
Lagi-lagi Dave pulang larut malam dan setiap malam nya Veny harus menunggu Dave diruang tamu, dan semenjak Sena keluar rumah sakit Davin lah yang mengurus perusahaan
Sudah lima hari berturut-turut Dave pulang dengan keadaan mabuk, membuat Veny selalu menangis setiap kali melihat keadaan Dave yang memperihatinkan
"Sayang kamu mabuk lagi?" tanya Veny yang melihat Dave yang sudah teler, untung saja setiap kali Dave mabuk Jerry selalu menemani nya
"Berapa banyak dia minum malam ini Jer?" tanya Veny sambil memegang lengan Dave
"Lebih banyak dari kemarin nyonya, sekitar empat botol yang bos habis kan malam ini" jawab Jerry yang masih menahan tubuh Dave
"Ya ampun sayang kenapa kamu menjadi seperti ini nak?" Veny menangis melihat anak nya yang berubah seperti ini
"Mah, aku tu nggak mabuk. Lihat aku, bukti nya aku masih bisa pulang kerumah dan mengenali mamah" ucap Dave, dimana suara nya seperti orang yang begitu prustasi
"Bisa bantu saya bawa Dave keatas Jer?"
"Tentu saja nyonya"
Veny dan Jerry pun memapah Dave menaiki anak tangga menuju kamar, saat sampai di tangga terakhir Veny dan Jerry menoleh mendengar suara seseorang
"Dave mabuk lagi mah?" tanya Davin yang mendekat kearah mereka
"Ya pah, dan kali ini lebih parah dari kemarin" Davin menggeleng kan kepala nya
"Mau jadi apa kamu son, kalau dirimu seperti ini? diluar sana papah sampai bingung dengan wartawan yang selalu menanyakan hubungan mu dan Sena"
"Biar saya saja Jer, kamu bisa kembali kerumah mu. Terima kasih sudah setia menemani Dave, dia sangat berhutang padamu"
"Tidak papa tuan itu sudah menjadi tugas saya. Kalau begitu saya permisi dulu"
"Terima kasih ya Jerry"
"Sama-sama nyonya" Jerry pun berlalu dari sana, dan meninggalkan kediaman keluarga Dave menuju tempat tinggal nya
Veny dan Davin kembali melangkah menuju kamar anak nya, sesampai nya didepan kamar itu Davin mengetuk pintu kamar
"Sena," panggil Veny
__ADS_1
Davin kembali mengetuk pintu itu, sampai pada ketukan yang ketiga kali baru lah pintu itu terbuka
"Mah, Dave mabuk lagi?" tanya Sena yang sudah tidak kaget lagi
"Ya sayang, biarkan mamah dan papah membawa nya masuk dulu nak"
"Silahkan mah," Sena memberikan jalan kepada kedua mertua nya
Veny mengusap wajah anak nya dan mencium nya dengan sayang setelah meletakkan Dave diatas kasur
"Mamah berdoa semoga kamu dan istri kamu cepat baikan dan bangkit dari keterpurukan sayang. Jangan jadikan mabuk-mabukan sebagai pelampiasan kamu, karna itu akan merusak dirimu sendiri." bisik Veny ditelinga anak nya
"Mamah tinggal dulu ya sayang, kamu bisa kembali istirahat." ucap Veny kepada Sena yang berdiri tak jauh dari kasur
"Ya mah, terima kasih."
"Mamah yang harus nya berterima kasih," Sena tersenyum kecil kearah mertua nya
"Pah ayo kita kembali ke kamar!" ajak Veny kepada suami nya, dan diangguki oleh Davin
Ia berjalan memasuki walk in closet untuk mengambil piyama Dave. Dengan sabar Sena memakai kan pakaian tidur ke suami nya
"Anak Daddy..." Sena menghentikan tangan nya ketika mendengar Dave mengigau dengan suara pelan
"Maafkan Daddy sayang," dada Sena naik turun kala melihat cairan bening yang keluar begitu saja dari mata Dave yang sedang terpejam
Dada Sena semakin berdebar kala Dave mencengkram tangan nya yang masih berada diatas dada bidang Dave, mata Sena dan mata Dave saling pandang seolah mata itu mengatakan sesuatu yang tidak bisa dikatakan langsung lewat mulut
"Sayang, maafin aku yang sudah membunuh anak kita, tolong jangan hukum aku seperti ini, aku butuh kamu untuk menguatkan aku,"
"Rasa bersalah ini semakin memenuhi hati dan jiwa ku, seandainya nyawa bisa ditukar maka aku akan menggantikan nyawa anak kita yang sudah tiada, maafkan aku yang sudah menjadi seorang pembunuh."
