
Dave dan Jerry dibuat kelimpungan mencari buah berambut yang Sena inginkan. Sudah seluruh kota jakarta bahkan pedalaman pun Jerry dan Dave lalui, namun tidak ada tanda-tanda sedikit pun buah itu ada
"Harus mencari kemana lagi Jerr?.." Dave mengacak rambutnya prustasi, ia tidak tahu harus kemana lagi dirinya dan Jerry membawa mobil ini. Sudah berputar kesana kemari mencari tempat yang menjual buah itu.
"Kenapa saat musimnya buah itu tidak dicari? Malah sekarang sedang tidak musim disuruh cari," ujar Dave
"Lah, Bos juga aneh, sudah tahu istri ngidam!" seru Jerry yang merasa jengah dengan Bos nya itu, padahal Bos nya itu hanya diam saja dengan melihat ponselnya tapi kenapa Bos nya itu yang malah mengeluh
"Lebih baik aku telpon dulu saja Sena, tidak mungkin kan kita berputar-putar seperti ini terus sejak tadi?" Jerry hanya mengangguk saja saat Dave melihat kearah nya, ia akan mengikuti intruksi yang Dave berikan
"Hallo sayang! Aku tidak menemukan buah itu sayang, sudah hampir kota jakarta ini aku keliling tapi tidak satupun tempat jualan buah yang menjual buah itu." ucap Dave kepada istrinya, Dave dapat mendengar desahan kecil dari sebrang tanda kalau istrinya itu kecewa mendengar apa yang ia katakan
"Kenapa tidak buah yang lain saja sayang?" tawar Dave siapa tahu istrinya menginginkan buah yang lain
"Tapi aku lagi pengennya rambutan loh Dave!" seru Sena dari sebrang
"Bunuh aku saja sayang, demi tuhan aku tidak berbohong jika tidak ada satupun tempat yang aku singgahi menjual buah yang kamu maksud itu! Bahkan penjualnya saja mengatakan kalau buah itu sudah lewat musim, aku tidak mungkin mengatakan tidak ada jika buah itu ada. Tolong mengertilah," pinta Dave kepada Sena untuk mengerti dirinya, sedari pagi tadi Dave dan Jerry pergi untuk mencari buah rambutan yang istrinya itu inginkan, tapi sama sekali Dave tidak menemukan buah itu ditempat penjual buah
"Iya sudah kalau kamu tidak ikhlas tidak usah mencarinya, lagi pula aku sudah tidak menginginkan buah itu."
"Loh kok gi... Tutt..." Dave melihat layar ponselnya yang ternyata sudah di matikan secara sepihak oleh Sena
"Damn it! Dia marah lagi!" Dave mendesah pelan dan menjatuhkan dirinya bersender di jok mobil
"Apa Bos masih mau mencari buah itu?" tanya Jerry, ia juga sudah bingung harus kemana lagi tangannya ini memutar stir mobil yang sejak pagi tadi tidak berhenti bergerak
"Pulang saja Jerr, percuma juga kita mencari kalau buah itu memang tidak ada." Jerry pun mengangguk dan melihat kearah kaca spion untuk memutar balik mobilnya
Jerry yang tidak mendengar suara Dave lagi itu mencoba melirik ke samping, ternyata Bos nya itu sedang melamun. Terbukti dengan Dave menyanggah dagunya dengan tangan kanan dan menatap lurus ke depan
__ADS_1
"Rupanya sedang galau gara-gara istri dirumah sudah mengambek." batin Jerry, ia pun fokus kembali ke jalanan. Tidak ingin terlalu mencampuri urusan rumah tangga Dave dan Sena
****
Dave memasuki rumahnya dengan wajah yang begitu lesu, ia membuka kancing kemeja nya yang terasa begitu panas akibat belum mandi. Saat kaki Dave akan menaiki anak tangga Bi Ina muncul dari atas
"Tuan sudah pulang!" seru Bi Ina saat menuruni anak tangga dan ternyata majikannya juga bersiap untuk naik
"Bibi darimana?" tanya Dave
"Oh ini tuan, Bibi habis mengantarkan nasi goreng yang nyonya minta," jawab Biar Ina memberitahu apa yang membuat dirinya muncul dari atas
"Apakah istri saya belum tidur Bi?"
