
Setelah cukup lama berdiam diri dikantin Jerry memutuskan untuk kembali ke ruangan nya, ia tak mau mengambil resiko saat Dave membutuhkan dirinya ia tak ada diruangan.
"Buk. Uang nya saya tinggalkan diatas meja ya!"
"Ya mas!" seru ibuk itu
Jerry segera meninggalkan kantin yang berada diarea kantor itu dan memasuki gedung kantor nya dengan langkah yang sedikit cepat dan setiap langkah kaki Jerry mata karyawan wanita yang sedang melakukan tugas mereka pun tak lepas dari ketampanan yang dimiliki oleh asisten pemimpin mereka
Wajar saja dengan usia yang cukup dewasa dan karir yang cukup mapan tidak mungkin tidak ada wanita yang tertarik, hanya saja wanita-wanita dikantor itu tidak ada yang menarik dimata Jerry.
Mungkin jika ia dikasih Sena, ia tak akan menolak sama sekali. Tapi sayang bos nya sudah lebih dulu dari dirinya, bahkan saat pernikahan kemarin Jerry dapat melihat cinta dari kedua nya.
Ting!
Pintu lift yang membawa Jerry ke gedung yang terdapat ruangan nya kini sudah terbuka, saat keluar dari dalam lift Jerry melihat Sena keluar dari ruangan yang ia tempati dulu
"Nona Sena!" seru Jerry dari belakang Sena
"Hey kamu Jer, darimana kok kelihatan nya terburu-buru sekali?"
"Dari kantin, apa yang nona bawa?"
"Bisa tidak jangan memanggil ku nona, aku sungguh sangat risih saat dipanggil nona"
"Lalu saya harus memanggil anda apa?" tanya Jerry sopan
"Panggil saja Sena, aku lebih muda dari mu rasanya tidak sopan kalau kamu memanggil ku nona"
"Tapi sekarang nona adalah istri bos ku, itu tidak sopan jika saya hanya memanggil anda dengan nama." ucap Jerry
"Tidak papa, jika pun nanti Dave marah bilang saja aku yang menyuruh mu."
"Baiklah kalau seperti itu, saya akan memanggil anda dengan nama untuk sekarang dan kedepannya"
__ADS_1
"Itu kamu masih memanggil ku dengan anda"
Jerry tersenyum kikuk saat mulut nya masih belum terbiasa memanggil sekertaris bos nya yang sekarang sudah menjadi istri dari bos nya dengan panggilan nama
"Eh maaf, saya tadi belum terbiasa saja" ucap Jerry sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
"Ya tidak papa, jangan terlalu grogi seperti itu. Santai aja sama aku, anggap aja aku teman kamu" Sena tersenyum melihat Jerry mengangguk kan kepala
"Kalau gitu aku anterin ini ke bos dulu, takut dia marah. Kamu tau kan kalau dia sudah marah seperti monster yang menyeramkan" Jerry terkekeh mendengar ucapan Sena, selama ia bekerja diperusahaan Dave dan menjadi asisten nya Dave, bos nya itu tidak pernah sama sekali marah kepada nya. Mungkin Dave akan kesal jika Jerry terlalu sering bertanya apa yang sudah bos nya jelaskan dan Dave tidak suka orang yang banyak bertanya dan tidak mau mengikuti aturan nya.
Yang Jerry lihat dari bos nya selama ini adalah bos nya perhatian kepada semua karyawan, perhatian dalam arti agar karyawan nya betah bekerja di perusahaan nya. Bukan seperti perhatian nya terhadap Sena
"Tidak boleh bicara seperti itu, bos Dave sekarang adalah suami kamu jadi kamu sudah seharusnya menerima semua apa yang ada dirinya, termasuk sifat buruk nya."
"Wah ternyata aku kalah darimu, kamu bahkan sangat mengerti Dave, bahkan aku yang merasa paling mengerti Dave pun tidak tau kalau dia memiliki sifat yang tidak aku ketahui"
"Saya memahami nya karna dia bos saya, itu sudah menjadi tugas saya mengetahui apa kebiasaan bos saya."
