Possesif CEO

Possesif CEO
Bujuk Rayu


__ADS_3

"Dave!"


Sena terkejut melihat darah yang bercucuran dari tangan Dave, segera ia mendekat kearah Dave dengan tertatih menahan perih di inti nya yang belum pulih


"Dave,"


Dave yang sedang menunduk pun langsung mendongak menatap wajah Sena yang sudah sembab karna terlalu puas menangis. Dan ia benci itu, benci kenapa dirinya tidak bisa sedikit pun membuat Sena tersenyum


"Kenapa kamu ke sini? Aku sudah menyuruh mu untuk istirahat." Sena menggeleng ia tidak mau istirahat untuk saat ini, ia mencoba mengambil tangan Dave yang berdarah tapi dengan cepat ditepis pria itu


"Aku sudah membebaskan mu Sena, jadi jangan pernah pedulikan aku lagi, kembali lah ke kamar dan istirahat kan tubuh mu agar cepat pulih." ucap Dave, dengan suara seraknya


"Aku enggak mau Dave, aku enggak mau!" seru Sena yang membuat Dave menggeram dan menatap kearah Sena tajam


"Apa yang kamu mau lagi dariku? Aku sudah memberikanmu jalan jadi jangan membuat aku berharap lebih Sena, kembali lah ke kamar aku ingin sendirian."


Dave mengadahkan kepalanya keatas, mencoba untuk menerima semua apa yang tuhan berikan kepada nya, apakah pantas ia mendapat kan ini bahkan mempermain kan hati wanita saja ia tidak pernah


Merasa sedang diperhatikan Dave menoleh kesamping dan mendapati Sena yang masih berada ditempat tadi dengan tangis yang tak berhenti, Dave menjadi tak tega melihat Sena yang seperti ini


"Kenapa hmm? Apa sebegitu menyakitkan sampai tak mau berhenti menangis," tangan Dave terangkat dan menghapus air mata di pipi Sena


"Katakan pada ku, apa yang harus aku lakukan?"


Dave terus mengusap air mata Sena, mengabaikan tangan nya yang tak berhenti meneteskan darah, Sena bangkit dari sana dan mencari sesuatu didalam laci meja rias dan setelah mencari-cari akhirnya ketemu


Sena kembali mendudukkan dirinya disamping Dave dengan sedikit meringis, Sena menarik tangan Dave dan mulai mengobati nya, membersihkan dari kaca yang masih menempel ditangan nya


Selama Sena membersihkan dan mengolesi alkohol, Dave sama sekali tak merasakan kesakitan ia terus memandangi wajah serius Sena yang sedang mengobati nya


Selesai membungkus tangan Dave dengan perban, Sena meletakkan kembali semua nya kedalam kotak obat, dan pandangan nya beralih menatap wajah Dave yang juga sedang menatap nya


Kedua tangan Sena terangkat dan mengelus pipi Dave dengan lembut, dan mengajak Dave berdiri untuk duduk diatas kasur. Setelah Dave duduk ia naik keatas pangkuan Dave dengan duduk menyamping, mengalungkan kedua lengan nya ke leher Dave dan menyembunyikan wajah nya didada Dave.


Dapat ia rasakan detak jantung pria pertama nya ini berdegup begitu kencang, Sena mengecup leher Dave beberapa kali membuat pria itu menahan nafas dalam-dalam.


"Sena," panggil Dave dengan suara serak, dan hanya gumaman yang keluar dari mulut Sena


Sena tidak tau kalau perlakuan nya ini membuat Dave mati-matian menahan hastrat agar tak menyerang nya saat ini juga


"Sena, berhenti!" bukan nya berhenti Sena malah semakin menjadi dengan berpindah mengecup bibir Dave dan sedikit memberi sesapan disana

__ADS_1


Sudah tak tahan lagi menerima godaan yang Sena berikan, dengan cepat Dave memindahkan tubuh Sena menjadi terlentang diatas kasur


"Menggodaku hemm?" tanya Dave, dengan menahan tubuh nya agar tak menindih Sena


"Enggak,"


"Bagaimana kalau aku tergoda?" dan dengan cepat Dave memberikan hukuman kepada bibir yang sudah berani menggoda nya, Dave tidak akan memberi ampun sedikit pun kepada Sena untuk bernafas


"Dave, tangan kamu masih luka." ucap Sena, saat Dave sedang sibuk dileher nya


"Ini hanya luka kecil, tidak masalah."


