Possesif CEO

Possesif CEO
Tangisan Cinta Keduanya


__ADS_3

Lagi-lagi Sena harus bangun kesiangan, Dave benar-benar tak mengijinkan nya untuk pulang ke apartemen nya sendiri, berulang kali Sena membujuk Dave agar mengizinkan nya pulang dan berulang kali juga Dave mengatakan


Flashback on~


"Ini rumah mu sayang, kemana aku pergi maka kamu juga harus ikut."


Semenjak kejadian dikantor itu, dimana Sena menyerahkan mahkota berharga nya Dave langsung membawa nya pulang ke apartemen nya, dan pergi sebentar setelah meletakkan tubuh Sena diatas kasur nya


"Diam saja disitu jangan kemana-mana, aku akan keluar sebentar." Sena mengangguk


Mau berdiri tidak bisa, jadi lebih baik mengikuti apa yang Dave katakan


"Mau kemana sih dia? setelah membawa aku kesini habis itu dia pergi ntah kemana"


Sena tidak tau kalau Dave saat ini sedang menuju apartemen nya, setelah sampai diapartemen Sena, Dave langsung mencari keberadaan koper dan memasukkan beberapa pakaian Sena tak lupa juga pakaian dalam


Ia sengaja tak membawa pakaian kantor Sena karna ia sudah berencana akan memberhentikan Sena, biar Sena fokus mengurus nya saja.


Setelah selesai memasukkan beberapa baju Sena Dave segera kembali ke apartemen nya, dimana disana ada Sena yang sedang menunggu dirinya


"Itu apa?" tanya Sena, saat melihat Dave pulang-pulang sudah membawa koper


"Baju mu." jawab Dave, dan segera menuju walk in closet untuk memindah kan baju Sena kedalam lemari


"Untuk apa kamu baju ku?" tanya Sena


"Mulai hari ini kamu akan tinggal bersama ku." jawab Dave


"Dave, kamu apa-apaan sih? aku tidak mau." tolak Sena


"Aku tidak menerima penolakan sayang, aku membutuhkan mu setiap hari nya dan aku tidak mau menunggu lama dengan alasan jalanan padat."


"Tapi Dave.. Tidak perlu sampai harus menyuruh aku tinggal disini juga, kita belum menikah apa yang akan orang katakan nanti nya?"


"Apa hak orang mencampuri urusan kita? kalau pun sampai ada akan aku hancur kan orang itu, aku tidak main-main." Sena menelan saliva nya kasar


"Dan satu lagi, kamu aku berhentikan dari perusahaan."

__ADS_1


"Apa lagi ini? kenapa aku dipecat?"


"Kamu tidak dipecat sayang, tapi aku berhentikan. Kamu cukup diam dirumah mengurus ku dan menyambut aku ketika aku pulang dari kantor."


"Tapi kita bisa melakukan nya saat kita sudah menikah nanti Dave!" seru Sena


"Kamu mau melawan perintah ku sayang?" tanya Dave, Sena menggeleng


"Bagus. Minggu depan kita menikah, aku tidak bisa menunggu lama." Dave duduk disamping Sena, lalu mengambil sesuatu dalam saku jas nya


"Kenapa kamu melakukan semua dengan semau mu sendiri Dave? aku seperti tak ada arti nya dimata mu!"


"Aku melakukan apa yang menurut ku baik sayang."


"Menurut mu kan? tapi bukan menurut ku?"


"Lalu, kamu ingin aku gimana?"