"Ok deh, kedepan nya aku akan belajar lagi agar aku bisa memahami semua yang ada di dirinya"
"Silahkan, kamu bisa melanjutkan pekerjaan mu" Jerry mempersilakan Sena untuk meneruskan pekerjaan yang sempat terhenti
"Dave!" seru Sena saat melihat Dave sudah berdiri sambil bersedekap dada dengan jarak yang tak terlalu jauh dari tempat Sena dan Jerry berdiri.
Jerry yang mendengar Sena menyebutkan nama bos nya langsung melihat kearah pandang Sena, dan betapa kaget nya saat melihat Dave menatap kearah nya dan Sena dengan raut wajah yang cukup menyeramkan
"Bos,"
"Aku menggaji mu bukan untuk bergosip, kembali ke ruangan mu dan aku akan menghubungi mu untuk menanyakan laporan kerjasama dengan perusahaan Radian Syah."
"Baik bos" Jerry sedikit membungkuk kan kepala nya dan melangkah tanpa melihat kearah Sena lagi
Dave sedikit melirik kearah Jerry saat melewati nya, ada perasaan kesal dihati nya karna telah berani nya mengajak Sena berbicara saat dirinya tak ada dan ada juga rasa senang saat Jerry sedikit memberi arahan agar Sena bisa memahami dirinya. Tapi tetap saja dia cemburu, tak ada pria lain yang bisa dekat atau hanya sekedar berbicara singkat seperti Jerry tadi
__ADS_1
Sedangkan Sena tetap berdiri ditempat nya dengan menundukkan pandangan, terlalu menyeramkan melihat mata Dave yang menatap nya tajam. Sungguh tak ada yang lebih menakutkan bagi Sena selain melihat Dave sudah murka
"Kenapa masih berdiri disana? aku menyuruh mu apa tadi hah?" Sena menelan saliva nya kasar saat mendengar suara datar Dave
"Cepat bawakan itu ke ruangan ku," Dave berbalik dan membuka pintu ruangan nya yang hanya berapa langkah saja dari tempat nya berdiri
"Ada-ada saja, aku menunggu nya lama didalam, malah dia sedang asik-asik berbincang dengan pria lain" gumam Dave yang masih dapat didengar Sena
Saat Sena memasuki ruangan kerja bos sekaligus suami nya itu, dapat ia lihat suami sedang duduk di kursi kebesaran nya sambil memutar-mutar kan kursi itu seperti anak kecil
Sena terlihat begitu gugup sekarang, seperti orang yang habis ketahuan mencuri begitu Sena saat ini. Mengapa ia mempunyai nya suami yang begitu menyerampakan dan sial nya itu ia begitu sangat mencintai pria dihadapan nya ini
"Coba kamu hitung berapa menit aku menunggu mu disini!" seru Dave dengan menyangga dagu nya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari nya
Dave semakin dibuat kesal saat melihat Sena tetap diam dengan menunduk, kenapa saat dengan Jerry tadi ia sangat antusias bicara
"Kamu bisu sekarang?" Sena menggeleng pelan
"Kenapa tidak menjawab ku? angkat kepala mu sekarang!" tak ingin Dave semakin marah, Sena mengangkat kepala nya perlahan dan melihat Dave yang sedang menatap nya dengan wajah datar nya tadi
"Sekarang hitung berapa menit aku menunggu mu disini" perintah Dave. Sedangkan Sena hanya mampu menggigit bibir bawah nya, ia tidak tau berapa menit ia mengambil berkas dan tak kembali dan melupakan perintah Dave yang menyuruh nya segera membawa berkas keruangan nya karna terlalu asik berbincang dengan Jerry
"Itu..."
_
_
_
_
Bantu aku yuk dengan cara vote, like dan share ke teman dekat kalian. Biar aku tambah semangat nulis nya.
__ADS_1
Terima kasih