
Ting!
Bunyi handphone Dave. Pertanda jika ada pesan masuk. Tapi saat akan mengambil handphone nya suara bel berbunyi.
Ting tong! ting tong!
Dave melihat kearah pintu, dan segera bangkit dan membuka pintu itu dimana Ojol yang mengantar makanan yang ia pesan tadi.
"Mas Dave?" tanya bang Ojol tersenyum ramah kepada Dave
"Iya pak, pesanan saya?" tanya Dave, mamang Ojol mengangguk. Tangan Dave masuk kedalam kantung celana training yang sedang ia kenakan mencari uang nya
"Ini pak. Kembalian nya ambil saja untuk bapak." Dave menyerahkan tiga lembar uang yang berwarna merah
"Terima kasih mas, semoga mas nya selalu dilimpahkan rezeki sama yang diatas." ucap bang Ojol, Dave tersenyum.
Dave menutup pintu itu kembali setelah bang Ojol nya pergi, ia meletakkan makanan nya diatas meja dan berlalu dari sana menuju dapur untuk mengambil piring
Dave kembali dari dapur dengan membawa piring tak lupa sendok dan garpu, sebenarnya di makanan itu sudah diberikan sendok tapi Dave ingin memakai yang ada di apartemen Sena saja.
Perlahan Dave memindahkan makanana yang berada didalam pakai dari restauran dan memindah kan nya kedalam piring, setelah semua selesai Dave memakan nya dengan lahap, dan melupakan kalau tadi ada pesan masuk di handphone nya.
****
"Mana nih si bos?" Jerry melihat pesan nya yang belum dibuka oleh Dave padahal sudah terkirim
"Haish kenapa belum dibuka juga sih? aku ini sudah tidak tahan ingin mandi." penglihatan Jerry tak pernah terlepas dari layar handphone nya, berharap Dave membalas nya cepat.
"Mungkin sebentar lagi" ucap Jerry, ia pun dengan sabar menunggu sampai sepuluh menit lama nya Dave belum juga membuka pesan nya
"Telpon saja lah, mau sampai kapan aku disini." Jerry langsung menghubungi nomor telpon Dave
"Apa lagi? aku lagi makan!" belum sempat Jerry menyapa, bos nya sudah lebih dulu mencela
"Bos, saya ingin izin kembali ke apartemen saya, sungguh ini sangat panas saya ingin mandi."
"Kalau kamu pergi dari sana, lalu siapa yang mengawasi Sena?" tanya Dave dari sebrang, Jerry menghela nafas berat
"Saya sudah mengirim kan anda sesuatu, mungkin itu sudah cukup untuk menghentikan pengawasan saya!" seru Jerry
"Apa yang kamu kirim?" tanya Dave penasaran
"Anda bisa melihat nya sendiri bos."
"Ok."
"Bagaimana bos? boleh kah saya kembali sekarang?"
"Iya kembali lah dan istirahat. Aku tidak mau kamu besok datang kesiangan." Jerry tersenyum mendengar perhatian dari bos nya.
__ADS_1
"Tenang saja bos, saya tidak akan kesiangan. Kalau begitu saya tutup dulu bos." Jerry mematikan sambungan itu lalu melihat kedalam Restauran itu sebentar, lalu menjalankan mobil nya.
****
"Apa yang anak itu kirim kepada ku?"
Dave membka aplikasi WhatsApp nya. Dan sekita ubun-ubun nya terasa mendidih, bagaimana tidak Jerry mengirim nya sebuah foto dimana didalam foto itu Seorang laki-laki sedang membersihkan sisa makanan yang berada diujung bibir Sena, dan yang membuat Dave semakin marah ketika ia melihat reaksi Sena yang biasa saja tak ada penolakan.
"Oh, jadi ini yang membuat mu ingin membatal kan pernikahan kita? lihat saja kamu nanti." Dave meremas handphone mahal nya
Dave memutuskan masuk kedalam kamar dan naik keatas kasur yang sering ditiduri Sena, ia memeluk erat guling yang biasa dipakai Sena, seolah guling itu adalah gadis nya.
Walaupun hati nya sedang kesal dan panas, tapi tidak dapat ia pungkiri kalau ia sangat merindukan gadis nya, bahkan satu hari saja belum terlewati tetapi Dave ingin sekali memeluk calon istri nya.
Dave memejam kan mata nya berharap pagi datang lebih cepat dari sebelum nya.
