
Suara burung berkicauan di sekitaran rumah megah itu, dan matahari tampak malu-malu mengintip dari celah gorden kamar sepasang suami istri yang masih betah berpelukan diatas tempat tidur
Sena membuka mata nya perlahan, dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah suami tampan nya. Sena memuji ketampanan suami nya, saat sedang tidur saja Dave terlihat begitu tampan apalagi tidak tidur. Sena mengamati wajah suami nya yang terlihat begitu tirus dari sebelum-sebelumnya, tangan kiri nya terangkat dan mengelus lembut rahang tajam suami nya
Sena memang marah kepada Dave, tapi ia tidak benar-benar mengacuhkan Dave. Setiap malam nya Sena akan mengurus Dave yang sudah teler karna mabuk-mabukan, jika pagi menjelang Sena akan keluar dari kamar dan mengacuhkan Dave kembali
Sampai pada akhirnya tadi malam. Ia sudah tidak bisa lagi melihat Dave terus menerus menyakiti diri nya. Sena berusaha meyakinkan diri nya bahwa semua itu bukan keinginan Dave, semua nya sudah takdir tuhan dan Sena tidak bisa menghukum Dave dengan cara seperti ini
"Kamu pasti tersiksa karna bersalah, jangan sakit dirimu lagi. Aku sudah memaafkan mu, dan aku juga minta maaf karna sudah membuat mu seperti ini" Sena memajukan wajah nya dan mengecup lama bibir suami nya
Dengan perlahan Sena menarik tangan nya yang berada dibawah tubuh Dave, ia tidak ingin membangun kan suami nya yang terlihat begitu pulas tidur nya
Sena memaklumi jika Dave harus istirahat dulu dirumah, ia butuh waktu untuk mencerna dan menerima semua ini. Toh papah mertua nya juga sudah membantu menggantikan suami nya di kantor
Dan Sena pun tau berita yang menampilkan foto Dave yang tengah menggendong diri nya dan ketika Dave bersama mertua beserta aisten nya berada di rumah sakit, dan sukses membuat dunia heboh. Tapi Sena tak ambil pusing toh untuk apa lagi yang mau ia sembunyi kan, karna sepandai-pandai nya bangkai tersimpan pasti akan tau juga
Jadi Sena sudah menyiapkan mental jika pun nanti pernikahan nya dengan Dave di ketahui dunia, ia siap akan hinaan dan cacian orang-orang menghina nya
Sena memutuskan untuk mandi terlebih dulu baru ia akan turun ke bawah dan membuat kan suami nya sarapan. Dave pasti kangen dengan masakan nya
Tidak butuh waktu lama bagi Sena di dalam kamar mandi, kini ia keluarga menggunakan handuk kimono nya, tak lupa handuk kecil yang bertengger di kepala. Selesai dengan berbenah nya, Sena pun langsung turun ke bawah
Saat sudah dibawah Sena melihat mamah mertua nya sedang membereskan meja makan di bantu oleh bi siti
"Papah sudah berangkat ke kantor mah?" seketika Veny langsung melihat kearah Sena
"Kamu sudah bangun sayang? ya, papah baru saja berangkat" jawab Veny dengan tersenyum
"Sayang kamu ingin sarapan ya? maaf ya, mamah tidak membuat sarapan, papah mengatakan tidak ingin makan nasi jadi mamah menyiapkan roti tawar saja"
"Tidak papa mah, Sena akan masak juga untuk Dave" Veny menatap Sena dengan penuh minat
"Kamu sudah baikan dengan anak mamah sayang?" Sena mengangguk tersenyum
"Maafkan anak mamah ya sayang" ucap Veny lirih kepada Sena
"Mah! jangan meminta maaf ini semua sudah berlalu, Sena dan Dave sudah memutuskan untuk melupakan nya" Sena memegang tangan mertua nya
"Tapi jangan pernah melupakan dia, bagaimana pun itu anak kalian"
"Tidak akan mah, dia akan menjadi yang pertama bagi Sena dan Dave. Dia pergi karna tuhan lebih sayang pada nya"
__ADS_1
Veny pun membalas memegang tangan Sena, ia menatap Sena sedih. Veny juga merasa sedih kehilangan cucu pertama nya yang sudah lama ia nanti
"Ah sudah-sudah kenapa jadi melow gini sih! aku masak dulu mah takut Dave nya keburu bangun" Veny terkekeh ketika diri nya masih merasa sedih
"Kalau begitu mamah mau izin keluar dulu sayang" Sena yang masih sibuk memilih bahan makanan pun langsung menoleh kan badan nya
"Mau kemana mah?"
