Possesif CEO

Possesif CEO
Siapa Wanita Itu


__ADS_3

"Mamah ada apa?" tanya Vino yang melihat wajah mamah nya tidak bersahabat. Vina yang mendengar itu mendongakkan kepalanya dan menatap wajah mamah nya yang begitu mengerikan untuk gadis kecil itu


"Mamah," panggil si kecil, membuat Sena tersentak dari lamunannya. Untung saja hari ini ia menggunakan sopir, jika tidak entah apa yang akan terjadi dengan mereka jika Sena mengemudi sambil melamun


"Ya sayang? Maaf ya Mamah tidak fokus, anak-anak Mamah mau apa sayang?" tanya Sena kepada kedua buah hatinya yang tengah menatap dirinya dengan lekat, membuat Sena yang di tatap seperti itu menjadi salah tingkah sendiri


"Ekhmm... Kok pada lihatin Mamah seperti itu? Apa ada yang salah sama penampilan Mamah?" kedua kakak beradik itu menggeleng kompak


"Tidak, hanya saja Mamah sangat aneh akhir-akhir ini." ujar Vano yang melihat gelagat mamah nya semakin aneh akhir-akhir ini


"Mamah hanya merasa sedikit pusing sayang," jawab Sena dengan senyum manis agar anak-anaknya tidak khawatir


"Mamah sakit?" tanya Vina yang sejak tadi tidak berhenti menatap lekat wajah sang mamah


"Kita langsung ke tempat Oma ya sayang!" seru Sena, pasalnya kali ini ia ingin datang ke kantor setelah satu minggu tidak bisa hadir karena masalah yang sedang menimpanya dan Dave, bersamaan dengan kepalanya yang tiba-tiba pusing dengan tubuh yang sewaktu-waktu menjadi lemas


"Asyik... Aku bisa main dengan Liona lagi!" teriak Vina girang, pasalnya gadis kecil yang bernama Liona itu baru saja pindah rumah yang berhadapan dengan rumah sang Oma. Dan yang membuat Vina lebih bebas bermain dengan Liona karena Ayah dari teman bermainnya itu merupakan sahabat baik dari mamah nya yaitu Riko Maheswara


"Mamah sama Papah baik-baik saja kan?" sekali lagi Sena tersenyum manis kepada putranya dan mengangguk pelan


"Ya sayang, Mamah sama Papah baik-baik saja. Ini Mamah juga lagi mau ke kantor sekalian nemenin Papah makan siang." Vano mengangguk pelan tanda mengerti. Bukan hanya tampan yang Dave turunkan kepada anaknya, tetapi otak yang cerdas. Vano yang masih berumur 7 tahun lebih itu sudah sangat mengerti urusan orang dewasa


****


"Kamu yakin sayang mau nyusulin Dave? Wajah kamu kelihatan pucat sekali!" Sena menampilkan senyum manisnya


"Aku enggak apa-apa Mah, mungkin ini efek kurang tidur. Mamah jangan khawatir ya, aku baik-baik aja." Veny mengangguk pelan

__ADS_1


"Ya udah deh kalau seperti itu, kamu hati-hati ya di jalan."


"Siap. Aku titip anak-anak Mah!" setelah itu Sena masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah ia buka sebelumnya


"Jalan pak!" seru Sena kepada sopir pribadinya


"Baik Bu."


****


Berbeda dengan Sena yang sedang berada dalam perjalanan menuju kantor suaminya, kini Dave nampak sedang berbincang serius dengan salah satu wanita cantik didalam ruangannya, tidak tahu apa yang sedang mereka bahas, tapi nampaknya itu begitu sangat serius dan tidak dapat di ganggu


"Mau berangkat sekarang?" tanya Dave, setelah pembahasan mereka selesai


"Boleh." senyum wanita itu mengembang. Dave pun beranjak dari duduknya di ikuti oleh sang wanita


"Dia sedang membeli barang yang kamu minta, aku akan menyuruhnya untuk mengantarkan ke sana." wanita itu mengangguk paham dan berjalan beriringan


Saat sudah sampai di lantai satu semua mata tampak melirik kepada atasan mereka yang begitu tampan dengan senyum tipisnya saat sedang berbincang dengan wanita cantik di sampingnya


"Aku penasaran dengan wanita itu, dia terlihat begitu sangat dekat dengan Presdir,"


"Itu juga yang ingin aku tahu, semenjak istri Presdir tidak bekerja wanita itu selalu muncul dan terlihat begitu sangat akrab dengan Presdir."


"Apa terjadi sesuatu dengan rumah tangga mereka?"


"Tidak mungkin, apa kamu tidak melihat berita jika rumah tangga mereka begitu harmonis dan dijuluki dengan family goals."

__ADS_1


"Berhentilah bergosip jika kalian masih ingin bekerja di sini. Lebih baik kita kembali bekerja sebelum ada yang mendengar gosipan kalian mengenai Presdir."


"Ya, ayo kita kembali bekerja saja!" itulah bisik-bisik para karyawan yang tidak jauh dari sana dengan memperhatikan Presdir mereka dengan seorang wanita cantik dan tinggi


****


"Bapak bisa pulang duluan, tidak perlu menunggu." ucap Sena kepada sopirnya sebelum turun dari sana


"Baik Nya." setelah itu Sena segera turun dari sana


Baru satu langkah kakinya bergerak, tetapi harus kembali berhenti saat melihat sosok tak asing didepan pintu masuk dengan senyum manis kepada seorang wanita cantik dan cukup tinggi.


Tidak lama dari itu sebuah mobil yang sangat ia kenali berhenti tepat dihadapan keduanya, ia itu mobil perusahaan yang digunakan Jerry untuk mengantar jemput Dave jika Dave tidak mengemudi sendiri


"Siapa wanita itu?" gumam Sena, saat mobil itu sudah berlalu dari sana


"Aku harus ikuti, mungkin ini jawaban dari semua sikap Dave akhir-akhir ini." Sena pun bergegas berlari ke pinggir jalan dan menyetop taxi yang kebetulan ada disana


_


_


_


_


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2