Possesif CEO

Possesif CEO
Hope only a dream


__ADS_3

"Mau makan apa Se?" tanya Riko, yang sedang membolak-balikan buku menu ditangan nya


"Aku minum saja Rik, soalnya aku masih kenyang kalau mau makan lagi"


"Ya sudah aku ikut kamu saja"


"Lho kok gitu? tidak papa kamu makan saja, daripada kamu kelaparan dikantor" Riko tersenyum mendengar perhatian Sena, ia jadi semakin yakin untuk mengungkapkan nya sekarang juga


"Nggak papa, aku tidak terlalu lapar kok"


"Jus alpukat dan buah naga nya saja ya mbak" ucap Riko sambil menyerahkan kembali buku menu


Riko memperhatikan Sena yang teru tersenyum sambil memandang kearah perut nya, membuat ia sedikit merasa heran apa yang membuat Sena sampai seperti itu


"Kamu tidak papa Se?"


"Ya kenapa?" tanya Sena seperti tak mendengar pertanyaan Riko


"Aku lihat kamu tersenyum-senyum sendiri sambil memandang kearah perut mu, apa yang terjadi?" Sena tersenyum dan menggeleng


"Nggak papa kok."


"Sena!"


"Ya, kenapa Rik?"


"Aku ingin mengatakan sesuatu"


"Katakan saja aku akan mendengar kan nya"


Sena terperanjat ketika Riko mengambil tangan kanan nya dan menggenggam nya dengan erat


"Rik," Sena mencoba melepaskan tangan nya tapi kekuatan nya tidak mungkin sebanding dengan kekuatan Riko


"Sebentar saja izinkan aku menggenggam tangan mu"


"Aku janji hanya sebentar saja" ucap Riko lagi ketika melihat penolakan Sena


"Aku mohon cepat katakan!"


"Sena, aku___," Riko menghentikan bicara nya ketika pelayan yang tadi datang membawa pesanan mereka


"Silahkan diminum mas, mbak."


"Terima kasih"


Setelah kepergian pelayan itu Sena meminta agar Riko segera mengatakan nya, ia tidak mau jika ada yang melihat mereka seperti ini apalagi Dave, itu adalah orang yang paling Senang takuti untuk saat ini


"Aku mencintai mu Sena"


"Apa?" teriak Sena, membuat beberapa pengunjung disana menoleh kearah nya


"Aku mencintai mu, dari pertama kali kita bertemu. Tapi aku selalu tidak memiliki keberanian untuk mengatakan nya kepada mu"


"Kamu tidak bisa mencintai ku Rik, buang jauh-jauh rasa itu" Sena dapat melihat wajah kecewa Riko, tapi ini lebih baik dari pada memberi harapan kepada Riko


"Kenapa, kenapa aku tidak bisa?"


"Aku sudah menikah." genggaman tangan itu seketika terlepas, mata Riko terlihat membulat tak percaya


"Sejak kapan kamu pandai bercanda seperti ini Se?" Riko terkekeh kecil, ia hanya menganggap apa yang dikatakan oleh Sena adalah lelucon


****


"Sialan!" umpat Dave kala melihat video yang baru saja dikirim kan anak buah nya yang tidak sengaja melihat Sena ada di restauran itu dengan pria lain


Dave meraih handphone nya dan menghubungi nomor Jerry


"Hallo Jer, aku akan pulang sekarang. Tolong kamu selesaikan semua pekerjaan ku"

__ADS_1


"Apa ada masalah bos?" tanya Jerry dari sebrang


"Tidak ada. Aku hanya merasa tidak enak badan saja"


"Baiklah bos. Selamat istirahat, semoga cepat sembuh"


"Hmm." Dave mengakhiri sambungan itu dan menyimpan kembali handphone nya didalam saku jas. Ia memijat pelepis nya ya yang terasa pening


Dave memutuskan untuk kembali kerumah, karna percuma juga ia berada dikantor kalau pikiran nya ntah ada dimana-mana


Sesampai nya diparkiran Dave langsung memasuki mobil dan menancapkan gas nya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak peduli orang akan memarahi nya atau tidak yang penting ia cepat sampai dirumah


Tidak butuh waktu lama bagi kini mobil Dave sudah berhenti tepat di garasi rumah orang tuanya. Saat memasuki rumah yang dilihat Dave adalah bi Siti yang terlihat dari ruangan televisi


"Bi Siti!"


"Eh den Dave sudah pulang? tumben sekali lagi siang begini sudah pulang?"


"Ya bi kepala saya sedikit pusing. Istri saya ke mana ya bi kalau boleh tahu?"


"Emm, tadi non Sena pamit keluar sebentar,tapi bibi enggak tahu tuh ke mana pergi nya."


"Ya sudah kalau begitu terima kasih ya Bi. Saya mau ke atas dulu."


"Enggak mau Bibi buatkan teh anget Den?"


"Tidak usah Bi, terima kasih."


Dave menaiki anak tangga menuju kamar nya, dan membantingkan tubuh nya keatas kasur


****


"Berasal dari keluarga mana pria itu?" tanya Riko datar


"Alexander."


"Apa? jadi kamu menikah dengan Dave Keenan Alexander?" Sena mengangguk pelan


"Kami saling mencintai tentu saja bisa."