Dan terjadi kembali kegiatan yang mereka lakukan seperti dikantor tadi siang, kali ini Dave benar-benar tidak memberi Sena nafas sedikit pun. Bahkan saat Sena meminta untuk menyudahi Dave tak mendengar kan


"Dave sudah, aku sudah lelah emm"


"Sebentar lagi sayang, akhh." Dave semakin mempercepat pacuan nya, sampai dirasa gelombang itu datang lagi dan sentakan kuat terakhir Dave menyelesaikan kegiatan itu


"Hah!" Dave menjatuhkan tubuh nya disamping Sena dan membawa masuk kedalam dekapan nya


Kedua nya sama-sama terengah oleh kegiatan yang menguras tenaga, tapi begitu menyenangkan.


"Bukan kah ini luar biasa rasanya?" tanya Dave, sambil mengecup pucuk kepala Sena.


"Dave. Ayo kita menikah besok, aku tidak bisa menunggu sampai minggu depan, karna mungkin anak mu akan segera tumbuh didalam perut ku." Dave tersenyum mendengar ucapan Sena, memang benar ia sengaja tak memakai pengaman karna ia ingin anak nya segera hadir ditengah-tengah mereka


"Aku tidak marah padamu, aku juga tidak menangis karna tak bahagia bersama mu, tapi kamu harus mengerti hubungan ini terjalin karna ada nya kedua belah pihak. Apa yang menurut mu baik maka tanya kan lah pendapat ku terlebih dahulu apakah aku juga menyukai nya, aku tidak melarang kamu mau melakukan apa saja, karna aku tau kamu melakukan yang terbaik untuk kita berdua dan aku hanya ingin kamu menghargai ku sebagai calon istrimu."


Dave mendengarkan dengan seksama apa yang keluar dari mulut Sena, mungkin disini ia juga salah karna melakukan sesuatu tanpa bertanya pendapat Sena terlebih dahulu.


"Kamu mengerti sayang? jangan pernah meragukan perasaan cinta ku kepada mu, karna aku sangat mencintai mu sama seperti kamu mencintai ku, jadikan pelajaran untuk kedepan nya." Sena mendongak menatap wajah Dave


"Iya sayang aku mengerti, maaf ya." Dave memeluk tubuh Sena possesif


"Dave engap!" seru Sena, dengan menepuk dada Dave


"Aku akan menelpon papah dan mamah dulu, kita menikah secara sederhana saja tidak papa kan sayang?" tanya Dave memastikan


"Itu lebih bagus." Dave mengangguk


Dave mengambil handphone nya lalu menelpon nomor sang papah dan memberi tau kan niat nya kepada papah dan mamah nya. Awal nya mereka terkejut kenapa mendadak padahal pernikahan sudah ditetapkan bulan depan, Dave pun memberi alasan mengapa ia mempercepat pernikahan nya besok.

__ADS_1


"Mamah tidak mau kan saat menikah cucu mamah sudah hadir ditengah-tengah kita?"


"Oh astaga Dave! jangan bilang kalau kamu___?"


"Ya mah, Dave sudah memproses cucu mamah tinggal tunggu hasil nya." Dave tersenyum melihat mata Sena yang sudah menajam kearah nya


"Kalau begitu percepat kan saja pernikahan nya sayang, astaga mama gak nyangka kalau kamu akan bergerak cepat seperti ini, hahaha."


"Sena nya dimana sekarang?" Dave terkekeh melihat Sena yang memberi kode agar tak mengatakan kalau ia disini


"Ini ada disamping aku mah, kelelahan dia habis aku gempur." mata Sena seperti akan keluar menatap Dave saat mendengar ucapan ambigu pria itu


"Yeah, kalian memang harus berusaha agar cucu mamah cepat hadir."


"Ya sudah mah kalau gitu aku matikan dulu, aku malu lanjutin proses pembuatan cucu mamah."


"Ya sayang, semangat ya hahaha" tawa menggelegar mamah Dave disebrang


Dave meletakkan handphone nya kembali dan melihat kearah Sena yang sedang membelakangi nya.


"Sayang, ayo lanjutkan" Sena tak bergeming, dengan sekali tarik Dave membalikkan tubuh Sena


"Dave!"


"Kita lanjutkan membuat baby,"


"Nggak, aku gak mau. Kamu sendiri saja sana yang__ Akhh." belum sempat menyelesaikan kalimat nya Sena sudah lebih dulu diserang Dave


Flashback of~


_


_


_


_


Laki mah gitu ya, giliran dikasih enak aja langsung ilang ngambek nya.


Jangan lupa untuk vote nya ya.

__ADS_1


Love you kalian


__ADS_2