
Setelah memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Sena, Dave keluar dari ruangan itu dan menelpon kedua orang tua nya agar mereka kembali dulu. Dave meminta mereka untuk memakai jet pribadi agar cepat sampai
Dave meminta kepada Jerry untuk menjemput orang tua nya dibandara nanti, sebenarnya Dave tidak tega meminta kedua orang tua nya kembali. Sedangkan mereka saja mungkin baru sampai dikediaman sang nenek
Tapi mau bagaimana lagi keadaan masih seperti ini, Dave hanya takut Sena belum bisa menerima kenyataan ini. Dan Dave takut Sena tidak ada yang mengurus. Bukan karna Dave tidak mau, dia hanya takut Senang tambah setres kala melihat diri nya
Dokter mengatakan Dave harus menjaga emosi Sena agar Sena tidak setres, dokter menyarankan Dave harus melakukan sesuatu yang membuat Sena melupakan kejadian hari ini
Dave menanyakan kepada sang dokter dimana kah janin yang sudah tiada itu, ia ingin meminta maaf dan mengubur anak nya yang masih berwujud gumpalan darah itu
Dan disini lah Dave sekarang sedang termenung melihat gundukan tanah dan batu nisan, Dave memberikan nama anak nya dengan nama Cinta Alexander, itu adalah bukti bahwa ia mencintai janin ini. Tapi karna kebodohan nya ia telah membunuh buat hati yang sudah lama ia nanti
"Apakah Daddy seorang pembunuh nak?" tanya Dave lirih kepada gundukan tanah didepan nya
"Mommy bilang kalau Daddy adalah seorang pembunuh"
Dave kembali menangis kala mengingat ucapan Sena yang mengatakan kalau dirinya adalah seorang pembunuh, Dave begitu merasa bersalah kepada anak dan istri nya
"Maafkan Daddy sayang yang sudah membuat mu pergi sebelum melihat dunia ini, Daddy tidak bermaksud seperti itu" ucap Dave sambil mengusap nisan sang anak
"Percaya lah nak, Daddy sangat menginginkan mu. Tolong maafkan Daddy sayang"
Dave menangis cukup lama didepan makam anak nya sampai ketika suara dering handphone menyadarkan dirinya
"Hallo, ada apa Jer?" tanya Dave kala melihat nama Jerry yang tertera dilayar nya
"Orang tua anda sudah saya antarkan kerumah sakit bos, dan mereka tidak mau turun sebelum anda yang menjemput"
"Katakan kepada mereka tunggu disana, aku akan segera kesana"
"Baik bos."
Jerry melihat kearah layar handphone yang sudah mati. Bagi nya sudah biasa setiap kali menelpon Dave dan telpon itu akan mati dengan sendiri nya
Jerry berjalan mendekat ke mobil nya lagi yang dimana disana masih ada orang tua Dave
"Maaf tuan dan nyonya, bos Dave meminta saya untuk menyampaikan kepada tuan dan nyonya untuk menunggu dia"
"Oh baiklah Jer, terima kasih"
"Sama-sama tuan"
Setelah menyampaikan itu Jerry pergi dari sana dan berjalan kearah pejual yang menjual berbagai macam minuman
Cukup lama menunggu akhirnya Jerry melihat mobil mewah Dave memasuki parkiran VIP yang berada dirumah sakit itu. Jerry pun langsung bergegas menuju bos nya
__ADS_1
"Dimana orang tua ku?" tanya Dave ketika sudah turun dari mobil, untung saja tadi dia sudah mengganti baju nya yang terdapat banyak darah
"Mereka berada didalam mobil saya bos"
Dave dan Jerry pun melangkah mendekati mobil Jerry yang terparkir tidak terlalu jauh dari mobil Dave
Dave membuka pintu depan mobil Jerry dan meminta kedua orang tua nya untuk ikut kedalam
"Pah, mah ayo turun"
"Kamu ini apa-apaan sih son, meminta kami kembali sedangkan papah dan mamah baru saja sampai dirumah nenek" ucap Davin kesal dengan turun dari dalam mobil
"Maaf pah, papah dan mamah bisa kesana lagi minggu depan. Untuk saat ini Dave masih butuh papah dan mamah"
"Memang nya ada apa sayang? terus kita disini juga ngapain, memang nya siapa yang masuk rumah sakit?"