****
Sena dan teman-teman nya kini sedang asik bercerita sampai tak tau kalau ini sudah hampir larut malam
"Sudah malam nih! ayo kita kembali, besok aku harus kekantor pagi." ucap Tia sambil melihat jam yang melekat di pergelangan tangan nya
"Nggak kerasa sudah malam aja, rasa nya baru sebentar disini." jawab Sena
"Kalau kita ajakin ngumpul ya ngumpul, biar gak ngerasain kayak gini." Riko berucap sambil menatap Sena dalam
"Iya ya, besok-besok akan aku usahakan untuk berkumpul lagi dengan kalian."
Mereka pun keluar dari dalam Restauran tersebut dan menaiki mobil Riko, dimana Riko juga lah yang menyetir.
"Antar aku dan Sena lebih dulu saja Rik!" seru Caca, Riko melirik kearah kaca tengah yang menampilkan Sena disana. Lagi-lagi ia tersenyum dan itu semua tak luput dari penglihatan Reza.
"Anak ini kurang obat seperti nya, dari tadi aneh banget." ucap Reza
"Siapa yang kamu bilang kurang obat Za?" tanya Tia sedikit memajukan tubuh nya kedepan
"Ini nih si riko, aneh banget dari tadi. Mau bilang kesambet tapi dia masih sadar gak bilang kesambet juga dia nya ketawa-tawa sendiri." Reza bergidik membayang kan jika benar Riko kesambet
"Aku turunin kamu di tempat perempuan setengah jadi itu, mau?" tunjuk Riko di lampu merah
"Aku masih normal ya. Mentang-mentang aku tidak pernah berkencan kamu menyamakan aku dengan mereka, heh." Reza melengos kan kepala nya kesamping, dan ia bergidik ketika melihat perempuan setengah jadi sedang mengamen di lampu merah. Sena, Tia dan Caca terkekeh melihat kedua nya yang sedari tadi tak pernah akur.
Hening.
Itu lah yang terjadi dimobil Riko, tak ada lagi percakapan atau candaaan. Reza dan kedua lain nya tertidur menyisahkan Sena dan Riko yang masih membuka mata.
Sena membuka handphone nya dimana terdapat banyak panggilan tak terjawab dari Dave, lain hal nya dengan Riko yang selalu mencuri pandang kepada Sena.
Cukup lama diperjalanan kini mobil Riko sudah berhenti di gedung apartemen Caca, Sena membangun kan Caca dengan cara menepuk-nepuk pelan pipi Caca.
__ADS_1
"Ca, bangun kita sudah sampai."
"Sudah sampai?" tanya Caca membuka mata nya
"Iya, ayo bangun nanti lanjut lagi." Sena keluar dari mobil itu dan disusul Caca
"Ko, terima kasih ya sudah anterin kita. Salam dengan mereka berdua aku tidak enak mau membangun kan, tidur mereka nyenyak sekali." ucap Sena kepada riko
"Its ok, santai aja Sen, aku balik ya. Good night." Sena tersenyum manis kearah Riko, dan sial nya itu malah membuat Riko jadi tak bisa lepas untuk memandang wajah Sena.
"Riko!" Sena mengibas kan tangan nya didepan wajah Riko
"Ahh ya maaf." jawab Riko gugup, karna ketahuan melamun
"Benar kata Reza tadi kamu hari terlihat aneh, apa yang mengganggu pikiran kamu." tanya Sena
"Tidak ada kok." bohong Riko
"Ya sudah masuk lah, aku pulang." pamit Riko dan diangguki oleh Sena, sedangkan Caca tidur sambil berdiri membuat Sena menggelengkan kepala.
"Ca, ayo jalan tidur di dalam kenapa malah tidur disini?" Sena menepuk bahu Caca
"Iya ya, ayo Sen aku udah ngantuk banget." Caca dan Sena langsung menuju unit apartemen nya.
"Kamu tambah cantik dan dewasa aja Sen, aku jadi tambah suka." ucap Riko yang sedang fokus pada jalanan.
_
_
_
_
Dave Keenan Alexander
Ini wajah nya lagi nahan kesel pas liat foto Sena sama cowok lain.
Serafina
Riko Maheswara~
Ini pas lagi kesel sama Reza.
__ADS_1
Kalau menurut kalian gimana? yang cocok sama Sena, Riko atau Dave?