Hati Sena sakit melihat air mata Dave yang mengalir semakin deras, ia pikir dirinya lah yang paling tersiksa kehilangan cabang bayi tapi ternyata Dave lah yang paling sakit
Seharusnya ia tidak mengatakan Dave seorang pembunuh hari itu, Dave tidak akan pernah menjadi seperti ini. Ini salah nya yang sudah mengatakan kalau Dave adalah seorang pembunuh
Sena mengusap air mata Dave yang tak berhenti terus mengalir, ia menunduk dan mencium kedua mata suami nya agar berhenti menangis
__ADS_1
"Maafkan aku yang sudah membuat mu menjadi seperti ini, aku baru tau kalau kamu lah yang paling tersakiti disini. Anak yang sudah lama kamu nanti harus tiada tanpa kesengajaan dirimu, dan aku malah menyalahkan dirimu mengakibatkan kamu menjadi seperti ini. Maafkan aku sayang." Dave menggeleng
"Semua memang salah ku, seandainya cemburu ku tidak berlebihan mungkin anak kita masih ada saat ini juga,"
"Jangan bicara seperti itu,"
"Ayo kita lupa kan semua nya, dan mari kita mulai lembaran baru. Jangan mengingat lagi tentang ini agar kita berdua tidak ada yang tersakiti."
"Aku mau memulai lembaran baru bersama mu, dan tolong jangan pernah abaikan aku lagi apapun yang terjadi. Hukum aku sesuai dengan keinginan mu tapi jangan pernah mengabaikan ku, karna kamu lah sumber kekuatan ku." Sena mengangguk
"Untuk kedepan nya aku tidak akan mengulangi lagi." Dave tersenyum dan membawa Sena berbaring didalam dekapan nya
"Aku merindukan aroma tubuh mu sayang"
"Maafkan aku, dan semoga anak kita juga memaafkan Daddy nya yang jahat ini"
"Jangan bahas lagi, anak kita akan mengerti."
Dave memeluk tubuh Sena dengan erat, tubuh ini begitu amat ia rindukan. Semenjak Sena keluar dari rumah sakit Dave tidak pernah berada dirumah atau pun bertemu dengan Sena
Karna pada saat Sena baru keluar rumah sakit, istri nya itu mengusir dirinya dan mengatakan kalau tidak ingin bertemu dengan dirinya lagi.
Dan itu membuat pikiran Dave kacau sehingga ia lampias kan dengan minum-minum di club malam. Hanya dengan cara itu, semua yang mengganggu pikiran nya hilang sejenak, dan setiap kali ia bangun ia sudah tidak menemukan keberadaan Sena
Bahkan Dave sudah tidak pernah ke kantor lagi, pria itu akan ke apartemen nya pagi dan malam nya dia akan pergi ke club, tapi beruntung nya setiap kali ia mabuk Jerry asisten nya sudah berada disana dan membantu nya untuk pulang kerumah
"Aku berharap ini bukan mimpi, jika pun ini mimpi aku minta agar malam ini jangan cepat berlalu." gumam Dave sambil mengecup pucuk kepala Sena, dan Sena yang mendengar itu semakin menenggelamkan wajah nya didada Dave
_
_
_
Hai semua. Aku tidak tau ada berapa orang yang baca novel aku, tapi bisa kah kalian membantu ku dengan cara vote?
Aku hanya butuh dukungan kalian semua agar aku semangat lanjutin karya ini):
__ADS_1