Possesif CEO

Possesif CEO
Kado Terindah


__ADS_3

Sena membuka matanya perlahan saat merasakan sesapan pada pucuk dadanya. Sena menggeleng pelan melihat Dave dengan mata terpejam tengah menyesap pucuk dadanya seperti bayi yang kehausan


Tidak tega untuk melepaskan dari mulut Dave, Sena mengelus surai suaminya yang terlihat begitu acak-acakan karena ulah nya semalam. Mengingat kegiatan mereka malam tadi wajah Sena jadi memerah


"Emm.." Sena menggigit bibir bawahnya ketika merasakan sengatan pada pucuk dadanya yang berada didalam mulut Dave. Sena menunduk untuk melihat apa yang terjadi, dan ternyata Dave dengan sengaja menggigitnya


"Jangan di gigit sayang," ucap Sena lembut, jika hatinya sedang ingin maka ia akan memanggil Dave dengan panggilan sayang. Dan jika ia sedang tidak ingin maka ia akan memanggil dengan nama


"Dia terlalu menggemaskan jadi rasanya ingin aku gigit terus." jawab Dave dengan suara serak dan mulut yang setia menyesap benda kenyal itu


Sena memejamkan matanya meresapi apa yang tengah suaminya itu lakukan. Ingin sekali rasanya ia melepaskan suara menjijikan yang ia tahan, namun rasanya tidak mampu karena takut Dave akan menyerangnya kembali


Mengingat ketakutan yang tengah melandanya Sena jadi mengingat soal kado yang telah ia siapkan untuk Dave


"Sayang, bisakah kamu melepaskan itu sebentar?" tanya Sena lembut ditelinga Dave. Dave mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Sena


Plop.


Bunyi dari benda kenyal itu terlepas dari dalam mulut Dave. Dan itu sukses membuat Sena mengerang singkat


"Kenapa? Kamu mau kemana memangnya?"


"Tolong ambilkan tas aku yang ada diatas meja itu sayang, aku malas turun dari sini," Dave mengikuti arah yang Sena tunjukan. Tanpa rasa malu sedikitpun Dave menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan Sena. Dan tanpa sehelai benang pun Dave berjalan menuju meja bundar tempat mereka berdua dinner semalam


"Kenapa kamu menutup mata kamu sayang?" tanya Dave merasa heran karena Sena menutup rapat matanya seakan takut dengan sesuatu


"Kamu tidak malu tubuh kamu polos seperti itu? Aku yang melihatnya saja malu!" ujar Sena dengan tetap menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan


Dave menunduk untuk melihat tubuh polosnya, lalu ia mengangkat kedua bahunya tidak perduli. Lagi pula istrinya itu sudah sering melihat tubuh polosnya


"Jangan lebay kamu sayang, lagian kamu sudah sering melihat aku polos begini." Dave menaiki kasur kembali dan masuk ke dalam selimut untuk melanjutkan kegiatannya yang sempat terhenti


"Ini mau apa lagi? Dave, kamu ini kenapa mesum banget ya?"


"Tadi saja panggil sayang, sekarang nggak ada mau langsung manggil nama."


"Awwhh!.." pekik Sena ketika Dave menggigit pucuknya

__ADS_1


"Kok di gigit sih? Sakit tahu!" kesal Sena dengan memajukan bibirnya ke depan seperti bebek


"Salah siapa manggil aku sayang karena ada mau aja," Sena memutar bola matanya malas


"Salah kamu itu yang mesumnya nggak ketulungan, aku itu mau ngasih kamu sesuatu tahu nggak!" Sena meringis saat Dave dengan tiba-tiba melepas pucuknya itu lagi


"Apaan tuh!" Dave menaik-naikan sebelah alisnya melihat benda yang keluar dari dalam tas istrinya


"Sabar dulu," Sena mengangkat tinggi-tinggi kado yang akan ia berikan kepada Dave. Melihat Dave yang sudah tidak sabar ingin mengetahui apa isi dari benda yang ia pegang saat ini malah membuat jantungnya berdegup kencang


"Katanya mau kasih aku, giliran aku mengambilnya malah tidak boleh!"


