Sena memasuk kan adonan brekedel ke dalam minyak Dave seketika kaget melihat minyak yang menyiprat dan dengan replek ia menyembunyi kan wajah nya dibalik tubuh Sena


"Ngapain kamu sembunyi di belakang aku?" ketika Sena akan menggeser tubuh nya dan malah memegang kedua bahu Sena tak membolehkan istri nya bergeser, membuat Sena mengernyit kan dahi nya


"Minyak nya mengerikan, aku takut dia nyiprat ke wajah tampan ku"


"Astaga Dave! jangan lebay ngapa? aku yang masak nya biasa aja, lah kamu udah berdiri di belakang aku masih takut kena? dasar-dasar"


"Aku akan menunggu disini saja" Dave berjalan kearah meja pantry dan menduduk kan bokong nya disalah kursi disana


Sena pun lanjut dengan masakan nya dengan pelan ia membolak-balikan masakan nya agar matang dengan sempurna.


Selesai menggoreng Sena memindahkan nya kedalam piring dan membawa nya ke meja makan


"Sayang ini sudah siap, makan lah sekarang." Dave yang tengah memperhatikan kegiatan Sena pun langsung turun dari sana dan kembali duduk dikursi tunggal meja makan


"Kamu makan juga"


"Sabar ya aku siapin untuk bekal kamu dulu" Dave tersenyum


Ia melihat istri nya yang begitu cekatan mengurusi diri nya, bahkan istri nya sudah terlihat lelah sekarang


"Kamu capek sayang?" Sena menatap Dave lalu menggeleng


"Terima kasih ya sudah menjadi istri yang baik buat aku, maaf kalau aku belum bisa menjadi suami yang baik buat kamu"


"Ngga papa Daddy, semua butuh proses" mendengar Sena memanggil nya Daddy tiba-tiba hati Dave sesak


"Sayang maaf," ucap Sena merasa bersalah saat melihat Dave terdiam


"Tidak papa sayang. Apakah itu sudah selesai?" Sena mengangguk


"Kita makan dulu ya, baru kamu bantu aku siap-siap"


"Ya."


_


_


_


_


Vote nya yuk.

__ADS_1


__ADS_2