
"Tuan, Bibi sudah menyiapkan makan malam untuk tuan diatas meja!" seru Bi Ina kepada Dave yang sedari tadi terlihat tengah melamun
"Bi, nanti saja saya makannya. Saya sedang menunggu kabar dari istri saya Bi, sungguh saat ini saya sangat begitu cemas dengan keberadaan dia." Bi Ina merasa perihatin dengan masalah yang saat ini sedang terjadi antara majikannya. Padahal dalam empat bulan ini hubungan keduanya baik-baik saja, mungkin sedikit bertengkar kecil ala-ala suami dan istri muda
"Hahh!" Dave mengadahkan kepalanya ke atas, ia mengusap wajahnya kasar dan setelah itu ia bangkit dari sana untuk melanjutkan mencari Sena. Jika berdiam diri seperti itu tidak akan ada yang berubah pikir Dave
"Bi Ina, saya mau mencari istri saya. Kalau istri saya pulang saat saya tengah mencarinya, tolong kabarin saya ya Bi!" Bi Ina mengangguk
"Baik tuan, Bibi akan menghubungi tuan jika Nyonya sudah pulang." Dave tersenyum kecil
"Terima kasih banyak Bi, kalau begitu saya pergi dulu."
"Iya tuan, semoga Nyonya segera ditemukan." Dave pun mengangguk dengan mata terpejam, setelah itu ia pun segera pergi dari sana untuk mencari kekasih hatinya
****
Sena menatap rumah gerbang rumahnya dan Dave dari dalam mobil Riko. Saat Riko akan memencet klakson, Sena menghentikannya dan meminta Riko untuk berhenti disana sebentar saja. Sena ingin memperbaiki hatinya yang begitu kacau karena kecewa dengan Dave
"Sudah baikan? Jangan berlama-lama, Dave pasti sudah sangat khawatir dengan kamu." ujar Riko memperingati Sena. Riko juga takut kalau Dave akan salah paham dengan dirinya
"Sebentar lagi Rik, aku hanya perlu begini sebentar lagi." Riko pun terdiam, kalau sudah begini ia tidak bisa berbicara apalagi. Riko pun membiarkan Sena untuk menenangkan hatinya, ia memilih untuk membuka ponselnya untuk melihat laparon pekerjaannya yang sudah masuk ke dalam email. Lebih baik seperti ini pikir Riko daripada ia menatap Sena terus-terusan dan membuat ia tidak bisa menghilangkan Sena dalam pikirannya
Cukup lama kedua anak manusia itu sibuk dengan pikiran dan pekerjaan mereka, sampai pada akhirnya Sena bersuara
"Rik, aku turun disini saja ya," Riko yang sedang memperhatikan ponselnya itu menoleh kearah Sena. Ia meletakkan ponselnya pada dashboard didepan nya
"Aku antar sampai dalem ya, kasihan kamu harus jalan dengan perut besar begini." ucap Riko sambil melirik perut besar Sena. Sena menunduk melihat perut buncitnya, ia mengusap lembut perut besarnya sebentar setelah itu ia mengangguk
Riko yang melihat Sena mengangguk pun segera menghidupkan mesin mobilnya dan menekan klakson agar satpam yang menjaga gerbang itu segera membuka gerbang untuknya.
Tinn! Tinn!
