
Sena mengerucutkan bibirnya saat Dave berjalan mendahuluinya. Sena melipat kedua tangannya didepan dada saat Dave sama sekali tidak menoleh ke belakang
"Tuan dan Nyonya sudah turun!" seru Bi Ina dan menggeser dirinya agar Dave bisa duduk ditempat kursinya
"Silahkan Nya!" Sena tersenyum, lalu duduk pada kursi yang sudah ditarik Bi Ina
"Terima kasih Bi,"
"Sama-sama Nya."
"Mau kemana Bi?" tanya Dave ketika melihat Bi Ina akan pergi dari sana. Bi Ina menghentikan langkahnya saat Dave bertanya
"Bibi akan ke belakang dulu tuan,"
"Duduklah, makan malam bersama disini." ucap Dave terdengar seperti perintah untuk Bi Ina. Bi Ina melihat kearah Nyonya nya yang juga tengah melihatnya
"Terima kasih tuan, tapi Bibi akan makan malam dengan yang lain dibelakang." jawab Bi Ina sopan agar Dave tidak tersinggung. Dave menganggukkan kepalanya mengerti
"Oh, oke." gumam Dave, Bi Ina pun pergi dari sana
Sena menoleh kearah Dave, seketika ia langsung tersadar dan menyiapkan piring Dave dan membubuhi nasi serta lauk ke dalam piring suami itu. Diam-diam Dave melihat sang istri yang tengah menyiapkan makan untuk dirinya
"Ini makan!" Sena menyerahkan piring itu dengan tersenyum, namun wajah datar lah yang ia dapatkan. Sena tersenyum kecut dan meletakkan piring itu dihadapan Dave
Dave mengambil alat makannya dan mulai memakan makanan yang sudah disiapkan oleh istrinya. Dave makan dengan sangat lahap, apapun yang istrinya itu masak ia selalu suka. Sena memang tahu selera nya, suapan Dave terhenti ketika matanya tidak sengaja melihat kearah Sena
"Kenapa tidak di makan?" tanya Dave karena melihat Sena seperti tidak berminat untuk memakan makan malamnya. Sena mengangkat kepalanya sebentar, lalu menggelengkan kepalanya
Dave menghela nafasnya, ia pun menarik kursi Sena menjadi menghadap dirinya. Sena cukup terkejut dengan apa yang Dave lakukan, ia menatap wajah suaminya itu. Sena juga melihat Dave menarik kursinya semakin mendekat kepadanya
"Kamu harus makan, ingat didalam sini ada anak kita. Jika kamu tidak makan maka kamu akan menyiksa dia," Dave mengambil piring Sena dan menyuapi istrinya. Saat sendok yang berisi nasi itu didepan mulutnya, Sena hanya diam saja sambil memandang wajah Dave tanpa berminat untuk membuka mulut
"Apakah dengan memandang wajah aku, kamu akan kenyang?" tanya Dave mengangkat alisnya melihat keterdiaman Sena
"Mau makan apa mau lihatin aku?" tanya Dave, Sena pun langsung tersadar dan langsung melahap nasi yang ada didalam sendok itu
"Jangan seperti ini, kamu harus makan. Tidak perduli kamu tidak ingin, tapi kamu harus pikirkan nyawa lain yang bergantung padamu." ucap Dave dengan tangan masih setia menyuapi sang istri. Sena harus tebal telinga, karena sepanjang Dave menyuapinya Dave mengomel tiada henti
"Glek.. Glek.." suara air masuk ke dalam tenggorokan Sena. Akhirnya ia bisa menafas dengan lega
"Nih buahnya!" Sena melihat anggur pemberian Dave. Sebenarnya sudah memakan salad buah tadi, tapi ia tidak mau Dave semakin marah
__ADS_1
"Kenapa jadi terbalik seperti ini sih? Seharusnya kan aku yang marah." batin Sena
Sena menatap Dave dengan tatapan membunuh, ingin rasanya ia menelan hidup-hidup suaminya itu karena telah berhasil memutar keadaan. Dave mengelap mulutnya dengan serbet dan beranjak dari sana, membuat Sena jengkel karena lagi-lagi Dave pergi tanpa mengajaknya
