
Kedatangan para sahabatnya adalah hal yang paling Sena tunggu-tunggu, sejak kepulangan ke Jakarta, satupun sahabatnya tidak ada yang datang mengunjunginya. Dan disini lah mereka saat ini, diruang tamu kediaman Dave Keenan Alexander
"Kok kamu enggak ada hubungin aku sih Se? Untung aja suami aku main ke perusahaan suami kamu."
"Ya gimana woy, Sena mah nikah sama orang kaya, suami tampan, dan mertua yang sangat baik. Jelas dia melupakan kita." Sena tersenyum kecil, ia membantu Bi Sri meletakkan makanan dan minuman untuk para sahabatnya
"Hehhe... Maaf, kamu tahu satu bulan lebih aku kembali ke Jakarta, selama itu pula aku enggak dibolehin keluar dari rumah ini, kecuali sama dia."
"Kenapa begitu Se?" tanya Tia sambil meraih gelas yang ada di hadapannya
"Takut pria di luar sana pada melirik aku, dan dia juga takut aku meninggalkan dia lagi."
"Woww.. Always posesif!" seru Reza
"Sudah seperti Mas Radian saja."
"Kenapa sama suami kamu Ca?"
"Entahlah, semenjak kehamilan aku ini dia jadi semakin posesif, sudah melebihi suami kamu." jawab Caca menatap wajah Sena
"Aku pikir punya suami itu enak, ternyata enggak juga ya."
"Kata siapa?!" Tia yang berbicara seperti itu tercengang saat Sena dan Caca berbarengan saat bersuara. Sedangkan Sena dan Caca kembali saling pandang dan menoleh menatap Tia lagi
"Mampus kamu Ti, di serang dua Mamah muda sekaligus."
"Diam kamu!" seru Tia kepada Reza, dimana langsung membuat mulut pria itu bungkam dengan sangat rapat
"Aku melihat para sahabatku yang sudah menikah. Sahabat perempuanku selalu mengeluh menceritakan suami mereka yang begitu posesif, dan sahabatku yang pria jika di tanya bagaimana pernikahannya, selalu menjawab baik, tetapi wajahnya tidak memancarkan kalau pernikahan itu baik atau bahagia."
Dan apa yang terjadi setelah Tia memberikan jawabannya, pandangan ke tiga sahabatnya seketika langsung tertuju kepada satu orang yang sejak tadi hanya diam saja, dan sibuk dengan gadget nya. Merasa sedang diperhatikan, ia mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya orang itu, yang tidak lain adalah Riko Maheswara, pemimpin Maheswara Company
"Riko, boleh aku bertanya?" atensi Riko pun kini tertuju kepada wanita yang ingin bertanya padanya itu, wanita yang dulu sangat ia cintai, bahkan sampai saat ini tidak ada yang bisa menggantikan posisi wanita itu di hatinya. Riko menatap dalam wajah ibu satu anak itu, yang masih begitu sangat cantik di wajahnya.
Sadar dirinya telah mengagumi istri orang, Riko memalingkan wajahnya sekilas ke arah lain dan menatap kembali Sena
__ADS_1
"Mau bertanya apa? Tanyakan saja selama itu masih bisa ku jawab."
"Maaf sebelumnya jika aku lancang," ucap Sena sedikit ragu, melihat Riko mengangguk pelan, Sena pun memberanikan dirinya untuk bertanya
"Apa kamu bahagia dengan pernikahan kamu?"
"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Riko dingin, ia tidak suka jika seseorang bertanya tentang kehidupan rumah tangganya. Terlebih lagi itu Sena
"Yaelahh Rik, wajar kali Sena bertanya seperti itu. Rumah tangga kamu enggak ada kabar sama sekali, dan setiap kita ajak kumpul selalu alasan sibuk." ujar Reza, walaupun ia bersahabat baik dengan Riko, tetapi Riko sangat tertutup untuk kehidupan rumah tangganya.