"Mamah akan tau saat kita sudah masuk, ayo"
Ketiga orang itu mengikuti Dave dari belakang, satu rumah sakit dibuat heboh dengan ada nya keluarga pengusaha sukses dan disegani berada dirumah sakit itu
"Bukan kah itu keluarga Alexander?" tanya si A
"Ya, itu keluarga Alexander. Pantas saja pria yang sedang menggendong wanita tadi tidak asing wajah nya" jawab si B
"Ntah lah, kita hanya bisa tau lewat berita saja, pasti sebentar lagi akan muncul" jawab Si A
Masih banyak lagi bisik-bisik yang Dave dengar, tapi pria itu tak memperdulikan nya. Selama tak mengganggu tidak masalah bagi Dave
"Ruangan siapa ini sayang?"
"Masuk lah, mamah akan tau" Dave mempersilakan kedua orang tua nya untuk masuk
Dengan pelan Veny membuka membuka pintu dan masuk kedalam tuang VIP diikuti oleh sang suami
"Bos, siapa yang sakit? saya pikir anda yang masuk rumah sakit, karna saat anda pulang tadi anda mengatakan tidak enak badan" tanya Jerry yang berdiri disamping Dave
"Aku pembunuh Jer," jawab Dave dengan pandangan kosong kedepan, Jerry pun mengernyitkan dahi nya bingung
"Aku membunuh anak ku sendiri" Jerry semakin mengerutkan dahi nya
"Maksud bos?"
"Aku tidak tau kalau Sena sedang hamil, dan aku tidak sengaja mendorong nya hingga dia keguguran. Aku pembunuh Jer, aku membunuh darah daging ku sendiri" tangis Dave kembali pecah
Bahkan saat ini ia tak sanggup untuk masuk kedalam ruangan Sena
__ADS_1
"Sayang, apa yang terjadi dengan menantu mamah nak?"
Dave langsung memeluk erat mamah nya, Dave terlihat seperti anak kecil yang ditinggal ibu nya pergi. Veny kaget ketika putra nya tiba-tiba memeluk dirinya, ia melihat kearah suami dan asisten anak nya yang juga terlihat khawatir
"Mamah, Dave berdosa mah, Dave seorang pembunuh. Dave membunuh anak Dave sendiri mah" Veny dan Davin seketika terkejut mendengar ucapan Dave
"Sena ha__mil nak?" tanya Veny gugup
"Ia mah, istri aku hamil. Tapi belum sempat aku tau, aku sudah membunuh anak ku" tubuh Dave berguncang hebat didalam dekapan mamah nya
"Bagaimana bisa sayang?" tanya Veny
"Mah," Davin memanggil istri nya agar tak membuat Dave semakin bersedih
"Anak Dave mah, anak Dave"
Veny juga ikut menangis melihat anak nya yang begitu sangat rapuh, dia tidak pernah melihat Dave menangis seperti sekarang. Bahkan saat Dave masih kecil saja anak nya tidak pernah menangis
Begitu pun Jerry dan Davin yang melihat tangisan Dave, mereka juga bisa merasakan kesedihan Dave. Jerry mengira bos nya lah yang masuk rumah sakit, sebab saat bos nya dikantor tadi mengatakan kalau ia sedang tidak enak badan
"Dave. Sayang, semua nya sudah takdir tuhan kamu juga tidak ingin ada kejadian seperti ini tapi bagaimana kalau sudah jalan nya. Jangan menyalahkan dirimu, kamu harus bangkit demi Sena yang sedang terbaring didalam. Kalian berdua harus sama-sama kuat dan ikhlas" Veny mencoba menenangkan anak nya dengan mengusap lembut punggung Dave
"Tapi Sena tadi mengatakan kalau dia benci Dave mah" lirih Dave
"Nggak sayang, Sena bukan orang seperti itu. Dia hanya butuh waktu untuk menerima kenyataan ini"
"Kamu mendengar mamah nak?" Dave mengangguk
"Ya mah, Dave akan ikhlas dan bangkit demi Sena"
_
_
_
_
Kita saling bantu ya. Jangan lupa untuk vote nya.
Ini guys karya aku lain nya. Yang satu sudah mau 50 bab, dan yang dua nya akan publish ditanggal 1 oktober.
Yuk mampir juga, sekalian nunggu bab selanjutnya.
__ADS_1