Possesif CEO

Possesif CEO
Berkunjung


__ADS_3

Dave melempar asal dasi nya. Sena yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala nya, selalu saja seperti ini padahal Sena sendiri tidak pernah macam-macam walaupun ada pria lain menyukainya


"Sayang kamu itu kenapa sih?" tanya Sena sambil melepaskan anting didepan meja rias, ia melihat dari cermin kalau Dave membuang asal jas nya


"Itu jas mahal Dave, jangan dilempar-lempar."


"Biarkan saja. Aku bahkan bisa membeli butik nya." jawab Dave sambil menggelung kemeja nya sampai batas siku, dan berjalan kearah pintu balkon


Sedang kan Sena sedang mengganti gaun berat nya di walk in closet, ia keluar dengan menggunakan lingeri yang begitu sexy. Dilihat nya Dave tengah menikmati angin malam, ia pun memutuskan mendekat kearah Dave


Grep


Sena memeluk tubuh Dave dari belakang, ia menyandarkan pipi kanan nya dipunggung sang suami. Dave mendongakkan kepala nya saat merasakan bagian atas Sena begitu kenyal menempel dipunggung nya


"Ada masalah apa? kamu sedari di hotel tadi bertingkah tidak jelas seperti ini."


"Kamu saja yang tidak peka, terus saja dekat dengan pria itu. Aku kesal melihat nya, rasanya ingin melenyapkan dia saat itu juga"


"Aku menikahi manusia bukan monster. Jadi jangan macam-macam kamu." Dave mendengus kesal


"Kalau begitu jauhi Riko itu, kalau kamu tidak mau aku menghabisi nya." Sena melepaskan pelukan nya ditubuh Dave


"Kamu itu yang seharusnya menjauhi sekertaris baru mu yang gatel itu!" Dave berbalik badan, dan dirinya tertegun melihat Sena yang begitu sexy dihadapan nya. Tapi ia tetap berusaha mengontrol nafsu nya


"Memang nya kenapa dengan sekertaris baru ku? kerja nya bagus dan aku suka dengan dia yang tidak pernah datang terlambat"


"Oh jadi kamu suka sama sekertaris baru mu itu? ya?"


"Ya aku suka karna kerjaan nya bagus. bukan karna aku suka karna ada rasa" Dave merutuki junior nya yang sudah berdiri tegak


"Dasar tidak tau malu kau ju, tidak melihat situasi." batin Dave kepada junior nya


"Pokoknya aku tidak mau tau, pecat sekertaris baru mu itu."


"Nggak bisa gitu dong sayang, kerjaannya bagus, dan aku sulit mencari sekertaris yang seperti dia"


"Kalau begitu, biarkan aku saja yang menggantikan nya."


"Tidak." mutlak Dave


"Dave, aku kan bosen dirumah," rengek Sena

__ADS_1


"Aku bilang tidak ya tidak. Jangan membuat aku marah Sena." tegas Dave, Sena menghentakkan kaki nya lalu masuk kembali kedalam kamar


"Aku sudah tidak bisa menahan nya." Dave dengan cepat berlari kearah istrinya. Diangkat nya tubuh Sena dan dibaringkan dengan kasar diatas kasur


"Apa-apaan sih Dave?" tanya Sena yang masih kesal dengan Dave


"Sebentar saja sayang. Rasanya ini begitu menyiksa"


"Nggak. Aku nggak ma_____, mpphttt,.." belum juga menyelesaikan kalimat nya Dave sudah lebih dulu membungkam mulut nya


Dan malam ini kedua pasangan itu kembali berperang diatas ranjang. Sama-sama memberi kehangatan dan kenikmatan dunia


***


Didalam salah satu kamar seorang pria dewasa kini tengah merenung dengan kejadian beberapa jam yang lalu saat dia menghadiri acara pembukaan hotel baru itu


Riko tak menyangka kalau Sena akan secantik itu, dan ia juga tak menyangka mengetahui kenyataan kalau Sena keguguran saat kembali dari restauran waktu itu


Ia tadi bisa melihat wajah tidak suka suami Sena kepada dirinya, padahal bertemu saja tidak pernah tapi kenapa Dave melihat nya sampai seperti itu


"Apa dia tau kalau aku suka sama Sena?" tanya Riko pada dirinya sendiri


Tidak ingin larut memikirkan istri orang Riko memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran nya.


