
"Tampan sekali sih cicit Nenek!" seru Diva menggendong baby Vano
Davin dan Veny tersenyum mendengar itu, sedangkan Dave dan Sena tengah sibuk di dapur memasak. Setelah berbincang dengan Nenek Diva, Sena memutuskan untuk membuat kan Dave sarapan karena ternyata mertua serta Nenek Diva sudah sarapan duluan
"Rasanya Mommy ingin membawa dia pulang," ucap Diva kepada Davin dan Veny
"Kalau Mommy ingin membawanya pulang bilang dulu sama Dave." jawab Veny, Davin menggelengkan kepalanya tidak mengizinkan
"Mana bisa begitu Mah? Mommy jika ingin melihat baby Vano tinggal saja disini." sanggah Davin, ia tidak setuju jika Mommy nya ada niatan ingin membawa cucunya. Padahal Mommy nya hanya bercanda saja
"Takut banget ya kamu, padahal Mommy hanya bercanda saja." ujar Diva yang sedang menimang-nimang Vano
Veny memajukan bibirnya kepada Davin, suaminya itu memang sangat berlebihan. Davin tersenyum manis saat melihat wajah istrinya yang imut
"Masih tetap cantik mau bagaimanapun sayang." wajah Veny malu-malu saat Davin memuji nya dihadapan sang mertua
"Apakah cucuku juga seperti kalian?" tanya Diva dan menyapa cucunya
"Tentu saja Mom, dia melebihi aku dan menantu cantik Mommy ini."
"Sudahku duga."
Diva sudah cukup tahu dengan melihat kelakuan cucunya kepada cucu mantunya tentu saja Diva tahu. Ia juga pernah merasakan muda dan pernah jatuh cinta, mana mungkin ia tidak tahu itu
Oekkk...
"Iya? Cicit Nenek mau apa?" tanya Diva mendengar rengekan Vano
"Mom, biarkan aku menggendongnya!" seru Davin meminta untuk bergantian, namun pada saat Davin sudah bangkit dari duduknya dan menghampiri Diva, Mommy nya malah melangkah duduk. Membuat Davin terdiam menatap Mommy nya
__ADS_1
"Mom!" seru Davin dan menyusul Mommy nya
"Berikan baby Vano kepadaku Mom!" Davin mengulurkan tangannya meminta cucunya kepada sang Mommy
"Pah, biarkan saja dulu Mommy menggendong cucu kita. Lagian juga kamu bisa setiap saat menggendong dia." Davin melirik istrinya tajam
"Aku suruh tidur diluar kamu ya, berani-berani nya menajamkan mata sama aku." ucap Veny
"Kamu kok gitu sih sayang? Aku kan mau gendong cucu kita!" Veny beranjak dari duduknya dan menarik lengan Davin agar mengikuti nya duduk ditempat semula
"Biarkan Mommy menggendongnya dulu, kenapa sibuk sekali?"
"Aku kan rindu sayang," ucap Davin
"Ya aku tahu, tapi kan..."
****
Sena mengiris bumbu-bumbu yang ia butuhkan, dengan Dave yang memeluk dirinya dari belakang membuat Sena sedikit risih, namun Sena tidak mempermasalahkan itu, ia tidak ingin membuat keributan saat ada Nenek Diva dirumah ini
"Habis sarapan mandi, setelah itu baru berangkat kerja." ucap Sena dengan tangan yang tidak bisa diam mengambil bahan ini dan itu. Dave sama sekali tidak risih dengan pergerakan yang dilakukan oleh Sena, ia terus saja memeluk tubuh istrinya bagaikan boneka
Dave mengecup bahu istrinya berkali-kali, ia menyandarkan dagunya diatas bahu sena menyaksikan kegiatan sang istri yang sedang terlihat kesulitan namun tetap diam
"Aku tidak kerja saja hari ini sayang, aku ingin menghabiskan waktu dengan kamu. Mumpung sedang ada Nenek disini, pasti dia dia dan Papah akan berebut beby Vano."
"Terus kalau kamu tidak berkerja siapa yang akan mengurusi berkas-berkas yang masuk?" tanya Sena yang mulai memasukkan minyak untuk menumis bumbu. Saat Sena memasukkan bumbu ke dalam wajan, pancaran minyak mengenai tangan Dave dan otomatis membuat Dave termundur
"Kamu sengaja banget ya sayang?!" Dave memeriksa tangannya
__ADS_1
"Salah kamu sendiri, sudah tahu aku memasak ngapain meluk-meluk." Dave mencebikkan bibirnya dan kembali memeluk pinggang istrinya dari belakang
"Tuhkan meluk lagi, habis itu marahin aku!" seru Sena sambil mengongseng apa yang ada didalam wajan tersebut
"Meluk istri sendiri salah?" tanya Dave, Sena menggelengkan kepalanya
"Kalau begitu biar saja seperti ini, selama aku tidak memeluk istri orang lain." Sena memeringkan kepalanya dan mengan alat masak yang ada ditangannya keatas bersiap untuk memukul kepala Dave
"Sayang!" Dave memejamkan matanya dan menunggu alat itu mengenai kepalanya
Cup.
Dave membuka matanya dan membulatkan matanya tidak percaya, ia melihat istrinya tengah tersenyum kepadanya
"Sayang, kamu..."
"Sampai aku lihat kamu peluk wanita lain ataupun istri orang, aku pentung kepala kamu." Dave tersenyum cerah, iapun semakin mengeratkan pelukannya di pinggang sang istri
"Ekhemm..."
_
_
_
_
Bersambung...
__ADS_1