"Hari ini jadwal mamah arisan bersama teman-teman sayang"
"Kalau gitu hati-hati di jalan mah"
"Ya sayang, mamah tinggal dulu ya sayang!"
Sena mengangguk
Setelah kepergian mertua nya, Sena melanjutkan acara memasak nya. Sena begitu terlihat begitu ceria pagi ini sampai-sampai bi Siti yang melihat itu ikut merasa senang
Tak ingin mengganggu kegiatan majikan nya bi Siti pergi dari sana, meninggal kan Sena yang sedang asyik memasak. Ia akan kembali kesana untuk membantu Sena membersihkan bekas Sena masak saja
Hampir satu jam Sena berkutat dengan pekerjaan nya, kini beberapa menu sudah tertata rapi didalam piring
"Akhirnya selesai juga" Sena tersenyum melihat hasil masakan nya
"Yang benar saja ini jam 9, perasaan ku masih sangat pagi"
Sena segera menuju kamar nya untuk membangun kan suami nya yang masih betah didalam kamar, saat Sena membuka pintu dilihat nya Dave masih tetap tidur sama saat diri nya keluar tadi
Dave mengernyitkan dahi nya kala sinar matahari yang begitu tajam menerpa wajah nya, perlahan ia membuka mata dan melihat wajah Sena yang sedang berdiri di depan nya sambil bersedekap dada
"Aku mohon tuhan kalau ini mimpi biar kan aku tidur lebih lama, aku sangat rindu pada istri ku" gumam Dave lirih, Sena tersenyum mendengar gumaman suami nya yang masih mengira diri nya sedang mimpi
"Bangun lah sayang! makanan di bawah sana akan dingin jika kamu bermalas malasan seperti ini"
Dave membuka mata nya lebar-lebar dan mengubah posisi menjadi duduk. Di tatap nya wajah Sena yang tengah tersenyum manis ke arah nya
Sekali lagi Dave mengucek kedua mata nya, dan meyakinkan diri nya kalau yang di depan nya saat ini adalah Sena
"Mimpi ku hari ini begitu indah, hanya dengan melihat wajah nya tersenyum di dalam mimpi ku saja hati ku sudah senang, apalagi melihat nya nyata" Dave menghela nafas kasar
Cup
__ADS_1
Mulut Dave menganga dan tangan nya meraba pipi kanan nya yang dicium oleh Sena, ini terasa begitu nyata pikir nya
"Why does this feel so real?" ucap Dave
Sena terkekeh melihat wajah bodoh suami nya, sudah jelas-jelas ini nyata masih saja bilang mimpi
"Bangun Dave, kamu ingin aku marah lagi pada mu?" kesadaran langsung kembali
"Dream or real?"
"Real sayang, ini benar-benar aku istrimu."
"AAAA.." teriak Sena kala Dave menarik lengan nya dan membuat diri nya duduk di pangkuan Dave
"Jadi semalam itu bukan mimpi?" Sena tersenyum dan mengangguk
Dave menenggelam kan wajah nya dileher Sena dan bergumam pelan
"Terima kasih sudah memaafkan ku" kedua sudut bibir Sena terangkat, dan tangan nya mengelus lembut rambut Dave
"Jangan membahas nya lagi. Kita sudah sepakat semalam" Dave menganggu kan kepala nya
Dave menghirup dalam-dalam aroma tubuh Sena, mulut Dave pun mulai nakal, menyesap dan menggigit leher putih Sena sehingga meninggal kan ruam merah yang begitu sangat jelas
"Dasar mesum! mandi lah dulu"
"Hehehe maaf sayang, aku terlalu kangen dengan mu"
Cup
Dave mengecup bibir Sena singkat dan memindahkan tubuh Sena ke samping, setelah nya ia turun dari kasur dan masuk kedalam kamar mandi. Sena yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepada nya
"Ku pikir mesum nya akan hilang, ternyata tidak" gumam Sena lalu memberes kan tempat tidur nya
_
_
_
_
__ADS_1
Yuk kakak-kakak ku sayang bantu adik mu ini, simple kok cuman vote dan like.
Terima kasih.