Possesif CEO

Possesif CEO
Apakah Dia Istrimu?


__ADS_3

Sudah hari keempat sejak kedatangan Dave ke Paris untuk melihat masalah yang ada didalam perusahaan nya. Dan akar dari permasalahan yang tidak bisa di hadapi oleh sekretarisnya itu sendiri adalah perbuatan dari kekasih dari sekretarisnya


"Saya akan membawa kasus ini ke jalur hukum Jon, kamu tahu bukan tidak hanya sekali kekasih mu itu menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan nya sendiri." ujar Dave kepada Joni yang duduk di sofa ruangan itu, tidak hanya ada Dave dan Joni saja, tetapi Jerry dan Sheila juga berada didalam ruangan itu


"Iya Presdir saya tahu untuk itu, tapi apakah tidak ada keringanan untuk dia?" tanya Joni sedikit takut, sungguh ia juga tidak akan bisa memaafkan kekasih nya, tetapi untuk dipenjara Joni sedikit kasihan


"Keringanan kata kamu? Dia membuat perusahaan ku rugi milyaran, dan kamu minta keringanan. Ok, aku akan memberi keringanan," Joni tersenyum ketika Dave mengatakan akan memberikan keringanan, ia langsung mengucapkan terima kasih kepada Dave


"Terima kasih Presdir, terima kasih banyak."


"Jangan senang dulu Jon,"


"Maksud Presdir?" tanya Joni bingung


"Aku akan memberi keringanan jika kekasih mu itu mengembalikan semua uang yang telah ia curi. Walaupun dia sudah kabur, aku masih bisa menangkap nya. Jika perlu perusahaan orang tuanya akan aku boikot agar ia tidak lancang bermain belakang di perusahaan ku." Dave tersenyum devil, ia dapat merasakan ketegangan yang tengah melanda tubuh Joni sekretarisnya atau sahabatnya waktu menempuh pendidikan di Paris


"Dia sangat keren ketika menyeringai, membuat aku semakin ingin memilikinya." batin Sheila yang sedari tadi hanya diam dan menyaksikan Presdir nya berbicara dengan sekretarisnya yang lain


"Kamu tahu aku kan Jon, aku tidak pernah bermain-main jika sudah berucap. Jadi cepat hubungi kekasih mu itu untuk memikirkan, sebelum aku bertindak." Dave beranjak dari duduknya dan merapikan jas nya yang terlihat kusut. Sedangkan Joni hanya bisa menundukkan kepalanya


"Kamu menempatkan orang yang salah, walaupun dia kekasih mu tapi belum tentu dia dapat diandalkan. Aku ingin besok di adakan rapat, karena mungkin besok aku akan menunjuk seseorang untuk menjadi CEO perusahaan ini."


"Baik Presdir." jawab Joni sedikit gugup


"Sampai bertemu besok." Dave melangkah keluar dari sana di ikuti Sheila dibelakang, namun Jerry belum beranjak dari sana, ia melangkah mendekati Joni


"Aku percaya padamu Jon, kamu adalah tipe orang yang bertanggung jawab. Semangat, aku mengerti posisi mu saat ini."


"Terima kasih banyak Jerr, kamu juga orang yang dapat di percaya maka sampai detik ini kamu masih bisa bertahan dengan Dave yang segala tingkah lakunya." Jerry dan Joni terkeke pelan


"Ya begitulah dia, ya sudah aku permisi dulu. Sampai jumpa besok!" Jerry memberikan dua tepukan di bahu kanan Joni sebagai isyarat untuk semangat, Joni mengangguk dan tersenyum. Ia menatap kepergian Jerry dari ruangan itu

__ADS_1


****


Semua karyawan menunduk saat melihat pimpinan mereka, Dave juga ikut menundukkan sedikit kepalanya ketika para karyawan yang berlalu lalang melihat dirinya. Sesampainya di lobi, Dave menghentikan langkahnya


"Jerr, aku akan ke rumah nenekku, apakah kamu dan Sheila mau ikut?"


"Emm.."