****


Dave mengusap lembut wajah lelap istrinya dan dikecup nya singkat bibir tipis Sena yang juga sudah menjadi tempat favorit nya. Sena menggeliat dalam tidur nya dan ia melihat wajah Dave begitu dekat dengan wajah nya


"Dave," panggil Sena dengan suara serak nya


"Hmmm."


"Aku bermimpi ada anak laki-laki kecil yang sedang menangis,"


"Lalu?"


"Aku mendekat kearah nya dan aku bertanya kepada nya, dimana orang tua nya kenapa malah membiarkan kamu sendiri disini. Terus apa coba jawabnya?"


"Apa yang dia jawab?"


"Orang tua nya tidak pernah mengunjungi dirinya, dan dia merasa kesepian disana sendiri" Sena mulai menangis

__ADS_1


"Hey-hey, kenapa menangis sayang?" tanya Dave dengan mengusap airmata Sena


"Kenapa dengan anak laki-laki itu sampai membuat mu menangis begini?"


"Aku tidak akan menangis kalau anak itu membalikkan badan nya." airmata Sena kian banyak yang keluar


"Salah nya dimana?"


"Wajah anak itu begitu mirip dengan mu." tubuh Dave menegang, dan Sena dapat merasakan nya


"Dia datang kedalam mimpi ku Dave, dia menangis karna orang tua nya tidak pernah mengunjungi rumahnya. Hiks,.. Hikss.. Hikss" Sena semakin mengeratkan pelukan nya dipunggung polos Dave. Bahkan kedua nya sama-sama polos


"Ayo kita kunjungi dia sayang, aku mau meminta maaf kepada nya." ucap Sena dengan terisak


"Mandi lah, aku akan mandi diluar." Sena mengangguk lalu melepaskan pelukan nya


Dave menatap punggung Sena yang hilang dibalik pintu kamar mandi. Dirinya terdiam cukup lama sampai pada akhirnya ia beranjak dari atas kasur


****


Dan disini lah Dave dan Sena berada. Didepan tumpukan tanah kecil yang bertuliskan nama "Cinta Alexander" anak pertama Dave dan Sena


"Jadi kamu memberi namanya Cinta Alexander?" tanya Sena dengan mengusap batu nisan anak nya


"Ya. Nama itu juga aku sematkan dihotel baru kita, agar kita selalu mengingat dirinya"


Sena tersenyum kearah batu nisan anak nya. Seandainya dia masih hidup mungkin usia nya sudah akan memasuki bulan keempat, tapi tuhan lebih sayang kepada anak nya yang bahkan belum berbentuk itu


"Maafkan Mommy dan Daddy sayang yang tidak pernah mengunjungi mu, sampai pada akhirnya kamu menangis mendatangi Mommy. Bukan Mommy melupakan dirimu nak, Mommy takut kalau Mommy belum bisa menerima kepergian mu sayang." Sena menyeka airmata nya, lalu ia tersenyum lagi


"Jangan merasa sedih nak disana, Mommy dan Daddy sangat menyayangi mu. Bahkan kami berdua hampir gila karna kehilangan dirimu"


"Maafkan Daddy sayang yang sudah membuat mu pergi untuk selamanya. Daddy bersalah untuk itu nak, seandainya waktu bisa Daddy putar, maka Daddy akan menjaga mu dengan baik" batin Dave


"Mommy tak menyangka kalau anak Mommy akan setampan itu. Bahkan ketampanan Daddy mu tidak ada apa-apa nya dengan dirimu sayang." kekeh Sena, Dave yang melihat itu ikut tersenyum walaupun ia tau kalau senyum istri nya itu adalah senyum sakit


_


_


_

__ADS_1


Vote nya dong!!!


__ADS_2