
Dave memasuki kantor nya dengan senyum yang begitu cerah, semua karyawan yang melihat itu juga ikut bahagia melihat pimpinan nya si ceria itu
"Pagi bos," sapa salah satu karyawan yang berpapasan dengan Dave
"Pagi juga." jawab Dave tersenyum ramah
Dave terus berjalan dan memasuki lift yang khusus untuk CEO, ia menekan angka dimana ruangan nya terletak. Setelah sampai di lantai ruangan nya Dave langsung melangkah cepat
Sesampai nya di dalam ruangan Dave melepaskan jas nya dan menggantung kan di tiang gantung yang berada di samping kursi, ia mulai menyalakan komputer nya dan melihat apakah ada laporan yang belum ia baca.
Setelah dirasa tidak ada yang terlewatkan Dave mengambil koran yang terletak diatas meja kerja nya, ia membulak balikan koran itu sebelum membaca nya
Dave membuka koran itu dan seketika diri nya tersenyum dimana berita diri nya dan Sena masih menjadi perbincangan hangat, Dave pun membuka halaman selanjutnya mata nya melihat dengan begitu intens kepada gambar dan nama pria yang ia lihat pada hari itu, hari yang mengakibatkan anak pertama nya pergi untuk selama lama nya
"Riko Maheswara" gumam Dave
Ketukan dari luar membuat Dave yang sedang fokus dengan koran itu pun teralihkan, Dave menutup kembali koran itu dan meletakkan ditempat tadi
"Masuk!" Dave menyaman kan duduk nya
"Selamat pagi bos"
"Paju juga Jer."
"Apa jadwal ku hari ini?"
"Jadwal anda hari ini hanya melihat interview semua calon sekertaris anda."
"Tidak ada yang lain? dengan perusahaan Radian Syah?"
"Tidak ada bos, pertemuan terakhir dengan perusahaan Radian syah jadwal nya minggu depan"
"Membahas apa dipertemuan minggu depan?"
"Membahas malam puncak pembukaan hotel yang perusahaan mereka kerjakan"
"Hmm baiklah. Kapan aku akan melihat interview nya?"
"Pukul 09:00 nanti" Dave melihat pergelangan tangan nya yang masih menunjukan pukul 08:50
"Sepuluh menit lagi" ucap Dave pelan
"Aku akan menghubungi mu delapan menit lagi"
"Baik bos, saya permisi dulu"
"Jerry tunggu!" seru Dave saat Jerry akan berbalik badan
"Ya bos?"
"Tolong carikan aku biodata lengkap Riko Maheswara"
"Baik bos." jawab Jerry tanpa bertanya lagi dan langsung keluar dari ruangan Dave
__ADS_1
Dave menyangga dagu nya dengan tangan kanan, ia membuka komputer nya dan mencari nama seseorang
"Damn it." umpat Dave kala melihat data dan gambar wajah Riko
Ntah mengapa Dave jadi rindu dengan istri nya, Dave menyambar handphone nya yang berada diatas meja dan menghubungi Sena dengan Video call
"Hallo.." ucap Sena dari sebrang yang terlihat sedang bersandar di kepala ranjang
"Lagi ngapain sayang?"
"Ini, aku lagi baca majalah. Kamu kenapa nggak kerja malah video call aku?"
"Aku kangen sama istri cantik ku!"
"Belum ada dua jam kamu di kantor, udah bilang kangen sama aku? Pinter gombal kamu ya," Dave hanya bisa terkekeh kala melihat Sena yang terus berbicara tanpa henti
"Istri aku kok jadi cerewet gini ya?"
"Bilang apa kamu? nggak aku masakin kamu ya!" ancam Sena
"Jangan dong sayang, kamu kok makin seram aja sih?"
"Hahaha, aku bercanda kok." Dave tersenyum melihat Sena bisa tertawa lepas
"Kamu cantik hari ini sayang! Aku jadi pengen cepat pulang rasanya!"
"Jangan aneh-aneh kamu. Siapa yang bakal ngurusin pekerjaan kamu, kalau kamu pulang sekarang?"