__ADS_1
Riko menekan dua kali klakson mobilnya setelah itu tak lama gerbang terbuka lebar, saat yang bersamaan mobil dari dalam akan keluar dan mobil Riko ingin masuk. Riko menghentikan mobilnya saat mobil dari dalam juga berhenti dan tidak mau mengalah
"Dave," lirih Sena yang tahu kalau orang yang berada didalam mobil itu adalah suaminya
"Itu mobil Dave?" tanya Riko, Sena menganggukkan kepalanya
"Kalau begitu aku akan turun,"
"Jangan! Jangan turun Rik, biar aku saja yang turun." ucap Sena melarang keras Riko agar tidak turun. Ia tidak mau suaminya itu salah paham dan berakhir dengan ribut. Riko melihat ada ketakutan di wajah Sena, ia tahu apa yang membuat Sena begitu takut jika ia turun
"Tapi jika aku tidak turun Dave akan semakin salah paham Se, biarkan aku turun dan biarkan aku menjelaskan kepadanya secara laki." ujar Riko, namun wajah Sena malah tambah takut
"Percaya sama aku Se, tidak akan terjadi apa-apa." ucap Riko meyakinkan Sena untuk tidak khawatir alan terjadi sesuatu, karena Riko juga tidak ingin mencari keributan
****
Dave menyandarkan punggungnya pada jok mobil dan tangan kanan yang ia senderkan di kaca pintu mobil. Ia menunggu mobil yang didepan nya itu segera minggir dari sana agar tidak menghalangi jalannya
"Kira-kira apa yang bakal terjadi menurut kamu?" tanya satpam yang sedikit pendek dengan temannya
"Entahlah, tapi aku hanya ingin salah satu dari mobil ini ada yang mengalah agar tidak terjadi keributan. Kamu tahu bukan bagaimana sifat tuan Dave?" satpam yang bertanya tadi mengangguk
Tinn! Tinn! Tinn!
Kedua satpam itu terperanjat saat bunyi klakson mobil Dave begitu kuat bersuara, begitu pula dengan kedua orang yang berada didalam mobil satunya, dimana Riko yang sedang menyakinkan Sena itu begitu terkejut mendengar suara klakson mobil Dave yang tiba-tiba saja berbunyi
"Menguji diriku rupanya?" gumam Dave dan segera membuka pintu mobilnya
"Kenapa kalian berdua diam saja? Usir mobil itu, menghalangi jalan saya saja." ucap Dave dengan penuh kemarahan. Kadua satpam itu saling senggol
"Baik tuan akan kami usir." jawab mereka berbarengan. Ketika kedua satpam itu melangkah untuk mengusir mobil Riko, pemiliknya keluar dari dalam sana. Dave tersenyum sinis saat melihat siapa seseorang yang berada didalam mobil tersebut
__ADS_1
"Maaf, mobil anda membuat tuan kami tidak nyaman, bisakah anda pinggirkan mobil anda?" tanya salah satu satpam. itu kepada Riko
"Maaf pak jika saya sudah membuat majikan bapak tidak nyaman, tapi saya hanya meminta waktunya sebentar untuk berbicara dengan majikan anda." jawab Riko yang membuat kedua satpam itu saling pandang, mereka berdua menggelengkan kepala tanda tidak setuju. Mereka tidak ingin mengambil resiko di marah oleh Dave karena membiarkan orang untuk berbicara dengan Dave
"Tapi tuan kami sed..."
"Biarkan saja Pak, kalian berdua bisa kembali ke tempat kalian. Biarkan dia masuk dan berbicara dengan saya." ucap Dave, dimana kedua satpam itu langsung mengangguk dan langsung pergi dari sana
Dave menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan menatap lurus kearah Riko dengan tatapan yang begitu dingin. Dave melangkah menuju kepala mobilnya dan duduk disana.
"Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan, karena aku tidak memiliki banyak waktu untuk meladeni orang seperti kamu." ucap Dave datar. Riko melangkah maju semakin mendekati Dave
"Aku melihat Sena berjalan di trotoar dengan begitu lemas, setelah it..." Dave membulatkan matanya, ia pun segera berdiri tegak dan menghentikan kalimat Riko
"Dimana istriku sekarang?" tanya Dave tak sabaran
"Aku mohon untuk kedepannya kamu harus lebih memahami dia dan belajar lah untuk mengalah." bukannya menjawab pertanyaan Dave, Riko malah melanjutkan kalimatnya. Dave mengepalkan kedua tangannya erat-erat
"Aku tanya, dimana istriku sekarang?!.." teriak Dave dengan wajah yang sudah memerah
"Berjanjilah kepadaku kalau kamu akan memahami Sena mulai sekarang."
"Brengsek!"
_
_
_
_
__ADS_1
Bersambung...