Possesif CEO

Possesif CEO
Menyerahkan (21+)


__ADS_3

Dave bangkit dari tubuh Sena dan melepaskan kain satu-satu nya yang melekat ditubuh atletis nya


Sena memalingkan wajah nya kesamping, dada nya naik turun ketika jantung nya berdebar sangat kencang


Nafas Sena semakin memburu ketika kasur empuk itu bergoyang, yang menandakan ada yang menaiki kasur itu


Dave memegang dagu Sena dan mengarahkan agar melihat wajah nya.


"Lihat aku sayang, jangan pernah memalingkan wajah mu dari ku."


Sena menggelengkan kepala nya, sungguh saat ini ia dilanda malu, bagaimana ia bisa melihat wajah Dave dengan keadaan pria itu bugil.


"Katakan pada ku apa alasan mu tidak ingin melihat wajah ku?" tangan Dave berusaha melepaskan kancing baju Sena yang sempat tertunda tadi


"Aku malu Dave" senyum Dave mengembang mendengar jawaban Sena


"Indah." gumam Dave memandang bagian sensitif tubuh atas Sena


"Eughh, Dave apa yang kamu lakukan?" Sena membuka mata nya dan melihat Dave sedang memandang dan mengelus dada nya


"Aku suka melihat ini." Dave menyusup kan tangan nya kebalik punggung Sena dan 'kilk' seperti orang yang handal hanya dengan sekali, kain yang munutupi bagian atas Sena sudah terlempar entah kemana, dan dengan polos nya Sena menyilangkan kedua tangan didepan dada agar Dave tak dapat melihat.


"Buka untuk ku sayang, biarkan aku melihat nya."


Sena menggelengkan kepala nya, mungkin wajah nya saat ini sudah memerah karna menahan malu


Dave tak kurang akal ia mulai mencium bibir Sena dengan lembut dan memaksakan lidah nya untuk masuk kedalam mulut Sena


"Akhh," lenguh Sena, tangan nya yang semula didepan dada kini beralih ke rambut Dave, mencengkram dengan kuat sebagai lampiasan dari kegiatan yang tengah mereka lakukan.


Dave tersenyum ketika Sena sudah hanyut dalam permainan nya, ia segera menurun kan ciuman nya menuju leher jenjang nan mulus milik Sena.


Sedangkan Sena sedang menghirup udara sebanyak-banyak nya, rasanya sangat engap saat lidah Dave tak berhenti memainkan bibir dan lidah nya.


Sena merasakan panas ditubuh nya ketika mulut Dave sudah sampai di bagian sensitif nya, Dave menyesap kulit putih Sena dengan kuat meninggal kan jejak merah yang akan hilang setelah beberapa hari


Dave mengangkat kepala nya dan tersenyum melihat karya nya yang begitu banyak dileher dan dada Sena.


Kedua tangan Dave menangkup kedua buah dada Sena, meremas nya pelan dan mengusap-usap pucuk merah muda itu dengan ibu jari nya.


Dave menatap wajah Sena yang juga tengah menatap dirinya dengan mata sayu, Sena terlihat menggairahkan saat ini.


Tak tahan dengan melihat dan memainkan nya, Dave langsung memasukkan pucuk dada Sena kedalam mulut nya, menyedot nya kuat seperti bayi.


Sena sudah sangat lemas oleh perlakuan Dave, sungguh ia tak kuat untuk tak melepaskan desahan nya, kepala nya menoleh ke kiri ke kanan gelisah


"Mendesah lah sayang, panggil nama ku didalam desahan mu." mata Dave menatap wajah gelisah Sena yang tengah tersiksa. Dengan mulut tetap terisi oleh benda kecil itu.

__ADS_1


"Ah Dave akkkuu tidakk kuu att ah ah." Dave menyeringai ia langsung melepaskan rok dan bagian terakhir yang menutup keindahan yang sesungguhnya


Tak ingin berlama-lama Dave segera memposisikan tubuh nya diantara kedua kaki Sena.


