
"Aku pikir kamu tidak akan datang lagi," Radian yang tengah melihat baby Devano itu menoleh sekilas, lalu menatap baby tampan nan mungil
"Tadinya aku ingin berada disini dan melihat Dave junior, namun setelah aku mengingat kalau calon istriku mungkin sudah menunggu lama, membuat aku terburu-buru untuk pulang." jawab Radian tanpa mengalihkan pandangannya dari menatap Devano
Tok! Tok! Tok!
"Tolong bukakan pintunya An!" pinta Dave kepada Radian. Bukan apa, saat ini Dave dan Sena tengah suap-suapan. Dave tidak mau makan jika tidak disuapi oleh Sena, dan Dave mau makan bersama dengan Sena.
"Iya." Radian pun melangkah menuju pintu
"Se, bisa kasih resep enggak buat anak setampan ini bagaimana?" tanya Caca melihat Sena. Sena yang sedang menerima suapan dari Dave hanya bisa tersenyum kecil mendengar pertanyaan Caca
"Jika kamu ingin membuat baby setampan itu, katakanlah kepada Radian untuk menggempur mu sampai subuh." Caca membulatkan matanya
"Sayang, kamu ini memang benar-benar tidak tahu malu ya," bisik Sena di telinga Dave
"Dia kan bertanya sayang," Sena dan Caca menggelengkan kepala mereka
"Jangan di dengar Ca, Dave memang sudah tidak punya malu." Caca tersenyum kecil lalu mengangguk
"Siapa yang tidak punya malu?" Caca menoleh ke belakang
"Kalian," gumam Caca membulatkan matanya melihat para sahabatnya ada disana
"Ini nih si Dave," Sena dan Dave belum menyadari kehadiran tiga orang disana karena Dave terlalu asyik memandang wajah istrinya dengan mulut yang tidak berhenti mengunyah karena Sena selalu menyuapi Dave setiap kali makanan di mulut Dave sudah habis
"Siapa yang datang An?" tanya Dave dan menolehkan kepalanya. Mulut Dave seketika berhenti mengunyah saat melihat ada siapa yang berdiri disana
"Ohh, ada dia rupanya!" Dave menatap sinis kearah Riko
"Siapa sayang?" tanya Sena dan ikut menoleh
"Riko," lirih Sena, Dave menatap tajam istrinya
"Mereka bertiga yang datang sayang, kenapa harus pria itu yang kamu panggil?" tanya Dave penuh dengan penekanan, Sena yang masih bengong menatap Riko menoleh kearah suaminya. Sena tersenyum kikuk saat melihat mata Dave menatap dirinya tajam
"Apakah kami tidak diperbolehkan datang ke sini?" Riko bersuara
"Boleh kok, boleh!" seru Sena, ia tidak takut dengan Dave yang matanya sudah mau keluar dari tempat
__ADS_1
Tia dan Reza yang sejak tadi hanya diam saja itupun langsung berlari kearah Caca untuk melihat bayi Sena. Mulut Reza dan Tia membulat melihat rupa bayi Sena dan Dave
"Ini perpaduan yang sangat sempurna sih," ucap Reza yang begitu terpesona akan ketampanan yang terpancar dari bayi merah itu
Berbeda dengan Tia dan Reza, Riko malah melangkah mendekati Dave dan Reza yang tengah duduk diatas brankar. Sena menatap cemas Riko yang tengah melangkah kearah nya
"Bagaimana keadaan kamu Se?"
"Iya? Aku, seperti yang kamu lihat sekarang." jawab Sena tersenyum kecil
"Syukurlah. Selamat ya untuk kelahiran anak pertama mu." Riko mengulurkan tangannya kehadapan Sena. Membuat Sena semakin bingung menerimanya atau tidak? Jika ia tidak menerima uluran tangan itu, ia tidak enak hati. Tapi jika ia menerima Dave mungkin akan mengamuk dengan dirinya
"Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan. Dan perlu kamu tahu kalau ini adalah anak kedua kami, bukan pertama." Dave membalas jabatan tangan Riko dan memberi cengkraman sedikit kuat agar Riko bisa merasakan kemarahan Dave. Riko hanya membalas dengan senyum tipis, tidak ada kemarahan didalam dirinya
Sena melirik suami dan sahabatnya bergantian, ia melihat kearah tangan itu dan menatap penuh harap kepada Dave untuk mau melepaskan jabatan itu.
