Possesif CEO

Possesif CEO
Menerima


__ADS_3

Sena menaiki anak tangga yang terhubung dengan kamar Dave dan orang tua Dave, dia akan melihat apa yang sedang pria itu lakukan


Tok! tok! tok!


"Dave, apa kamu ada didalam?" tanya Sena dari balik pintu


Dave yang sedang berdiri dibalkon kamar nya menikmati segar nya angin malam pun tak mendengar ketukan dari luar


"Dave, aku masuk ya!" Sena menekan knop pintu kamar itu kebawah


"Tidak dikunci?" gumam Sena, dengan perlahan ia mendorong pintu itu, menyembulkan kepala nya melihat ke setiap sudut kamar itu mencari keberadaan sang pemilik kamar


"Tidak kalah mewah dengan kamar rumah nya sendiri" batin Sena


Sena memberanikan diri untuk lebih masuk, dan melangkah dengan pelan seperti seorang yang akan mencuri, ia melihat bayangan seseorang dari pintu kaca yang terbuka disamping kanan ranjang


Suara langkah kaki Sena terdengar oleh telinga Dave, dan itu membuat nya semakin kesal karna ada yang berani memasuki wilayah privasi nya tanpa izin


"Siapa yang mengizinkan mu masuk kedalam sini?" tanya Dave tegas, Sena terperanjak dan menghentikan langkah nya


"Keluar!" teriak Dave


"Daa--ve. A--aaku," Sena tak mampu menyelesaikan kalimat nya


"Sena," gumam Dave


"Maaf!"


Sena berbalik dan memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut, tapi belum sempat ia menarik knop pintu tangan nya sudah terlebih dulu ditarik Dave


"Aku pikir kamu tadi salah satu pelayan dirumah ini" ucap Dave


"Apa yang membawa mu kesini?" tanya Dave to the point


"Dave, aku kesini hanya ingin mengatakan soal tadi, aku____," belum sempat Sena menyelesaikan kalimat nya, jari telunjuk Dave sudah menempel dibibir nya


"Shutt. Jangan bicara lagi, aku tidak akan memaksamu untuk menikah dengan ku, aku tidak ingin kamu menjalani pernikahan kita nanti tanpa kebahagian. Sudah cukup kamu terbebani oleh sikap possesif ku dan aku tidak ingin menambah beban lagi di hati mu," Dave menarik nafas sebelum melanjutkan ucapan nya


"Jangan pernah menerima ku karna kamu merasa tidak enak pada kedua orang tua ku, aku ingin kamu menerima aku karna kamu memang benar-benar mencintai ku, kamu mengerti?"


"Dave, bukan itu yang ingin aku katakan dan bukan itu juga yang ingin aku dengar."


"Sena, aku mohon jangan mempersulit keadaan, aku sudah membebaskan mu dari sesuatu yang sangat sulit untuk kamu jalani kedepan nya."

__ADS_1


"Dengar kan aku dulu, aku menerima permintaan mamah mu karna memang aku mau menikah dengan mu bukan karna tidak enak" ucap Sena


Dave menatap wajah Sena lekat, jika memang benar Sena mau menikah dengan nya kenapa kemarin dan tadi pagi saat ia meminta Sena menjadi istrinya wanita ini menolak


"Jika memang begitu kenapa kamu menolak ku dan mengatakan kalau kamu ingin menikah dengan orang yang kamu cintai. Katakan mengapa saat mamah ku yang meminta mu untuk menikah dengan ku kamu menyetujui nya, hah? apa aku terlihat bercanda pada saat mengatakan nya? katakan?" tanya Dave dengan menahan emosi yang menggebu-gebu


"Itu karna aku juga mencintaimu." Sena memalingkan wajah nya kearah lain


"Hahaha, kamu sedang mempermainkan aku rupanya?" Dave menatap Sena tajam


"A--aku tidak mempermainkanmu" jawab Sena gugup


"Kalau kamu tidak mempermainkan aku, kenapa tadi pagi kamu mengatakan tidak mencintai ku dan malam ini berbeda lagi, apa nama nya kalau kamu tidak mempermainkan aku?" Sena menundukan kepala nya takut saat mendengar suara Dave meninggi


"Aku akui kamu hebat, bahkan sangat hebat kamu bisa membuat seorang Dave Keenan Alexander meminta mu menjadi istrinya sebanyak dua kali, ketika diluaran sana banyak yang mengantri ingin menjadi istri ku atau bahkan naik keatas ranjang ku dengan cuma-cuma, tapi kamu, kamu dengan sombong nya mengatakan tidak mencintai ku dan sekarang___ apa maksud mu ini? apa aku ini terlihat rendah dimata mu hah? jawab aku?" Dave memegang bahu Sena dan menggucang nya


"Dave."


