Possesif CEO

Possesif CEO
Aku Tahu Semua


__ADS_3

Ceklek.


"Mas!" panggil seorang wanita yang terlihat sedang cemas


"Kamu naik apa ke sini?" tanya Jerry kepada wanita tersebut yang tak lain adalah istrinya. Wanita itu menjadi gugup ketika melihat wajah suaminya seperti tengah khawatir


"Aku naik taxi Mas." jawabnya dengan sedikit tersenyum. Terdengar helaan nafas dari Jerry


"Kondisi kamu belum benar-benar membaik, kenapa harus datang ke sini?" tanya Jerry lagi dan membawa sang istri untuk duduk di sofa yang berada disana


"Aku hanya ingin mengantarkan ini dan juga ini."


"Huhh... Sudah aku katakan bukan? Aku yang akan memberikan ini ke pihak HRD, kenapa tidak mau mendengar aku?" Jerry menatap istrinya dengan penuh intimidasi


"Aku membawakan ini untuk kamu, aku pikir lebih baik sekalian saja daripada harus menunggu lama." ujarnya kepada Jerry, Jerry melirik sebuah rantang yang diangkat oleh sang istri. Ia kembali menatap sang istri


"Kamu tidak masalah jika orang-orang mengetahui pernikahan kita?" tanya Jerry serius. Melihat istrinya mengangguk, Jerry bertanya sekali lagi


"Kamu serius dengan ini?"


"Aku serius Mas."


"Ini keputusan kamu Sheila, aku tidak mau kamu menyesal nantinya." ucap Jerry kepada istrinya.


Ceklek.


Suara pintu terbuka, keduanya menoleh dan terkejut ketika melihat Dave sudah berada diambang pintu dengan menyandarkan tangannya di pinggiran pintu

__ADS_1


"Jadi ini pengantin barunya?" tanya Dave dengan sedikit usil. Mendengar pertanyaan Dave itu, buru-buru Jerry melepaskan tangannya dari pundak Sheila istrinya


"Ini yang membuat kamu mengambil cuti? Dan apakah ini yang membuat seorang Sheila Putri mundur dari perusahaan ini, dan berhenti untuk menggoda bos nya yang sudah beristri ini?" tanya Dave dengan pertanyaan beruntun. Ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan yang disediakan oleh kantor untuk karyawan office girl, namun saat ini malah dipakai oleh pasangan suami istri baru ini.


Jerry dan Sheila yang mendapat pertanyaan seperti itu sudah seperti orang yang sedang diperbal oleh pihak berwajib. Sheila hanya bisa menatap Jerry untuk meminta bantuan dari suaminya itu. Ia merasa malu saat ini, apalagi Dave adalah orang yang pernah ia goda sampai membuat dirinya menjadi seperti saat ini


"I.. Ini tidak seperti apa yang anda lihat Presdir." Dave terkekeh pelan mendengar ucapan Jerry yang masih membela diri padahal ia sudah mengetahui apa yang telah terjadi


"Jerry... Jerry..." Dave melipat kedua tangannya diatas dada dan tersenyum melihat wajah tegang Jerry dan Sheila


"Kalian berdua masih mau membohongi aku? Kamu tidak lupa bukan Jerr aku siapa? Dan apa yang bisa aku lakukan." bibir Dave terangkat sebelah, jika dirinya yang selalu dibuat seperti ini oleh Jerry tapi kali ini Jerry lah yang berada diposisi seperti ini. Terpojok dan terintimidasi


"Mas," panggil Sheila pelan, rasa sesal datang kesini baru ia rasakan jika keadaan sudah seperti ini


"Oh Mas... Wah-wah, panggilan yang sangat manis sekali!" Dave menggelengkan kepalanya dengan senyum yang tidak pernah luntur dari wajahnya


"Hahha... Ya sudah, kalian berdua pindah tempat lah jika ingin berbicara. Tidak perlu bersembunyi seperti ini, malah membuat orang-orang yang ada disini curiga saja." Dave pun berjalan keluar dari ruangan itu


"Oh ya, satu hal yang perlu kalian berdua tahu." ujar Dave, Jerry dan Sheila langsung menoleh ke belakang


"Aku tahu apa yang terjadi, dan aku tahu niat buruk Sheila sampai dirinya sendiri lah yang termakan oleh niat buruknya." ucap Dave tanpa membalikkan badannya. Sedangkan kedua tangan yang berada didalam saku celananya


"Selamat untuk pernikahan kalian, aku berharap kalian berdua bahagia selamanya." setelah mengatakan itu ia langsung keluar dari sana meninggalkan Jerry dan Sheila dalam keterdiaman


"Mas,"


"Tidak apa-apa, semuanya sudah berlalu tidak perlu disesali dan diingat lagi." ucap Jerry menenangkan Sheila dengan mengusap pipi Sheila lembut

__ADS_1


"Ayo kita ke ruanganku saja!" ajak Jerry menarik tangan Sheila untuk keluar dari sana


****


"Assalamualaikum, sayang!" teriak Dave memasuki rumahnya dengan senyum cerah


"Baby Vano sayang! Papah pulang sayang!" teriak Dave mencari keberadaan anak dan istrinya


"Tuan sudah pulang?" tanya Dave saat Bi Ina muncul dari arah dapur


"Ah ya Bi, istri dan anak aku dimana ya?" tanya Dave melirik ke setiap sudut ruangan mencari kekasih hatinya


"Tadi Nyonya muda mengatakan akan menidurkan baby Vano dikamar." jawab Bi Ina


"Oh begitu, terima kasih ya Bi. Saya mau ke atas dulu." ucap Dave tersenyum kecil


"Iya Tuan."


Dave pun memutuskan untuk menyusul anak serta istrinya. Dirinya terlalu lelah bekerja seharian, hanya dengan melihat anak serta istrinya rasa lelahnya hilang.


_


_


_


_

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2