"AAAA.." teriak Sena saat tubuhnya melayang keatas
"Jangan membuat heboh seisi rumah," peringat Dave. Setelah melihat Sena mengangguk Dave pun membawa istrinya menaiki anak tangga menuju kamar mereka
***
Dengan pelan Dave menurunkan tubuh Sena diatas kasur, lalu ia pun ikut bergabung dengan Sena disana
Sena yang sejak tadi memperhatikan suaminya itu mulai tidak tenang karena Dave tidak mengajaknya untuk berbicara sama sekali malah memainkan ponselnya
"Dave," panggil Sena pelan
"Dave," panggil Sena lagi, namun tidak ada sahutan dari suaminya itu
"Sayang," panggil Sena lagi dengan embel-embel sayang dengan lembut. Dan bravo, Dave menoleh kearah nya
"Kamu kenapa diemin aku? Seharusnya kan aku yang marah sama kamu!" seru Dave tidak mau menanggapi ucapan istrinya
"Dave," panggil Sena sedikit kesal karena Dave kembali melihat ponselnya
"Siapa yang suruh kamu turun dari sini?" tanya Dave
"Kamu kan,"
"Aku nggak ada usir kamu ya, jadi jangan berani-berani pergi dari sini." Sena menggertakkan rahangnya dan menarik tangannya yang dipegang oleh Dave
"Nyebelin." gumam Sena, malas melihat wajah Dave, Sena me jatuhkan kepalanya diatas bantal dan menarik selimut itu untuk menutupi tubuhnya
Dave menatap horor punggung Sena yang sudah tertutup selimut tebal itu, dengan sekali tarikan selimut itu berhambur ke bawah lantai
"Dave!" teriak Sena
"Stttt.. Jangan berteriak sayang," Dave memeluk tubuh mungil istrinya dari belakang dan menyembunyikan wajahnya diceruk leher Sena
"Jangan membuat sesuatu yang membuat aku marah sama kamu. Aku nggak mau nyakitin kamu, jadi jangan pancing aku." bisik Dave
"Aku? Aku melakukan apa memangnya?" tanya Sena
__ADS_1
"Kamu! Kamu tidak sadar kalau kamu sudah membuat aku marah?" tanya Dave balik, Sena menggelengkan kepalanya
"Kamu tahu bukan kalau aku sangat anti dengan tempat yang kotor dan ruangan tempat yang aku tinggali itu berantakan," Sena menggigit bibir bawahnya, ia melupakan itu. Seharusnya ia membersihkan kamar mereka sebelum Dave datang, tapi ya sudahlah. Sudah terlambat juga pikir Sena
"Maaf, itu juga karena kamu. Coba saja kalau kamu nggak marah sama aku dan nggak selingkuh dibelakang aku." ujar Sena yang dimana itu membuat Dave membulatkan matanya
"Aku selingkuh?" tanya Dave, Sena mengangguk dan membalikkan badannya untuk menghadap Dave.
"Hahha... Hahhah.." Sena mengerutkan dahinya ketika suaminya itu tertawa. Dave menghentikan tawanya dan menatap tajam Sena
"Kamu ya, buat aku gemes deh." Dave mencubit pipi istrinya
"Aww.. Sakit tahu nggak!" Sena mengusap pipinya
"Hehe maaf." Dave juga ikut mengusap pipi Sena yang memerah
"Kamu aku tinggalin seminggu disini nggak apa-apa kan?" tanya Dave yang membuat Sena langsung terdiam dan menatap wajah Dave
"Maksud kamu?" tanya Sena
"Perusahaan aku di Paris sedang ada masalah, dan aku harus turun tangan langsung untuk itu."
"Apakah tidak bisa dikerjakan dari sini?" Dave menggelengkan kepalanya, ia membawa tangan Sena untuk ia genggam
"Kalau pun bisa aku juga tidak ingin pergi, aku tidak mau ninggalin kamu sendiri, tapi mau bagaimana lagi!" Sena terdiam dengan menggigit bibirnya dalam
"Apakah akan lama?" tanya Sena
"Tidak akan lama sayang, aku janji."
"Promise?" Dave melihat jari kelingking Sena dan wajah Sena bergantian
"Promise."
_
_
_
_
__ADS_1
Bersambung...
Happy new year semuanya.