"Angkat kepala mu dan jawab pertanyaan ku?" Dave mundur selangkah dan melipat kedua tangan nya didada


"Dave, aku!"


"Apa kau tidak dengar? aku bilang angkat kepala mu!" bentak Dave, Sena terkejut mendengar Dave membentak nya untuk pertama kali, tak terasa air mata nya jatuh


****


"Duduk dulu mah, papah pusing melihat mamah mutur kesana muter kesini seperti orang gila, biarkan mereka menyelesaikan apa yang belum mereka selesaikan, jangan ikut campur mamah mau Dave marah lagi? tidak kan."


"Mamah takut Dave tidak bisa mengontrol emosi nya didepan Sena, papah tau bukan Dave gimana" jawab Veny cemas dengan menggigit ujung kuku nya melihat kearah tangga berharap Dave dan Sena turun


"Papah yakin Dave bisa menahan nya untuk Sena, sekarang duduk lah." Veny mengikuti perintah suami nya


"Semoga saja ya pah!"


****


"Tidak bisa menjawab nya bukan?"


"Keluar lah Sena, aku sedang tidak ingin marah-marah untuk saat ini. Biarkan aku mencerna semua nya dulu." Dave berbalik memunggungi Sena, memijat pelepis nya yang tiba-tiba saja rasa sakit menyerang kepalanya


"Keluar, aku bilang keluar Sena!" teriak Dave, yang masih melihat bayangan Sena


Dave melangkah kan kaki nya menuju balkon lagi, ia butuh kesegaran untuk mendingin kan hati nya yang sedang terbakar

__ADS_1


"Bisa-bisa nya dia, apakah aku terlihat begitu bodoh sampai dia bisa menipu ku?" Dave tertawa mengejek pada dirinya sendiri


Grep


Sepasang tangan melingkar dengan sempurna dipinggang Dave, Dave mendongakkan kepala nya menikmati kehangatan dari pelukan orang yang berada dibelakang nya


"Sangat keras kepala, aku sudah memberi mu jalan tapi kamu masih saja"


"Aku mencintaimu Dave. Sangat-sangat mencintai mu hikss, hikss, maafkan aku jika tadi pagi aku mengatakan kalau aku tidak mencintai mu" Dave diam mendengarkan apa lanjutan nya


"Aku bohong. Aku berbohong padamu, sebenarnya aku sudah lama mencintai mu, awal nya aku pikir ini hanya sebuah rasa kagum terhadap mu tapi semakin lama rasa ini semakin besar, aku selalu membentengi diriku agar aku tidak terlalu jauh berharap, tapi aku tidak bisa hikss, hikss"


"Saat kamu meminta ku untuk menjadi istri mu, aku begitu terkejut dan bahagia, aku pikir aku sedang bermimpi tapi ternyata tidak, itu nyata tapi saat aku ingin mengatakan aku mau menjadi istri mu, aku mengingat lagi kita berbeda sangat berbeda, aku takut orang akan mencemoohkan aku karna mereka akan berpikir kalau aku menggoda bos ku sendiri. Dan yang aku takut kan orang tua mu tidak merestui kita karna status sosial ku yang berbeda dengan kalian, itulah alasan nya mengapa aku menerima mu saat orang tua mu yang meminta ku."


"Maaf kan aku, aku tidak bermaksud untuk mempermainkan mu hikss, hikss, hikss" tangis Sena dibalik punggung lebar Dave


Dave berbalik, lalu mendekap tubuh Sena dengan erat dan menenangkan Sena agar menghentikan tangis nya tapi bukan nya berhenti tangis Sena malah makin jadi.


"Shuttt jangan menangis, aku juga minta maaf karna sudah menuduh dan membentak mu." ucap Dave lembut


"Karna kamu sudah menyetujui nya, aku ingin kita menikah bulan depan."


"Apa?" kaget Sena lalu menjauh dari Dave


"Kenapa? tidak mau?" tanya Dave dengan wajah kecewa melihat reaksi Sena


"Bukan begitu, apa tidak terlalu cepat?" lirih Sena


"Tidak apa, Cepat lebih baik. Kamu mau kan?" tanya Dave


"Aku ikut kamu saja"


"Aku akan mempersiapkan nya, terima kasih sudah mau menerima ku." Dave menarik tubuh Sena kedalam dekapan nya


_


_


_


_


Hallo semua nya selamat malam, semoga sehat terus ya untuk kalian semua yang membaca part ini, terima kasih sudah mau membaca karya ku dan jangan lupa bantu aku dengan vote, like dan komen karna kalian semua lah aku bisa sesemangat ini berkarya.

__ADS_1


Salam hangat untuk kalian semua!


__ADS_2