Possesif CEO

Possesif CEO
Meeting


__ADS_3

Dave tersenyum kala membuka matanya yang pertama kali ia lihat adalah wajah cantik istrinya yang sedang begitu pulas tidur.


"Tidur begini saja kamu cantik banget, apalagi mata kamu terbuka? Aku jadi makin cinta." Dave mengecup singkat bibir dan kening Sena, setelah itu ia turun dari kasur untuk membersihkan diri


Setelah tadi malam Sena mengeluh sakit perut, Dave memarahi Sena habis-habisan dan mengatakan kepada Sena untuk memakan kembali bakso mercon itu jika melihat Mamah nya membuat ataupun ada orang jualan


Sena pun tidak berani melawan Dave karena disitu dirinya lah yang salah. Dave memang sudah mengingatkan dirinya, tapi ia saja yang keras kepala dan masih berharap kalau Dave mengizinkan dirinya untuk memakan itu


Dan karena itulah Dave sampai harus memanggil dokter kepercayaan keluarga mereka. Dave semakin marah saat dokter itu menjelaskan kepada Dave kalau ibu hamil tidak bisa makan makanan pedas terlalu banyak karena itu bisa membahayakan janin


Sebegitu dokter itu pergi Dave kembali memarahi Sena lagi, dimana kali itu membuat Sena menangis. Karena Dave bukan hanya marah tapi juga membentak dirinya didepan kedua orang tuanya


Mendengar suara langkah kaki, Sena yang enggan membuka matanya itu harus sedikit, terpaksa dan berat hati untuk membuka matanya


Sena menutup matanya dengan lengan kala gorden panjang itu ditarik ke sisi ujung. Sena berusaha menyesuaikan sinar matahari dengan retina matanya yang belum terbiasa itu


"Aku membangunkan kamu ya? Maaf!" Sena tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


"Kamu sudah akan berangkat ke kantor?" tanya Sena yang melihat suaminya sudah rapi dengan setelan formalnya


"Iya sayang, hari ini ada rapat. Jadi aku harus datang lebih awal dari biasanya, kamu tidak apa-apa kan kalau aku tinggal?" tanya Dave dan duduk di tepian kasur menghadap istrinya


"Iya nggak apa-apa kok." Sena tersenyum tulus pada suaminya, membuat Dave merasa bersalah akan kejadian semalam. Sena melirik kearah tangannya yang ditarik oleh Dave dan di genggam dengan erat oleh suaminya


"Kenapa?" tanya Sena


"Aku minta maaf soal kejadian tadi malam, maafkan aku sayang telah membuat kamu menangis lagi,"


"Nggak apa-apa, kamu marah sama aku karena kamu takut bayi kita kenapa-kenapa. Jadi aku lah yang harus minta maaf karena tidak mendengarkan apa yang kamu larang." jawab Sena dan menempati tangannya diatas tangan Dave yang berada di pipi kanannya


"Untuk besok kamu harus lebih memperhatikan makanan, aku tidak akan melarang jika kamu mengidam sesuatu, tapi aku mohon perhatikan makanan itu baik tidak di konsumsi oleh ibu hamil." Sena mengangguk mengerti akan kekhawatiran Dave, ia juga tidak mau mengulangi kembali kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Sudah cukup tadi malam ia merasa takut jika bayi akan pergi lagi, tapi syukurlah tuhan masih memberinya kesempatan


"Aku mencintai kamu sangat." ucap Dave tiba-tiba sehingga membuat wajah Sena memerah

__ADS_1


"Aku lebih mencintai kamu Dave, sayang ku."