"Apa guna nya aku punya asisten istri ku?"
"Kamu lupa sayang, dia aku gaji lho kerja sama aku!"
"Ihh, terserah kamu saja lah, pusing aku." Sena memajukan bibir nya ke depan
"Itu bibir nya ngapain maju-maju? minta cium hmm?"
"Mana ada?"
"Itu kamu sudah majuin bibir, pasti minta cium kan?"
"Nggak."
Dave tertawa puas sudah membuat istri nya jadi badmood, kedua nya pun berbincang bincang seperti orang yang sudah lama tidak bertemu, bahkan Dave melupakan jadwal nya sampai pada akhirnya Jerry lah yang harus ke ruangan Dave lagi
"Bos!" seru Jerry dari ambang pintu, Dave yang sedang asyik mengobrol ria dengan Sena pun menoleh kearah pintu
"Oh astaga aku lupa Jer,"
"Sayang aku tutup dulu ya, sampai jumpa dirumah dahh.." tanpa menunggu jawaban dari Sena, Dave langsung mematikan sambungan video call itu
Dave mengambil jas nya dan memasang kan kembali ke tubuh nya tak lupa memasuk kan handphone nya ke dalam saku jas
"Apa semua nya sudah berada disana?"
__ADS_1
"Ya bos, semua calon nya sudah berada disana."
Jerry mengikuti langkah Dave dibelakang menuju ruang khusus interview. Saat Dave masuk ke dalam ruangan itu semua staf yang bertugas pun berdiri memberi salam kepada pimpinan mereka
"Mulai sekarang."
Salah satu staf memberi kode kepada orang yang sudah mengatur antrian, Dave melihat dan menilai semua calon sekertaris nya. Ada sekitar sepuluh orang yang karyawan nya rekrut dan masuk ketahap ini
Semua nya memberikan jawaban yang terbaik pada hari ini sampai-sampai Dave bingung memutuskan pilihan nya
"Ok. Terima kasih banyak aku ucap kan kepada kalian semua yang sudah memberikan kepercayaan pada perusahaan kami, sehingga kalian bersepuluh ini berminat mendaftar menjadi sekertaris ku"
"Tapi aku minta satu hal kepada kalian semua yang tidak aku pilih. Jangan berkecil hati, karna untuk kalian yang tidak terpilih menjadi sekertaris ku, tetap aku pekerjaan sesuai dengan fashion kalian masing-masing. Itu pun jika kalian mau, kalau pun kalian tidak mau ya tidak papa"
"Dan yang aku pilih menjadi sekertaris aku hari ini adalah______," Dave melihat kearah mereka satu persatu
"Kamu!"
Semua orang melihat kearah gadis yang tengah menunduk
"Aku?" tunjuk nya pada diri nya sendiri ketika semua orang tengah menatap diri nya
"Ya kamu. Kenapa? Apa kamu keberatan?"
"Kalau kamu keberatan aku bisa pilih yang lain."
"Eh tidak-tidak pak, saya mau kok jadi sekertaris bapak. Tadi saya hanya syok dan tidak percaya kalau saya yang bapak pilih." Dave mengangguk-anggukan kepalanya
"Dan untuk kalian sembilan bisa ke panitia yang lain ya, mereka akan menyeleksi kalian yang ingin bekerja disini."
"Untuk kamu!" tunjuk Dave pada sekertaris baru nya
"Siapa nama kamu?"
"Sheila Putri pak,"
"Ok Sheila, kamu bisa ikut asisten saya dan bisa menanyakan kepada dia apa saja tugas kamu, saya tidak mau kamu masuk besok belum tahu apa-apa."
"Dan kamu Jer, bantu bimbing dia. Aku akan kembali ke ruanganku duluan."
"Terima kasih untuk hari ini." ucap Dave melihat semua orang yang bertugas di dalam ruangan itu
"Sama-sama pak."
"Saya permisi duluan!" seru Dave lalu berlalu dari ruangan itu
_
_
_
_
__ADS_1
Hanya beberapa orang aja yang berkenan untuk bantu vote, yang lain nya??
Btw terima kasih yang udah bantu vote.