
Dua tahun kemudian...
Brukk.
Tubuh Dave tersungkur ke lantai karena tidak mampu menahan tubuhnya untuk berdiri tegap. Dave mencari sesuatu yang dapat ia jadikan pegangan, namun sudah meraba kesana kemari tangan Dave tidak menemukan apa yang ia cari
"Aishh... Sialan!" seru Dave karena tidak menemukan sesuatu yang dapat ia pegang, Dave yang tidak tahan menahan rasa pening yang menerpa kepalanya pun memutuskan untuk menelentangkan badannya disana tanpa peduli dinginnya lantai bersih itu
"Sayang! Kamu dimana sayang, aku pulang sayang. Apakah kamu tidak merindukan aku? Apakah kamu tidak tahu betapa tersiksanya aku dengan tanpa adanya kamu disini bersama anak kita."
Dave membuka kedua matanya yang terpejam, Dave menatap langit-langit dengan air mata yang perlahan mulai turun dari ujung matanya. Selalu seperti ini setiap malam Dave, ia habiskan dengan gila kerja di siang hari dan malam ia gunakan untuk mabuk-mabukkan
"Tega, kamu tega sama aku sayang! Kamu tinggalin aku sendiri disini," tubuh Dave bergetar hebat setiap kali mengingat istri dan anaknya pergi meninggalkan dirinya sendiri. Dave tidak tahu dimana letak salah nya, ia juga merasa tidak pernah berbuat kesalahan.
Dave kembali memejamkan kedua matanya, membiarkan air mata keluar tanpa diminta oleh Dave. Jika di kumpulkan air matanya sudah satu gentong besar
"Aku rindu kalian, benar-benar sangat rindu." gumam Dave sebelum kesadarannya hilang tergantikan dengan rasa ngantuk yang sejak tadi mengganggu nya
****
"Dimana keberadaannya Jerr?" tanya Davin kepada Jerry melalui via telpon
"Saya menemukan keberadaan dia sebuah desa yang berada sangat jauh dari kota Jakarta ini Om." jawab Jerry, yang memang telah ditugaskan oleh Davin untuk mencari keberadaan istri serta anaknya. Sudah sejak lama kepergian Sena dan Devano, namun baru sekarang inilah Davin mau mencari keberadaan menantu dan cucunya setelah Dave membuka suara dengan apa yang terjadi dua tahun yang lalu, yang membuat Sena dan baby Vano meninggalkan anaknya itu
__ADS_1
"Apakah mereka hidup aman dan tidak kesulitan?"
"Sepertinya Nyonya muda Alexander bekerja dengan begitu sangat keras sehingga mereka hidup tanpa kekurangan sedikitpun." Davin bernafas lega mendengar keadaan anak menantu serta cucunya
"Tolong awasi dia untuk Om Jerr, Om ingin cucu dan anak menantu Om baik-baik saja selama dia tidak berada disini." ucap Davin meminta bantuan Jerry untuk mengawasi menantu dan cucunya
"Tentu saja Om. Saya pasti akan mengawasi Nyonya muda dengan sangat baik untuk Om." jawab Jerry
"Mereka sudah cukup menderita karena jauh dari suami dan ayah mereka. Om ingin mereka kembali hidup bersama lagi seperti dulu."
"Iya Om, saya mengerti dengan kekhawatiran yang Om rasakan. Dan akan saya pastikan Presdir dan Nyonya muda kembali bersama seperti apa yang Om inginkan."
"Papah..." teriak Veny menggelegar diruangan kerja Davin, Davin yang sedang berbicara serius dengan Jerry pun tiba-tiba menoleh ke belakang
"Dave Pah... Dave..." nafas Veny terengah-engah, ditambah lagi dengan air mata yang mulai turun membuat Davin semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan Dave
"Nanti Om telpon lagi Jerr, Om akan tutup telpon nya."
"Iya Om."
Tut.
Davin meletakkan ponselnya diatas meja. Iapun bangkit dari kursinya untuk menghampiri sang istrinya yang sudah menangis.
__ADS_1
"Mah, ada apa?" tanya Davin, Veny menatap wajah suaminya dan detik berikutnya ia sudah memeluk erat pinggang suaminya
"Dave Pah, anak kita Pah... Anak kita!" tangis Veny di pelukan suaminya. Davin menundukkan kepalanya untuk melihat wajah Veny
"Apa yang terjadi dengan Dave Mah?" tanya Davin dengan jantung yang terhenti
"Bi Ina tadi menelpon Mamah, dan mengatakan kalau anak kita terjatuh pingsan dan sudah dibawa ke rumah sakit."
"Dia tidak pernah mau dengar apa yang Papah dan Mamah katakan, selalu melakukan apa yang dia inginkan." Davin menghela nafas pelan
"Ayo kita ke rumah sakit sekarang Pah, Dave pasti sendiri disana." Davin mengangguk, iapun memutuskan untuk ke rumah sakit dimana anak mereka dirawat
_
_
_
_
Bersambung...
Maaf ya semuanya, aku enggak bisa panjang-panjang buat bab karena satu bulan ke depan aku sibuk banget.
__ADS_1
Happy reading ya...