Possesif CEO

Possesif CEO
Ingin Kerja


__ADS_3

Dave masuk kedalam kamar dengan membawa nampan yang berisi roti dua lembar yang sudah diolesi selai strawberry kesukaan Sena dan segelas susu rasa strawberry.


Kini sudah tiga minggu mereka resmi menjadi suami dan istri, selama itu pula Sena tak pernah keluar dari apartemen. Dave benar-benar mengurung nya, tak membolehkan nya kemana dan setiap bangun dari tidur Sena selalu kesiangan.


"Sudah bangun sayang? ini aku bawakan sarapan untuk mu!" Dave memangku nampan yang ia bawa itu, dan duduk di pinggiran kasur


Sena yang sedang menyenderkan tubuh nya di kepala ranjang pun segera menegakkan tubuh nya dan memegang erat selimut agar tak merosot menampilkan tubuh nya yang tertupi oleh kain satupun.


"Kamu sudah sarapan?" tanya Sena, dengan suara serak kepada suami nya, Dave mengangguk pelan


"Lauk apa? aku kan belum masak apapun,"


"Kamu lupa sayang? lauk yang kamu masak semalam kan belum kita makan" Dave menampilkan senyum smirk nya


Sena baru ingat sebelum ia dan Dave masuk kedalam kamar, ia sedang memasak menu lauk makan karna Dave mengatakan kalau dirinya lapar lagi. Tapi pada saat dirinya sedang sibuk mengaduk-aduk apa yang dimasak Dave sudah cepat menutup dan mematikan kompor lalu membawa nya kedalam kamar untuk membuat baby


"Maaf ya, aku gak bisa nyiapin semua keperluan kamu," ucap Sena lemas, seperti orang yang baru saja menyelesaikan pertarungan padahal mereka berperang nya semalam


"Ada yang sakit sayang?" tanya Dave


"Tubuh ku rasanya remuk semua!"


"Maaf sudah membuat kamu merasakan sakit-sakit" ucap Dave, yang merasa bersalah karna telah menggempur Sena setiap hari nya dengan beronde-ronde


"Gak papa sayang, itu sudah kewajiban aku untuk melayani kamu."


"Kamu makan ya sekarang!" Dave mengambil roti yang ia bawa, dan menyuapi Sena dengan pelan dan penuh perhatian


"Dave,"


"Hmm." jawab Dave tanpa mengalihkan perhatian nya lada mulut Sena yang sedang menerima roti dari Dave


"Dave." panggil Sena lagi


"Habiskan dulu makanan nya ya, baru berbicara." Sena mengangguk mengerti, Sena melanjutkan memakan apa yang Dave masukkan kedalam mulut nya, sampai roti itu habis tak tersisa


"Susu nya diminum semua." lagi-lagi Sena mengangguk, dan menegak habis minuman nya


"Sekarang kamu bisa mengatakan apa yang ingin kamu sampai kan ke aku"


"Aku ingin kembali bekerja!" seru Sena dengan menatap wajah Dave penuh harap


"Gak." jawab Dave cepat


"Tapi aku bosen diam disini terus tidak pernah keluar, sudah seperti tahanan saja"


"Kita akan jalan-jalan kemana pun yang kamu mau, setelah aku pulang dari kantor."


"Dave, cobalah untuk mengerti aku sayang!"

__ADS_1


"Huh!" Dave menghela nafas nya kasar, jujur ia tidak ingin Sena kembali bekerja. Bukan karna apa, hanya saja ia tidak suka istri nya ditatap atau dilihat oleh para laki-laki lain, ia hanya ingin Sena nya diam dirumah dan menyambut nya ketika pulang dari kantor


"Baiklah kamu aku izinkan kembali bekerja, tapi ingat setelah kamu mengandung anak ku, aku ingin kamu diam dirumah saja." Sena mengangguk kan kepala nya mengerti


Tentu saja ia akan berhenti saat sudah sudah hamil, ia juga tidak ingin membahayakan janin nya dengan tetap memaksa ingin bekerja, hanya untuk saat ini sungguh ia sangat ingin bekerja, tidak tahan berdiam diri sendiri di apartemen yang besar ini


Memang dasar Sena payah, baru aja apartemen Dave. Bagaimana kalau rumah Dave yang besar nya sudah mengalah-ngalahkan istana.