"Kita langsung ke inti sayang, ini akan sedikit sakit kamu bisa mencakar lengan ku atau menarik rambut ku untuk mengalihkan rasa sakit nya." Sena mengangguk


Dengan perlahan dan hati-hati Dave memasukkan milik nya kedalam milik Sena, berkali-kali bahkan Sena sudah meringis mencengkram lengan kencang Dave dan


Jleb


"Akhh, sakit Dave." Sena meneteskan air mata merasakan tubuh nya seperti terbelah dua


"Shuttt, sakit nya hanya sebentar sayang kamu yang kuat ya." Dave menghapus airmata Sena, dan mencium bibir Sena lembut mengalihkan rasa sakit yang dirasakan oleh Sena


"Terima kasih sudah menjaga nya untuk aku, aku mencintai mu sangat banyak Serafina." bisik Dave lalu menggerakkan pinggul nya pelan.


Kedua nya benar-benar menghabiskan pagi yang panas, bahkan Dave melakukan nya tidak hanya sekali tetapi berkali-kali sampai kedua nya tertidur karna kelelahan. Melupakan jika mereka sedang berada dikantor.


****


Sedangkan Jerry kini sudah berada diruangan nya, ia melihat kearah pintu ruangan bos nya yang sedari tadi tak pernah terbuka.


Biasa nya Dave sudah menghubungi nya untuk mengantarkan berkas-berkas yang harus diperiksa dan ditanda tangani


"Seharusnya dia sudah masuk kan hari ini, dan nggak mungkin juga dia belum datang jam segini" Jerry melihat jam ditangan nya sudah menunjukan pukul 11 dan itu artinya jam makan siang tinggal 1 jam lagi.


****


Jam terus berjalan kedua anak manusia itu masih nyenyak didalam tidur nya. Selepas menyelesaikan kegiatan panas kedua langsung tertidur karna kelelahan


Perlahan mata Dave terbuka, dan melihat pemandangan indah didepan nya. Dimana bibidari cantik yang selalu membuat nya jungkir balik kini sudah menjadi milik nya, dan hanya menunggu upacara pernikahan mereka yang akan dilaksanakan bulan depan.


Dave berharap anak nya cepat tumbuh didalam perut Sena, jika pun usaha nya tadi tidak berhasil ia akan melakukan nya lagi dan lagi sampai malaikat kecil itu hadir.


Dave mengelus wajah tenang Sena, ia tersenyum mengingat berapa jam yang lalu ia telah memasuki Sena. Sekian lama ia menahan akhir nya hari ini sampai juga


Dave mengecup pucuk kepala Sena dan segera bangkit dari sana, ia harus melanjutkan pekerjaan nya, biar kan Sena mengistirahatkan diri nya


Setelah mandi dan memakai pakaian nya yang baru yang berada didalam lemari kamar itu Dave segera keluar


Ia menghubungi Jerry agar segera ke ruangan nya


"Hallo, kamu dimana? cepat ke ruangan ku sekarang."


"Ya bos, saya segera kesana."


Dave menyandarkan punggung nya setelah sambungan itu terputus.

__ADS_1


Efek dari kegiatan panas tadi sungguh amat dasyat. Dave tidak pernah sebahagia ini bahkan saat Sena menerima untuk menjadi istri nya pun Dave tak sebahagia ini.


Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Dave.


"Masuk!"


Ceklek


Jerry masuk dan mendekat kepada meja Dave, dengan berkas yang ia bawa dari beberapa staf.


"Apa itu berkas yang harus aku periksa hari ini?" tanya Dave


"Ya bos, saya pikir bos tadi tidak masuk"


"Aku hanya sedang istirahat."


"Letak kan disini dan kamu bisa kembali ke pekerjaan mu."


"Ah iya bos, kalau begitu saya permisi." pamit Jerry


"Jerry tunggu,"


"Ya bos, apa ada lagi yang bisa saya bantu?"


"Aku minta maaf soal yang dirumah sakit kemarin." ucap Dave tulus


"Tidak papa bos. Saya mengerti ketakutan yang bos miliki, saya memaklumi itu."


"Terima kasih sudah mengerti aku. Kalau begitu kamu bisa melanjutkan pekerjaan mu."


Jerry mengangguk lalu keluar dari dalam ruangan bos nya.


_


_


_


_


Tolong jangan hujat aku ya.


karna memang itu alur nya, aku minta maaf kalau aku menjelaskan nya secara detail, kalian bisa skip kalau gak suka sama part ini.


Dan jangan lupa untuk vote nya ya.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2