"Kehidupan rumah tangga aku baik, dan sekarang istriku sedang hamil." mata mereka berbinar mendengar pengakuan Riko barusan, namun tatapan mata Riko tidak lepas menatap Sena
"Woww.. Ternyata diam-diam kamu akan menjadi seorang Ayah Rik," Riko tersenyum singkat dengan menunduk sebentar, secinta itu ia dengan istri orang, sampai hanya menatap wajah Sena jantungnya masih sama seperti dulu.
"Mamah, Vano pulang!" semua orang yang ada diruang itu menoleh saat suara teriakan anak kecil memenuhi rumah besar tersebut
Dari kejauhan dapat Riko lihat tatapan tidak suka dari seorang Dave Keenan Alaxander, dimana pria itu adalah orang yang mampu merebut hati wanita pujaan nya
"Kamu sudah pulang sayang?" tanya Sena kepada putranya yang kini sudah duduk manis di pangkuannya
"Sudah Mah, ini Oma titip sesuatu buat Mamah!"
"Lalu Oma di mana nak?"
"Oma belum bisa ke sini, katanya besok dia akan menginap di sini bersama Opa." Sena membulatkan bibirnya saat putranya itu menjelaskan mengapa mertuanya itu tidak ikut bersama mereka
"Vano tahu dengan sesuatu ini?" anak berumur dua tahun itu menggeleng
"Kata Mamah itu makanan sehat untuk ibu hamil, jadi jangan sampai tidak di makan." bukan Vano, melainkan Dave yang menjawab. Mendengar hal itu, Sena pun mengangguk. Namun saat ia menoleh ke depan, ia malah mendapat tatapan horor dari para sahabatnya
"Kenapa kalian menatap aku seperti itu?" tanya Sena yang merasa tidak melakukan apapun, tetapi kenapa sahabatnya itu menatapnya seperti itu
"Kamu enggak mau berbagi berita bahagia sama kita Se?" tanya Tia, membuat Sena menepuk keningnya pelan
"Aku lupa, tapi kalian semua sudah tahu bukan kalau aku kini sedang mengandung lagi." Dave menyeringai saat pria yang sudah berstatus sebagai suami orang itu menatap sendu istrinya ketika mendengar sang istri mengatakan kalau ia sedang hamil
"Gila sih ini, setelah lama enggak ada kabar. Pulang-pulang kamu sudah hamil lagi, ckck. Kalah kita berempat sama Sena," Sena menyengir kuda, ia menjadi malu mendengar itu. Tapi kalian tahu sendiri kalau Dave tidak bisa dibantah, dan jika sudah menginginkan sesuatu pasti harus, tidak ada yang tidak bisa
__ADS_1
"Jadi pengen punya suami juga," celetuk Tia
"Menikah sama aku aja yuk, aku jamin kamu bakal langsung hamil setelah satu hari menikah sama aku."
Plakk.
Tia menghadiahkan pukulan di kepala bagian belakang Reza, membuat Sena dan Caca yang melihat itu menahan senyum mereka oleh tingkah konyol Reza
"Kamu pikir membuat anak itu sama membuat bubur? Kecuali kalau kamu setan, bisa saja sehari langsung jadi." Reza mengerucutkan bibirnya
"Mamah, mereka itu siapa sih?" tanya Vano mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah sang Mamah nya
"Kami ini sahabat Mamah kamu sayang!" Vano yang mendengar itu langsung menoleh ke depan
"Sahabat Mamah?" Sena mengangguk
"Sahabat itu seperti apa sih Mah?" Sena tersenyum mendengar pertanyaan putranya
"Sahabat itu adalah seorang teman yang begitu sangat dekat dengan kita dan selalu menolong kita jika kita dalam kesusahan, dan sahabat juga tidak menggunakan perasaan mereka jika benar-benar sahabat." jelas Dave yang tatapan matanya tidak lepas dari Riko. Sedangkan Riko yang menyadari itu setelah Dave menjelaskan arti sahabat kepada anaknya
"Dave," lirih Sena pelan
"Ohh siapa namamu?" tanya Dave menunjuk Tia
"Aku?" tunjuk Tia pada dirinya
"Tia Nadira."
"Hmm, jadi kamu calon istri sahabatku, lumayan."
"Calon istri? Sahabat?!"
_
_
_
__ADS_1
_
Bersambung...