"Entah mengapa aku sangat menyukai kamu memanggilku sayang, ingin rasanya kamu memanggil aku dengan panggilan itu seperti diriku memanggil kamu, sayang." Sena terkekeh pelan, wajah Dave saat ini terlihat seperti pengemis yang sedang berdiri dipinggir jalan


"Jangan pasang wajah seperti itu, aku menjadi tidak tega. Baiklah aku akan memanggil kamu dengan panggilan sayang mulai hari ini." mata Dave langsung berbinar kala kalimat itu keluar dari mulut Sena langsung


"Aku tidak salah dengar sayang?" tanya Dave. Sena menggelengkan kepalanya


"Aaaaa!! Akhirnya, setelah menunggu cukup lama akhirnya ada yang memanggil aku sayang juga." ujar Dave lebay


"Ck. Sangat lebay!" gumam Sena dengan memutar bola matanya malas melihat kelakuan suaminya yang melebihi anak berumur 7 tahun


"Kamu mengatakan aku lebay sayang?"


"Hmm." dehem Sena


"Jahat! Aku sangat menginginkan sejak lama kamu panggil sayang, tapi kamu selalu mengatakan tunggu anak kita lahir, tunggu dia lahir, dan berbagai alasan lainnya. Aku sampai bosan mendengar kalimat itu." wajah Dave cemberut, membuat Sena menatap tak percaya suaminya yang bisa lebay dan sealay ini


"Seperti tidak pernah dipanggil sayang saja, padahal kan Mamah memanggil kamu sayang terus!" seru Sena


"Iya ya. Sudah sana berangkat, katanya datang lebih awal. Tapi kenapa masih ada disini?"


"Kamu mengusir aku?" tanya Dave tidak percaya


"Kalau ya memangnya kenapa? Kamu marah?" tanya Sena balik dengan menantang. Dave ikut menatap tajam Sena, dan setelah itu ia tersenyum menyeringai. Dengan sekali tarikan kini bibir Dave dan Sena sudah menyatu. Bahkan rontaan Sena tidak Dave perdulikan


****


Semua dewan rapat berdiri saat pimpinan mereka datang. Semua orang yang ada didalam ruangan rapat itu memberi hormat kepada Dave sebagai CEO perusahaan. Dave menunduk dan mempersilakan mereka untuk duduk


"Kalian tahu kenapa saya mengumpulkan orang-orang penting di kantor ini?" tanya Dave kepada seluruh kepala stuff di kantornya


Semua orang-orang penting didalam ruangan itu saling pandang lalu menggelengkan kepala mereka. Mereka semua merasa tidak melakukan kesalahan apapun baik pada diri mereka maupun anak buah mereka

__ADS_1


"Papah saya sebagai komisaris perusahaan ini akan mengangkat jabatan saya dari CEO menjadi Presdir. Dan saya mau semua dewan penting di kantor ini harus tahu untuk itu."


Mereka semua mengangguk mengerti, awalnya yang merasa akan jantungan kini sudah kembali pulih lagi. Lalu salah satu dari mereka mengangkat tangan


"Ada apa? Apakah kamu keberatan?" tanya Dave, membuat pria gemuk itu kelabalan


"Bukan pak, bukan." kepala keamanan itu mengibas-ngibaskan tangannya ke depan


"Lalu apa?" tanya Dave


"Saya ingin bertanya pak, di hari kenaikan jabatan bapak apakah tidak ada pesta? Misalnya makan siang gratis atau apa gitu?"


"Huuu..." sorak orang-orang disana. Dave terkekeh dengan pria bertubuh besar itu


"Sudah-sudah!" seru Dave, membuat semua orang diam dan tidak berteriak lagi


"Saya tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi saat sedang rapat. Dia tidak salah bertanya seperti itu," ujar Dave, dengan melirik satu-satu dewan penting di perusahaannya


"Maafkan kami pak,"


"Maafkan kami pak," ucap semua kepala stuff yang merasa tidak sopan


"It's okey. Saya sudah akan membuat pesta di salah satu restauran saya yang tidak terlalu jauh dari sini. Dan setelah saya resmi naik jabatan kita akan langsung pergi kesana untuk menikmati pesta." semua orang disana tersenyum senang karena akhirnya mereka bisa merasakan makan gratis lagi di restauran mewah milik keluarga Alexander


"Sungguh, pria ini tampan sekali! Bolehkah aku memilikinya ya tuhan?"


_


_


_


_

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2