"Maksudku bagaimana bisa kamu menikah dengan dia, dan bagaimana bisa kalian menikah tanpa dunia tahu. Sedangkan keluarga Dave itu sangat di segani di negara ini"


"Itu sudah menjadi keputusan kami berdua, aku juga tidak menginginkan pernikahan yang mewah."


Riko mengusap wajahnya kasar, ia tak menyangka wanita yang ia cintai ternyata kini sudah menikah


"Sudah berapa lama kamu menikah?"


"Hampir satu bulan ini. Dan aku saat ini kini tengah hamil."


"Hamil?" Sena tersenyum dan mengangguk dengan tangan yang mengusap perut datarnya


Seakan tertiban benda keras dua kali begitulah Riko saat ini yang begitu kaget dibuat Sena. Belum saja hilang keterkejutan nya saat tahu Sena menikah, kini sudah ditambah kabar Sena tengah mengandung


"Riko, aku pamit pulang duluan ya. Aku takut Dave akan menelponku sedangkan aku tidak bilang terlebih dahulu saat akan keluar." Riko mengangguk


"Kalau begitu sampai ketemu dilain waktu, aku duluan."


Sena keluar dari restauran itu meninggalkan Riko yang masih tak percaya akan semua nya, ia berharap ini hanya lah mimpi


"Aku terlambat, kini dia sudah menjadi milik orang lain." gumam Riko sambil mengacak rambutnya


****


"Terima kasih ya Pak." ucap Sena pada supir taxi yang ia naiki


"Sudah pulang non?" sapa satpam yang menjaga gerbang


"Ya pak, mari!"

__ADS_1


Sena memasuki rumah itu dengan gembira, sedari keluar rumah sakit tadi dirinya tak berhenti tersenyum-senyum bahagia


Ceklek


Tanpa Sena sadari suami nya sudah berada diatas kasur sambil melihat dirinya yang sedang senyum-senyum. Dimana senyum itu malah semakin membuat darah Dave mendidih


"Sudah pulang sayang?"


"Astaga! sayang, kamu membuatku kaget saja." Sena memasuki walk in closet dan mengganti pakaiannya dengan yang sedikit longgar ditubuh nya


"Kamu terlihat begitu bahagia, apa yang membuatmu bahagia?" Dave bertanya dengan nada yang begitu santai


"Aku punya kabar gembira untukmu." Sena duduk disamping Dave diatas kasur


"Kabar apa? Kabar kalau kamu selingkuh, ya?"


"Dave, kenapa kamu berbicara seperti itu?" Dave melempar handphone nya kepada Sena


"Jelaskan itu." Sena menutupi mulut nya, bagaimana bisa Dave mempunyai video ini dimana Riko tengah menggenggam tangan nya


"Dave, ini tidak seperti yang kamu lihat."


"Oh ya? Bahkan kamu hanya diam saja saat pria itu menggenggam tanganmu,"


"Sudahlah aku malas berdebat, lain kali berhati-hati lah jika ingin selingkuh. Kamu tidak tahu siapa aku." Dave beranjak dari kasurnya, ia tidak ingin melampiaskan emosinya dengan memarahi Sena


"Dave tunggu dulu!" Sena turun dari kasur dan menahan tangan Dave saat akan masuk kedalam walk in closet


"Lepaskan tanganmu, menjauh lah aku sedang emosi."


"Enggak. Aku nggak mau."


"Aku bilang menjauh ya menjauh. Kenapa sulit sekali membuat mu mendengarkan permintaanku." Dave menarik tangannya paksa, Sena melihat Dave yang sedang mengganti pakaian


"Kamu mau ke mana?" tanya Sena mengikuti Dave yang berjalan kearah kasur mengambil handphone nya


"Bukan urusan mu."


"Tentu saja urusanku. Aku istrimu dan aku berhak tahu ke mana kamu akan pergi."


"Kamu bilang apa? Kamu istriku?" Sena mengangguk


"Lucu kamu, istri macam apa yang keluar tanpa izin suami dan bertemu dengan pria lain bahkan berpegangan tangan. Heh ada-ada saja kamu." sinis Dave


Baru satu langkah kaki Dave, tapi lengannya sudah dicekal kembali oleh Sena. Dan dengan kasar Dave menghempas kan tangan itu, membuat Sena terdorong ke belakang dan cukup kuat membentur dinding


"Aww.." teriak Sena yang sudah terduduk dilantai, seketika Dave menengok kebelakang dimana Sena sedang meringis terduduk di lantai sambil memegang perutnya


"Kamu tidak papa?" tanya Dave panik


"Darah," gumam Dave yang melihat darah mengalir dibawah Sena


"Tidak, tidak. Anakku, tolong selamatkan anakku!" tangis Sena sebelum kesadaran nya hilang


"Anak?" seketika mata Dave membulat, dengan cepat ia mengangkat tubuh Sena dengan darah yang terus menetes


_


_


_


_


Hai para readers maaf ya kalau aku kemarin nggak up.


Bantu vote nya dong biar aku bisa terus semangat untuk up.


Ada yang mau tau karya aku lain nggak yang ada di platfrom sebelah? kalau ada bisa DM aku di ig: @rohmatulkarimah_

__ADS_1


Terima kasih. Ingat jangan lupa untuk vote nya ya.


__ADS_2