"Aku tidak suka kamu yang selalu seenak nya sendiri, hubungan ini itu terjadi antara kau dan aku. Jadi apa pun yang menurut mu baik diskusikan dulu padaku, apa aku menerima pendapat mu atau tidak,"


Sedangkan Dave hanya menatap Sena dengan datar, ntah apa yang sedang ada didalam pikiran nya saat ini. Tapi hati nya berdenyut begitu sakit mendengar semua ucapan Sena


Egois kah ia selama ini? sampai Sena lagi-lagi harus menangis karna ulah nya, apakah salah jika ia ingin tinggal bersama Sena dan mempercepat pernikahan nya


"Sena," panggil Dave lembut, Sena mendongak mendengar Dave memanggil nya


Dave turun kebawah dan berjongkok menunduk kan kepala nya menghadap Sena yang berada diatas kasur


"Mungkin maaf ku tidak ada artinya dimata mu, tapi aku sungguh-sungguh meminta maaf kali ini. Aku tidak tau jika semua yang kulakukan itu menyakiti mu, tapi jujur aku melakukan itu semua untuk kebaikan kita berdua."


"Dave!" seru Sena, agar Dave segera bangkit


"Aku sudah mengatakan padamu dikantor tadi, jangan pernah menangis tapi kau menangis kembali, dan semua itu karna ulah ku"


"Aku membebaskan mu sekarang. Pilih lah jalan yang bisa membuat mu bahagia, aku tidak akan memaksa mu ini dan itu lagi, aku tidak ingin kamu tersiksa berada disisiku."


"Dave!"

__ADS_1


"Aku tidak tau seperti apa cinta mu kepada ku, ku pikir rasa cinta mu sama seperti aku, sejalan dan sehati. Tetapi tidak, seperti nya aku saja yang berharap lebih, kupikir dengan mengambil mahkota mu akan membuat ku bisa memiliki mu seutuh nya. Tapi tidak, itu saja tidak cukup untuk membuat mu bertahan disisiku dan mengikuti apa yang aku lakukan demi kebaikan kita berdua"


"Istirahat lah dulu disini, setelah kamu sehat kamu bisa kembali ke apartemen mu. Jangan berpikir yang aneh-aneh, karna mulai detik ini juga aku membebaskan mu. Carilah pria lain yang bisa berbagi pikiran dengan mu jangan pria seperti ku yang selalu ingin menang sendiri, jangan pikirkan tentang pernikahan karna hanya aku saja yang menginginkan itu terjadi"


"Dave," Sena menatap wajah Dave dengan berkaca-kaca


"Tidak perlu menangis lagi aku sudah membebaskan mu dari pria seperti ku, aku tidak ingin memaksa lagi. Belum menikah saja kamu sudah menangis terus, bagaimana kalau kita sudah menikah, pasti kamu tidak akan kuat hidup dengan pria gila seperti ku"


Dave bangkit dan meletakkan kotak buludru berwarna biru berbentuk hati diatas meja nakas samping Sena, lalu keluar dari kamar itu


"Ya aku pria gila, gila karna terlalu mencintai mu." teriak Dave setelah keluar dari kamar itu, meninggal Sena yang semakin pecah tangis nya


Prang


Suara benda pecah, membuat Sena yang sedang menangis terperanjat, berbeda dengan Dave yang saat ini tangan nya sudah berlumur darah, karna meninju kaca meja rias kamar tamu


"Aku pria gila, dan aku gila karna mu Sena." tangis sendu Dave dipinggir kasur, ia terlihat menyedihkan saat ini padahal tadi ia begitu bahagia seakan dunia juga bisa merasakan kebahagian nya, tapi sekarang dunia seolah tidak mengizinkan nya untuk terus tersenyum


"Ku pikir dengan aku meniduri mu itu bisa membuat mu menjadi milikku seutuh nya, tapi ternyata aku keliru, kamu terus menangis berada disamping ku." ucap Dave disela tangis nya, baru kali ini ia menangis. Ini cinta pertama nya tapi kenapa terasa begitu sakit


"Kenapa, kenapa sesakit ini?" tanya Dave sambil memukul- mukul dada nya


"Seharusnya sejak awal aku tidak jatuh cinta dengan mu, maka tidak akan sesakit ini"


"Dave!" panggil Sena diambang pintu


_


_


_


_


Hai semua! ini masih ada lanjutan nya, kenapa ga aku lanjutin di part ini? karna aku ngantuk banget, maaf ya.


Jangan lupa untuk vote, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2