"Belum tuan, sehabis menangis dan berteriak nyonya turun ke bawah dan meminta saya untuk membuatkan nasi goreng." jelas Bi Ina kepada majikannya. Dave pun mengangguk mengerti, sebelum detik berikutnya ia mencerna kalimat yang pembantunya itu katakan padanya
"Bibi bilang apa tadi? Istri saya menangis dan berteriak?" melihat Bi Ina mengangguk Dave pun berlari keatas menuju kamar utama. Bi Inah cukup terkejut saat Dave yang tiba-tiba langsung berlari melewatinya
****
Sena mengusap kasar pipinya yang terdapat air mata. Sungguh ini bukan dirinya, ia tidak pernah menjatuhkan air mata dengan cuma-cuma seperti ini, apalagi hanya karena buah
Brak.
Ting!
Sena terperanjat sehingga membuat sendok yang berada di tangannya terlepas dan jatuh ke lantai. Sena langsung menoleh untuk melihat siapa orang yang begitu kasar membuka pintu kamarnya dan Dave
"Sayang!" seru Dave dan berjalan cepat menuju kasur dimana istrinya berada. Dave melempar asal tas kerjanya keatas sofa yang berada didalam kamar itu
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa? Kata Bibi kamu tadi menangis dengan berteriak-teriak, apa yang terjadi?" tanya Dave memegang kedua bahu Sena. Sedangkan Sena langsung menoleh kearah lain ia masih marah dengan ucapan Dave tadi
Dave menghela nafas pelan melihat Sena mengacuhkan dirinya, dapat Dave tebak jika dirinya lah yang menjadi Sena menangis dengan berteriak-teriak
"Aku minta maaf ya sayang! Bukan aku tidak mau mencari buahnya, tapi emang buah itu sudah lewat musim dan belum ada jika mencari sekarang." ucap Dave memberi penjelasan lagi kepada istrinya agar istrinya itu mau mengerti
"Alasan kamu aja itu," tukas Sena dengan cepat dan dengan wajah yang masih melihat kearah lain
"Aku nggak bohong sayang, kamu bisa tanya Jerry. Aku tadi pergi dengan Jerry, bahkan seluruh kota jakarta ini sudah kami berdua telusuri tapi tetap saja hasilnya nihil." Dave memegang dagu istrinya berharap agar istrinya mau menoleh menatap dirinya
"Terus kenapa kamu sampai nyuruh aku buat bunuh kamu? Kamu nggak ikhlas nyari buah itu, kan yang pengen juga dedek bayinya. Dia juga kan anak kamu!" ujar Sena dengan menoleh kedepan menatap wajah Dave, mata Sena kembali berkaca-kaca saat tatapannya bertemu dengan Dave
"Hei-hei, jangan menangis sayang! Bukan karena aku tidak ikhlas sayang, aku sudah sangat lelah jika harus lebih lama lagi berputar-putar. Bahkan aku merasa kalau tubuhku terasa remuk berada didalam mobil tanpa ada kegiatan lainnya."
"Jadi kamu capek?" tanya Sena, dan dengan polosnya Dave mengangguk
"Iya sudah kalau kamu capek, bedok-besok kalau aku mengidam lagi aku akan meminta Riko untuk mencarikannya. Aku tidak akan menyuruh kamu lagi," Dave menggertakkan rahangnya, pegangannya pada bahu Sena semakin menguat seiring amarahnya yang memuncak
"Jangan pernah lakukan itu Sena, jika kamu tidak ingin melihat kemarahan ku." ucap Dave dengan menggeram menahan amarahnya, ia pun segera pergi dari dalam kamar itu untuk meredamkan amarahnya
_
_
_
_
Bersambung
__ADS_1
Fllw ig : @rohmatulkarimah_*******