"Pakai dulu baju kamu baru aku kasih ini, kalau kamu tidak mau ya tidak papa." ucap Sena dengan mengetuk jari telunjuk di dagunya


"Idih suaminya disuruh pakai baju, dia sendiri nggak pakai baju!" seru Dave sambil memungut pakaiannya dan Sena yang tergeletak di lantai


"Suka-suka aku dong, lagi pula aku juga mau mandi." jawab Sena cuek, percuma juga jika ia harus memakain pakaiannya karena dirinya akan mandi


"Mau aku hitung dulu biar kamu cepat? Kamu itu seorang CEO loh Dave, kenapa jadi lambat seperti ini?" tanya Sena yang sudah kesal menunggu Dave begitu lama hanya mengancingkan kemeja saja


"Kamu kok jadi aneh begini sih?" tanya Dave bingung dengan tingkah istrinya hari ini, sudah sedari tadi sangat menyebalkan. Di tambah lagi teriak-teriak


"Udah nih!" seru Dave yng telah selesai mengancingkan semua kancing bajunya


"Astaga Dave! Itu celananya belum dipakai!" Sena menggigit bibir bawahnya menahan amarah yang ingin sekali ia keluarkan. Sena saja sampai bingung kenpa dirinya menjadi aneh seperti ini, apakah hormon ibu hamil sehingga moodnya berubah-ubah


"Kamu ngeselin ya hari ini, untung aku cinta. Kalau nggak..." Dave menggantungkan kalimatnya dan beranjak dari kasur agar mempermudah ia memakai celananya


"Kalau nggak apa?" tanya Sena mengangkat alisnya, dan itu terlihat seperti preman di mata Dave


"Kalau nggak apa Dave?" desak Sena agar Dave melanjutkan ucapannya tadi


"Kalau tidak aku kurung kamu didalam kamar ini." jawab Dave yang sudah sangat pusing menghadapi tingkah Istrinya saat ini


"Sudah. Mana cepat sini kado aku!" pinta Dave dengan mengadahkan tangannya berharap Sena akan memberikan kepadanya


"Enak saja, nggak mau." Dave mengangkat kedua alisnya bingung, Dave pikir istrinya ini salah minum obat sehingga seperti ini. Atau jangan-jangan karena makan banyak hingga membuat Sena terkena efek sampingnya

__ADS_1


"Kamu ini membuat orang penasaran saja, sudahlah aku mau mandi dulu. Aku bakal suruh Jerry untuk membeli obat biar kamu cepat waras." Sena dibuat menganga oleh ucapan Dave, suaminya itu secara tidak langsung mengatakan kalau dirinya tengah tidak waras atau biasa disebut orang gila


"Kamu beneran nggak mau tahu ini?" tanya Sena lagi sambil melihat kearah Dave yang tengah berjalan menuju kamar mandi. Tidak ada jawaban dari Dave, suaminya itu malah diam saja dan terus berjalan memasuki kamar mandi


"Apakah dia marah?" gumam Sena sedih karena melihat Dave mengacuhkan pertanyaannya. Sena menelungkepkan kedua tangannya diatas lutut dan menyembunyikan wajahnya disana


Sedangkan didalam kamar mandi Dave sedang mengguyur tubuh atletisnya dibawah shower. Rasanya begitu segar saat air menyentuh kulit tubuhnya


"Dia hari ini sungguh sangat aneh, aku rasa tidak ada yang salah dengan makanan yang terhidang tadi malam. Lalu mengapa ia menjadi seperti itu?" gumam Dave sambil menggosok-hosok dadanya


Tidak ingin berlama-lama didalam kamar mandi, Dave segara menyelesaikan ritual nya dan keluar dari sana. Dave merasa bingung melihat istrinya seperti sedang menangis itu


"Hei sayang kamu kenapa?!" tanya Dave dan mendekat. Dave mengangkat kepala sang istri untuk melihatnya


"Aku mengantuk."


"Huh!.." Dave menghela nafas kasar, ia pikir istrinya ini menangis


"Ini punya kamu!" Dave mengambil benda yang sedari tadi membuatnya penasaran itu, setelah itu Sena menidurkan dirinya kembali diatas kasur. Dave menatap Sena dan Benda yang terbungkus koran itu bergantian


Karena rasa penasarannya tidak terbendung lagi, Dave segera membuka bungkus itu perlahan. Dave semakin dibuat penasaran karena setelah koran itu terbuka, masih ada kertas kado lagi yang harus ia buka


Dave tersenyum melihat kotak apa itu, yang ternyata adalah bekas lipstik istrinya


"Apa-apaan dia ngasih aku kayak beginian," lalu Dave membuka kotak itu untuk melihat isinya


"Loh, lipstik nya mana?" Dave mengangkat kotak lipstik itu tinggi-tinggi dan jatuh lah benda pipih yang berukuran kecil diatas selimut putih kamar itu


"Apa ini?" Dave mengambil benda itu dan membolak-balikan benda itu. Dave memperhatikan seksama sebelum detik kemudian ia berteriak


"AAAA...."


_


_


_

__ADS_1


_


Bersambung...


__ADS_2