****
"Lihatlah itu Ti, aku bilang juga apa kan?!" Radian dan Caca juga ikut melihat kearah yang Reza tunjuk
"Dave begitu sangat posesif, lihat wajah Sena sampai seperti itu," ujar Radian membuat Caca yang mendengarnya merasa ingin muntah
"Sudah cukup mereka saja, kalian berdua jangan menambah-nambahkan." ucap Tia yang tahu akan tatapan yang diayangkan Radian kepada Caca
"Bolehkah aku menggendongnya Ca?" tanya Tia
"Coba tanya langsung kepada Mamah nya." Tia mengangguk, kebetulan sekali ketiga orang itu sedang bersitegang. Ia akan mengacaukannya. Tia menyeringai
"Sena!" panggil Tia. Sena yang sedang berusaha untuk menenangkan suaminya itu menengok saat ada yang memanggilnya
"Bolehkah aku menggendong anakmu?" tanya Tia, Sena hanya bisa mengangguk sebagai jawaban. Dan saat itu juga jabatan tangan itu terlepas begitu saja
"Hei, pelan-pelan saat mengambilnya, aku tidak ingin putraku kenapa-kenapa." berbeda dengan Sena, Dave malah begitu sangat takut saat ada yang meminta untuk menggendong putra mereka
"Oh my god, tidak hanya kepada istrinya, ternyata dia juga begitu sangat posesif dengan anaknya." gumam Tia, Caca hanya bisa tersenyum mendengar gumaman Tia. Ia menyerahkan bayi tampan itu kepada Tia
"Astaga! Rasanya aku juga ingin memiliki bayi segera," ucap Tia yang tidak kuat melihat pesona dari anak Sena
"Lihatlah Ca, matanya berwarna coklat!"
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Caca yang antusias dan melihat kearah mata anak Sena
"Kok aku tidak melihatnya tadi ya," ungkap Caca yang memang baru mengetahui kalau mata Devano berwarna coklat
"Ngomong-ngomong Ti, Za. Bagaimana kalian bertiga ada disini? Perasaanku, aku belum memberitahu kalian tentang kelahiran bayi tampan ini." Caca menatap Tia dan Reza bergantian
"Kamu tidak tahu dengan berita sore ini Ca?" tanya Reza, Caca yang mendapat pertanyaan seperti itu menggelengkan kepalanya. Ia memang tidak mengetahui berita apapun karena dirinya sengaja mematikan ponselnya agar Radian tidak dapat menghubungi dirinya yang sedang kesal itu
"Aku pikir kamu sudah melihat beritanya." ungkap Raza
"Memang nya apa sih beritanya? Kok aku jadi penasaran?" tanya Caca, ia menoleh kearah Radian untuk meminta jawaban dari calon suaminya
"Aku belum buka ponsel sama sekali sayang, jadi aku juga tidak tahu berita apa yang sahabat kamu itu maksud."
"Kamu harus update dong Ca, biar tidak ketinggalan. Lihatlah ini!" Reza menyerahkan ponselnya kepada Caca, dan terima Caca dengan cepat.
Caca melihat berita apakah yang Reza maksud. Namun betapa terkejutnya Caca saat membaca berita dari ponsel Reza, Radian yang melihat perubahan wajah Caca itupun langsung menyambar ponsel itu tanpa meminta izin pemiliknya terlebih dulu
"Sena pasti belum mengetahuinya," ujar Tia. Caca mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Tia
"Dia pasti akan sangat terkejut saat seluruh dunia tahu tentang pernikahannya dan Dave, apalagi didalam sini tertera kalau Dave sedang membantu istrinya yang akan melahirkan."
"Mungkin sudah saatnya juga Ca, mau sampai kapan mereka menyembunyikan pernikahan mereka. Apalagi dia sudah hadir," Caca melirik kearah bayi mungil itu
"Benar apa kamu Ti,"
"Kita do'akan saja agar semuanya baik."
"Aamiin."
_
_
_
_
Bersambung...
__ADS_1