
"Sayang, ayo bantu mamah membuat makan malam" ajak Veny kepada Sena
"Ya mah!" jawab sena
Veny bangkit dari duduk nya yang diikuti Sena, sedari Sena bangkit dan berjalan dibelakang Veny, mata Dave tak pernah lepas memandang Sena sampai punggung Sena tak terlihat lagi
"Kenapa mata mu?" tanya Davin pada putra tunggal nya
"Hah? tidak papa pah" jawab Dave menggaruk tengkuk nya kikuk
"Kau payah son!"
"Maksud papah?"
"Mau nikah saja harus mamah mu yang turun tangan," ucap Davin, menegejek anak nya
"Jangan bahas lagi pah, papah tau bukan aku selama ini tidak pernah menjalin hubungan atau dekat dengan wanita manapun" Dave menyenderkan punggung nya ke sofa dan menatap langit-langit ruang tamu itu
"Ya, itu lah salah satu alasan papah menyuruh mu kembali."
"Aku tidak ada waktu pah untuk mencari atau memikirkan tentang wanita!"
"Apa kamu serius dengan Sena? apa kamu mencintai nya?"
"Ayolah pah, jangan bertanya seperti itu"
"Papah serius son!"
Dave langsung menegakkan tubuh nya dan mentatap serius kearah papah nya
"Kalau aku tidak mencintai nya aku tidak akan diam saja saat mamah meminta nya menjadi menantu keluarga ini."
"Apakah sudah lama?"
"Setahun terakhir ini."
"Apa yang membuat kamu jatuh cinta dengan dia?" tanya Davin
"Dia berbeda dengan wanita diluaran sana, dia tidak pernah sekali pun mencari perhatian ku walaupun dia selalu berada didekat ku dan yang paling penting dia tidak pernah menyerah dengan apa yang sedang ia jalani" Davin tersenyum ketika mendengar Dave memuji Sena
****
Berbeda dengan Davin dan Dave yang sedang berbicara Serius, Sena dan Veny kini tengah memasak menu untuk makan malam
"Ini sudah selesai mah" ucap Sena yang sedang membuat kepiting saus padang
"Wah kelihatan nya enak sayang, mamah coba ya!" Veny mengambil sendok dan menyendok sedikit masakan Sena lalu mencicip nya
"Enak sayang! kamu pinter deh masak nya" puji Veny
"Aku pindahkan dulu kewadah nya mah"
"Ya sayang, mamah akan menyiapkan yang lain nya."
mamah Dave memasak menu lain nya, dirumah megah itu memiliki banyak pelayan tapi kalau memasak untuk keluarga nya Veny lebih suka memasak sendiri.
__ADS_1
"Sayang, tolong kamu siapkan peralatan makan nya ya, masakan mamah sebentar lagi akan masak"
"Baik ma, akan Sena siap kan."
"Terima kasih" Veny tersenyum kearah Sena
Sena menyiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti piring, sendok garpu dan lain-lain.
Tak lama masakan Veny pun sudah matang, ia segera memindah kan kewadah dan menaruh nya diatas meja
"Selesai juga akhirnya."
"Mamah akan panggil kan Dave dan papah dulu"
****
"Pah, son. Makanan nya sudah siap ayo kita dinner together!"
"Let's go!" jawab Davin antusias dan menaruh lengan nya dipundak sang istri
"Mamah sama papah kalau mau pacaran jangan didepan aku"
"ada apa son? kalau kamu mau, kamu juga bisa kok seperti ini." Dave mendengus, lalu berjalan mendahului kedua orang tua nya
"Anak itu, sudah mau menikah saja masih seperti anak kecil" Veny menggelengkan kepala nya
Dave melihat Sena sedang menuangkan minum ke dalam gelas dan menaruh nya di samping piring yang akan dipakai oleh mereka makan nanti
"Kelihatan nya enak, apa kamu yang memasak nya Sena?" tanya Davin yang baru tiba diruang makan
"Mamah semua kok pah yang memasak ini"
"Bukan kah itu menu kesukaan Dave?" tanya Davin menatap Dave
"Hmm."
"Kamu ternyata sudah menyiapkan dari sekarang, sebelum sah menjadi istri Dave" wajah Sena seketika memerah karna digoda papah bos nya
"Pah, berhenti menggoda nya."