"Apakah boleh kami ikut Presdir?" tanya Sheila mendahului Jerry yang akan menjawab pertanyaannya. Jerry yang tadinya ingin menolak hanya menatap datar Sheila


"Wanita ini sungguh sangat ganjen. Semoga tuhan menjauhkan aku dari para wanita seperti dia." batin Dave


"Tentu saja. Bagaimana Jerr?"


"Oh, iya pak Presdir, saya ikut apa yang menurut anda baik saja." Dave pun mengangguk, ia pun melanjutkan langkahnya menuju parkiran khusus


Jerry pun maju untuk membukakan pintu penumpang, Dave pun langsung masuk. Tapi ketika ia ingin mengambil ponselnya, ia terkejut saat Sheila ingin duduk di sampingnya


"Apakah aku memberimu izin duduk disini?" tanya Dave datar, ia sungguh tidak menyukai ada orang lain yang duduk di sampingnya kecuali orang tua dan sang istri


"Rasakan itu wanita ganjen, masih saja berusaha menggoda pak Presdir." Jerry menggelengkan kepalanya, ia segera menutup pintu setelah Sheila keluar dan sedikit berlari memutari mobil itu untuk duduk di kursi depan


"Hallo sayang!" mendengar suara Dave yang begitu lembut, Sheila melihat dari kaca spion yang berada diatas kepalanya


"Iya, aku sedang menuju rumah nenek. Mungkin besok aku pulang," Sheila melihat tidak suka senyum manis yang terpancar di wajah Dave saat berbicara kepada seseorang di sebrang


"Tunggu ya, aku pasti pulang kok. Iya sayang, aku nggak bakal macem-macem, jangan mikir yang aneh-aneh. Aku tutup dulu ya, bye!"


Klik.


Sambungan itu terputus, Dave tersenyum dengan memandangi benda pipih yang menampilkan wajah Sena

__ADS_1


"Sudah aku bilang, hilangkan rasa itu. Dia sudah jadi milik orang lain." gumam Jerry, namun masih dapat didengar oleh Sheila. Sheila menatap tidak suka Jerry yang selalu ikut campur urusannya, ia memutar tubuhnya untuk menghadap ke jalanan melalui kaca pintu di sampingnya


Jerry tersenyum melihat reaksi wanita ganjen di sampingnya itu, ia pun memilih untuk fokus ke depan agar cepat sampai pada tujuan mereka.


****


"Nenek, i'm coming!" seru Dave sambil melangkahkan kakinya memasuki rumah besar bergaya Eropa itu. Wanita yang lanjut usia yang ia panggil Nenek ini adalah Mommy dari Papah nya, hanya tinggal Nenek nya sajalah. Sedangkan Kakek nya sudah tiada sejak Papah nya masih duduk di bangku kuliah


"Cucu ku, kamu datang sayang?!" Dave mendekat kepada Nenek nya dan memeluk tubuh ringkih tua itu dengan begitu sangat manja. Jerry tersenyum melihat pemandangan didepan nya, sedangkan Sheila masih sibuk memperhatikan rumah besar itu


"Aku sangar rindu dengan Nenek, apakah Nenek juga merindukan aku?" tanya Dave lalu melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik milik Nenek nya. Walaupun sudah lanjut usia begini wanita tua ini masih terlihat cantik dan sehat


"Tentu saja Nenek merindukan kamu, sejak dua tahun kamu pulang ke Indonesia, kamu belum pernah menginjakkan lagi kakimu dirumah ini." jawab Nenek Dave yang bernama Diva Alaxander itu. Dave tersenyum mendengar jawaban sang Nenek


"Sekarang aku berada dirumah ini, dan berada dihadapan nenek." ucap Dave balas menggenggam tangan keriput Diva, ia tersenyum melihat air mata yang keluar di ujung mata wanita tua didepan nya


"Masih sama seperti dulu, tetap saja cengeng seperti anak kecil." ledek Dave menghapus air mata itu


Plak.


"Cucu Nenek kenapa menjadi jahat seperti ini?" tanya Diva membuat Dave terkekeh


"Dengan siapa kamu datang nak?" tanya Diva, lalu melihat seorang pria dan wanita berdiri dibelakang Dave. Jerry dan Diva tersenyum


"Apakah dia istrimu?.."


_


_


_

__ADS_1


_


Bersambung...


__ADS_2