Possesif CEO

Possesif CEO
Tidak Sopan


__ADS_3

Biar aku tambah semangat, yuk dukung aku dengan vote! Gratis kok!


****


Di dalam sebuah apartemen, dimana ia sudah terbiasa tinggal sendiri tanpa ada seorang pun yang menemani. Tapi untuk kali ini Caca merasa aneh karena indra penciumnya sejak tadi mencium aroma wangi dari sebuah masakan


"Aneh." gumam Caca, ia yang sedang memakai pakaian itu pun mempercepat agar bisa melihat apakah hanya hidungnya yang bermasalah atau memang benar ada seseorang yang memasak


"Tidak tahu apa aku lapar begini, malah dibuat tambah lapar dengan aroma masakan ini."


kesal Caca, selesai berpakaian ia langsung melangkah keluar tanpa merapihkan rambutnya terlebih dulu


"Aku sendiri tinggal disini, lalu siapa yang memasak? Apa jangan-jangan... Aishh tidak-tidak kenapa kamu menakuti dirimu sendiri?" Caca menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan sesuatu yang membuat dirinya takut


Caca melangkah menuju dapur dengan sangat pelan, ia hanya ingin memastikan apakah dugaannya salah atau tidak. Sesampainya di dapur, Caca begitu sangat terkejut melihat sosok pria yang sangat ia kenali.


Caca berdiri menegang di tempatnya, tidak ada yang bisa ia katakan, bahkan lidahnya saja terasa begitu kelu untuk bersuara. Caca tidak menyangka kalau pria itu masih mengingatnya setelah dua hari yang lalu mendiamkannya selayaknya ia adalah orang asing


Radian tersenyum setelah meletakkan hasil makanannya diatas meja, ia menoleh ke depan saat merasakan ada orang lain disana. Lagi-lagi Radian tersenyum saat melihat wanita yang mengisi hatinya untuk beberapa bulan belakangan ini tengah berdiri disana sambil menatap dirinya


"Sudah bersiap? Aku pikir kamu belum bangun tadi." ujar Radian dan mengelap tangannya. Setelah meletakkan kain lap itu, Radian melangkah menuju tempat Caca berdiri


"Apa yang membawa anda kesini Mr. Radian Syah?" tanya Caca dengan wajah yang tidak bersahabat. Melihat Radian yang semakin mendekat, Caca melangkah mundur dengan sesekali melihat ke belakang takut ia akan menabrak sesuatu


Radian menyeringai sambil menikmati wajah panik Caca, dengan sengaja ia terus maju dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana yang ia kenakan


"Berhenti disana Mr. Radian, apa yang anda mau sebenarnya?" tanya Caca yang mulai kesal karena terus saja mundur.


Bugh.

__ADS_1


"Ehh.." keluh Caca merasakan sakit pada punggungnya yang terbentur dinding, Caca menengok ke samping, seketika ia menghela nafas lega ketika melihat ada meja hias yang serba kaca disamping nya.


Caca menolehkan kepalanya lagi ke depan ketika melihat tangan Radian sudah menempel pada dinding dan itu tepat diatas bahunya. Caca sangat benci senyum itu, senyum itu terlihat begitu mengejek dirinya


"Untuk apa kamu kesini? Bukankah kita sudah tidak memiliki status apapun lagi?" Caca mendengus sebal, ia benci melihat mata itu menelusuri wajahnya dan tersenyum menyeringai


Saat Radian mendekatkan wajahnya, Caca berusaha menghindar dengan menoleh ke kiri. Namun itu malah membuat Radian merajalela dengan meniup telinganya dan menjilati telinganya dan turun ke bawah


"Apa yang kau lakukan Radian?!" tanya Caca lirih karena ia merasakan sesuatu yang berdesir dan menari-nari didalam perutnya. Radian menyudahi kegiatan usilnya dan menjauhi kepalanya untuk melihat wajah Caca


Sungguh hari ini ia tidak bisa menahan rasa bahagia nya, membuat Caca terkejut saja ia sudah senang, apalagi membuat wajah wanita di depannya ini memerah bak kepiting rebus


"Kamu terlihat sexy jika dengan rambut seperti ini, apakah kamu tahu kalau aku ada disini? Dan sengaja tidak merapihkan rambutmu terlebih dulu?" nafas Caca naik turun, rasa kesal semakin menggunung di hatinya melihat tingkah Radian yang seperti orang tidak memiliki dosa


"Aku tanya sekali lagi, apa tujuanmu datang kesini? Kamu tahu bukan, sangat tidak sopan seseorang masuk ke tempat tinggal orang lain tanpa dipersilahkan masuk oleh tuan rumahnya?" Caca mencengkram kedua tangannya erat-erat, ingin sekali rasanya ia memberikan pukulan pada wajah pria yang ada didepan nya saat ini


"Aku tidak perlu izin siapa-siapa untuk masi ke dalam sini." jawab Radian


"Aku tidak tahu kalau kamu pintar mengumpat," ujar Radian


"Tapi untuk kali ini aku maafkan, jika lain waktu kamu mengumpat didepan wajahku lagi, akan aku..." Radian menatap wajah Caca dalam, begitu pula sebaliknya. Dengan nafas tersengal menahan amarah, Caca menatap tajam Radian


"Akan apa hah? Kamu pikir aku akan takut dengan ancaman mu itu?" tantang Caca


"Jangan menantangku sayang," ucap Radian pelan. Dan lagi, Radian kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Caca. Tapi kali ini Caca tidak memalingkan wajahnya


"Akan ku habisi mulutmu dengan mulutku jika kamu berani mengumpat lagi didepan ku."


****

__ADS_1


"Sayang bangun, ini sudah siang apa kamu tidak ke kantor?" Sena menepuk-nepuk bahu Dave agar bangun


"Sayangku, cintaku. Biarkan aku tidur untuk lima menit ke depan, sungguh aku sangat mengantuk sayang." jawab Dave dan menarik guling lalu memutar badannya untuk membelakangi Sena.


Sena hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia mendekati Dave dan melihat wajah Dave yang begitu polos ketika sedang memejamkan matanya.


"Baiklah, aku akan membiarkan kamu tidur lima menit. Aku akan menghidupkan alarm, jika kamu tidak bangun setelah aku selesai memasak lihat saja." peringat Sena. Ia pun meraih jam bekerja yang berada diatas nakas dan menghidupkan alarm agar Dave bangun nantinya


"Jika sudah mendengar alarm berbunyi cepatlah bangun. Aku akan membuatku sarapan untuk kamu. Dan pakaian mu sudah aku si..."


"Sayang... Kenapa kamu hari ini begitu sangat cerewet?"


"Kamu?" Sena mengepalkan tangannya dan bersiap akan memukul Dave, namun ia urungkan niatnya


"Aishh.. Sudahlah, awas saja jika aku kembali kamu belum siap." ucap Sena dan segera turun dari atas kasur


Ceklek.


Saat mendengar pintu tertutup, Dave menoleh kearah pintu. Ia tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya. Merasa dirinya masih mengantuk, Dave menarik selimut itu untuk menutupi tubuhnya


"Punya istri salah, tidak punya istri lebih salah." gumam Dave dan melanjutkan tidurnya


_


_


_


_

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2