"Apa kamu cemburu papah menggoda calon istri mu?"
"Pah, berhenti menggoda ku dan Sena atau aku pulang sekarang." kesal Dave
"Pah lebih baik kita duduk dari pada bertengkar" Veny menarik tangan suami nya dan mendudukan dikursi utama, begitu juga dengan Dave
"Sena, sini sayang duduk"
"Ya mah." Sena mengambil tempat duduk disamping Dave
Sena mengambil piring yang berada dihadapan Dave, menambahkan nasi dan beberapa lauk pauk dan memberikan nya kepada Dave tak lupa mendekatkan gelas yang berisi air minum
Kedua orang lain nya hanya memperhatikan dan tersenyum manis melihat pemandangan didepan mereka yang terlihat begitu sweet
"Sena, bisa kah kamu mengambil kan papah juga?"
__ADS_1
"Hah? ya pah sini Sena ambil kan" tapi belum sempat tangan Sena mengambil piring yang diulur kan papah Dave, dengan cepat Dave mencekal lengan Sena membuat Sena menoleh dan menaikan alis nya
"Ada apa?" Dave menggeleng kan kepala nya, tanda tak membolehkan
"Papah punya istri dia bisa minta ambil kepada istri nya, kamu tidak perlu repot-repot untuk itu, tugas kamu hanya melayani aku bukan orang lain."
"Tidak papa kok sayang kalau papah mau meminta ambil kepada Sena, mamah tidak keberatan" ucap Veny yang seolah tau sang suami sedang mencoba menggoda anak tunggal nya
"Mamah yang tidak keberatan tapi aku keberatan untuk itu."
"Dave, Dave. Belum menikah saja kamu sudah sepossesif ini bagaimana sudah menikah nanti?" Davin memberikan piring itu kepada istri nya, Veny pun menyambut nya lalu membubuhi nasi dan lauk pauk kepiring itu
"Benar juga apa yang dikatakan papah nya Dave, belum menikah saja dia sudah seposesif ini bagaimana nanti kalau sudah menikah, bisa-bisa mati berdiri aku" batin Sena
"Lanjut kan makan mu dan jangan memikirkan yang tidak-tidak didalam otak cantik mu itu!" seru Dave membuyarkan lamunan Sena
"Ehh iya" Sena pun menuangkan makanan kedalam piring nya
Veny hanya tersenyum manis melihat anak nya yang sudah bisa menerima wanita di hidup nya. Dan itu arti nya dia akan segera memiliki cucu
"Mamah kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Davin yang sedang mengunyah makanan nya
"Tidak papa pah, mamah hanya sedang berpikir sebentar lagi Dave akan menikah"
"Ya Dave memang akan menikah, terus masalah nya dimana?" Davin menyendok kan lagi makanan kedalam mulut nya
"Itu artinya sebentar lagi kita akan memiliki cucu pah"
"Uhukk, uhukk.." Sena tersedak makanan nya sendiri, dengan cepet Dave mengambil air minum dan memberikan nya kepada Sena sambil mengelus punggung Sena
"Kamu tidak papa sayang?" tanya Veny melihat khawatir kearah Sena
"Ya mah, aku baik-baik saja kok." jawab Sena dengan senyum kikuk
"Mah, bisa nggak sih jangan bahas yang tidak-tidak dulu saat lagi makan, lihat Sena nya jadi tersedak"
"Maaf sayang, mamah tidak bermaksud begitu."
"Dave aku gak papa, jangan marah-marah seperti itu!"
"Aku gak marah Sena, tapi aku tidak suka mamah bicara yang tidak-tidak, bahkan kamu mau menikah dengan aku karna tidak enak dengan kedua orang tua ku. Tapi ini, mamah sudah membahas tentang cucu yang ntah pernikahan itu sudah benar-benar akan terjadi atau tidak, aku terlihat begitu rendah saat ini"
Ting!!
Dave meletakkan sendok dan garpu dengan kasar sampai menimbulkan suara dentingan yang cukup keras, ia beranjak dari sana menuju kamar nya yang berada dilantai atas, Sena menatap punggung Dave yang mulai menjauh
"Dave," panggil Veny yang merasa bersalah
"Biarkan mah, dia butuh waktu." cegah Davin
_
_
_
__ADS_1
_
jangan lupa tinggal kan jejak ya, terima kasih.