"Cepat mandi sana kalau ingin kembali bekerja, kenapa malah melamun!" Sena yang sedang melamun itu pun langsung terperanjat sebentar, setelah itu ia segera turun setelah memakai kan kemeja Dave untuk menutupi tubuh nya yang tak memakai apapun


"Kebiasaan! aku sudah puas melihat nya,"


"Tetap saja aku malu Dave, memang nya kamu?" Sena segera masuk kedalam kamar mandi


Dave turun dari atas kasur dan melangkah kearah balkon sembari menunggu Sena membersihkan tubuh nya.


Saat sedang menghirup udara segar di pagi hari, suara dering handphone yang begitu keras pun membuat Dave tersadar dan segera melihat kearah layar siapa yang menelpon


"Hallo Jer, ada apa?"


"Apakah bapak sudah berada didalam ruangan?" tanya Jerry dari sebrang


"Belum, aku sedang menunggu Sena, tunggulah sebentar lagi aku akan segera kesana,"


"Dan satu lagi, tolong kamu sampaikan kepada pihak HRD untuk membatal lamaran para sekertaris ku, karna saat ini aku akan menarik Sena kembali."


"Ya, lanjutkan pekerjaan mu." Dave mematikan sambungan itu, dan saat akan memasukkan handphone nya kembali kedalam saku telpon masuk kembali dan kali ini dari sang mamah


"Hallo ma, ada apa pagi-pagi sudah menelpon?"


"Tidak ada sayang, memang nya gak boleh kalau mamah menelpon anak sendiri?"


"Tidak ada larangan untuk itu ma, tumben saja"


"Ya nih sayang, mamah ingin mengajak kalian berdua untuk makan malam disini"


"Dave akan mengatakan nya kepada Sena mah,"


"Dimana menantu mamah itu sayang?" tanya mamah Dave


"Lagi mandi mah, kami akan pergi kekantor"


"Bukankah katamu dia sudah kamu berhenti kan?"


"Dia memaksa untuk kembali bekerja, katanya bosen kalau harus dirumah terus"


"Ya juga sih, ya sudah biarkan dia kembali bekerja, jangan terlalu mengekang nya."


"Ya mah!"

__ADS_1


"Kalau gitu mamah tutup dulu ya, sampai jumpa nanti malam sayang"


"Ok mah."


"Siapa yang menelpon sayang?" Dave melihat kebelakang, dimana Sena sedang menggunakan handuk kimono


"Mamah sayang, dia meminta kita untuk makan malam disana"


"Terus kamu bilang apa?" tanya Sena dan berjalan kearah ruangan kecil didalam kamar itu


"Aku akan mengatakan nya kepada Sena terlebih dahulu." Sena tersenyum saat suami nya sudah mulai mengerti dirinya


"Sayang, kamu lagi ngapain sih?"


"Tunggu sebentar," tak lama SSena keluar dengan blouse polkadot navy dan rok berwarna putih yang cukup sexy


"Apa-apaan ini pakaian kamu? ganti!"


"Lho sayang, memang nya ada yang salah sama pakaian yang aku pakai?"


"Apa kamu tidak lihat? rok mu itu kurang pendek! cepat ganti."


"Ya iya astaga, resiko punya suami possesif, ini salah itu salah" gumam Sena sambil berjalan ke ruangan itu kembali


"Aku menyuruh mu mengganti itu saja, bukan nya malah menggerutu"


"Ya Dave, aku mengerti. Dasar aneh sudah jelas-jelas ini rok yang biasa aku pakai"


"Bakar saja semua nya, aku tidak akan pernah mengizinkan mu memakai rok seperti itu lagi!"


"Kalau aku tidak mau bagaimana?" tantang Sena


"Kamu menantang ku?"


"Ya! kenapa memang nya?" Dave menyeringai


"Tunggu saja nanti malam, akan kubuat kamu tidak bisa berjalan." Dave segera cepat keluar dari dalam kamar itu, sebelum suara emas Sena keluar


Dasar mesum kamu Dave!" teriak Sena, sedangkan Dave terbahak-bahak dibawah mendengar teriakan Sena.


_


_


_


Yuk bantu aku dengan vote, like dan komen.


Terima kasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2