Possesif CEO

Possesif CEO
worried


__ADS_3

Rumah sakit...


Sena turun dari taxi dan berlari memasuki rumah sakit itu tanpa mempedulikan orang-orang sekitar yang tengah menatap nya.


Saat Jerry mengatakan jika Dave yang masuk rumah sakit ia bergegas mengambil tas nya dan memakai sendal asal tanpa memperhatikan lagi penampilan nya yang hanya memakai kaos oblong kebesaran dan hotpants.


"Mbak, ada pasien yang bernama Dave Kennan Alexander?" tanya Sena kepada pegawai resepsionis


"Ah pak Dave sudah dipindah kan ke ruang VIP 01 lantai 3."


"Kalau begitu terima kasih ya mbak." ucap Sena lalu buru-buru pergi dari sana menuju lantai tiga menggunakan lift


Sesampai nya dilantai tiga Sena langsung cepat mencari keberadaan kamar VIP 01, dan mata nya menangkap sosok pria yang ia kenali, ya itu adalah Jerry yang sedang duduk di kursi tunggu.


"Jerry!" merasa dirinya terpanggil Jerry langsung melihat kearah sumber suara, dan betapa kaget nya dia ketika melihat penampilan Sena yang amat sexy. Body mantep tubuh putih bersih nan mulus, Jerry menelan ludah nya kasar.


"Astaga! cobaan apa lagi ini tuhan?" batin Jerry prustasi, semakin Sena mendekat maka semakin tersiksa pula Jerry


"Bagaimana keadaan Dave?" tanya Sena dengan nafas tersengal


"Nona bisa melihat nya langsung didalam." Sena mengangguk, dan mendekat kearah pintu, membuka nya dengan perlahan.


Hal pertama yang ia lihat adalah, dimana Dave terbaring dengan mata terpejam dan tangan diimpus.


Sena melangkah dengan pelan kearah Dave dan mendudukan tubuh nya di kursi yang berada disamping ranjang pasien


"Dave!" panggil Sena pelan


Sena membawa tangan Dave yang diimpus kedalam genggaman nya, ia mencium telapak tangan itu.


Wajah Dave terlihat begitu pucat, bibir yang biasa berwarna merah menggoda kini terlihat putih


Ceklek.


Pintu terbuka menampilkan Jerry yang berada diambang pintu


"Apa yang terjadi dengan bos, Jer?" tanya Sena ketika Jerry sudah berada disamping Dave


"Dokter tadi mengatakan kalau dia tidak sarapan, dan orang yang menderita maag tidak boleh telat makan. Jadi ketika bos sudah sadar nanti tolong jangan biarkan dia tidak makan saat pagi."


Seketika Sena merasa bersalah, tentu saja Dave tidak mau sarapan kalau bukan dia yang memasak kan nya


"Apakah saya perlu menghubungi kedua orang tua bos nona?" tanya Jerry


"Tidak perlu Jer. Aku tidak mau mamah dan papah khawatir dengan keadaan anak nya, biar aku yang akan menjaga bos disini."


"Baiklah saya izin pulang dulu nona, nanti malam saya akan kembali kesini setelah itu nona bisa kembali untuk mengganti pakaian nona." Sena seakan tersadar ketika mendengar kalimat terakhir Jerry, ia lupa jika tadi hanya memakai pakaian santai untuk dirumah


Sena meneliti penampilan nya, dan betapa terkejut dirinya saat melihat sendal yang ia pakai adalah dua macam dan, ntah lah Sena tidak memperdulikan orang mau berkata apa.

__ADS_1


Saat sedang memperhatikan wajah Dave, handphone Sena berdering menandakan kalau ada panggilan masuk, ia melihat nama Caca yang tertera di layar, Sena berdiri dari duduk nya dan menerima panggilan itu.


"Hallo Ca,"


"Kamu dimana Sena? kenapa tidak ada di apartemen ku?"


"Maaf Ca. Aku tadi mendapat telpon kalau bos ku masuk rumah sakit, jadi aku nggak kepikiran ngabarin kamu."


"Calon suami mu itu?" tanya Caca


"Iya Ca."


"Sakit apa?"


"Maag nya kambuh, dia tidak sarapan pagi tadi."


"Lho sudah tau punya maag, kenapa tidak makan?"


"Biasanya aku yang menyiapkan nya makan pagi, karna aku tidak ada mungkin dia tidak makan." jelas Sena


"Yaampun sampai segitu nya kah?"


"Maka dari itu, aku merasa bersalah Ca. Gara-gara aku dia jadi terbaring dirumah sakit."


"Sudah jangan seperti itu Sen, nanti saat dia sudah siuman kamu langsung minta maaf agar hatimu tenang."


"Iya Ca, terima kasih ya dan maaf sekali lagi."


"Sena." panggil Dave lirih, Sena terperanjak dan menoleh kebelakang dimana Dave tengah menatap dirinya.


"Ya Dave aku disini, aku minta maaf ya untuk kejadian yang kemarin dan untuk hari ini." ucap Sena sedih disamping Dave


"Hey sayang, kamu tidak salah aku yang salah dan seharusnya aku yang minta maaf." Sena menggeleng


"Sudah jangan dibahas lagi ya, aku mau kamu sekarang cepat sembuh."


"Cium biar cepat sembuh." pinta Dave dengan memonyongkan bibir nya


"Sakit aja masih sempat-sempat nya mesum." ucap Sena tak percaya


"Tadi kamu nyuruh aku cepat sembuh, tapi giliran aku minta cium nggak mau, ya udah gak papa kok, kamu pulang saja sana." Dave melihat kearah lain


"Gitu aja ngambek, sini cepetan mau cium atau tidak." Dave tersenyum lalu melihat kearah Sena


"Dasar kamu ini, mencari kesempatan dalam kesempitan." Sena melihat sekeliling, dirasa aman ia mendekatkan wajah nya ke wajah Dave dan "Cup" kecupan singkat Sena berikan dibibir pucat Dave.


"Sudah kan?" Dave tersenyum mengangguk


"Sekarang makan ya, biar perut nya tidak kosong." Dave menggeleng

__ADS_1


"Kenapa tidak mau? apa kamu tidak mau sembuh?"


"Aku mau kayak gini terus biar bisa dimanja sama kamu." jawab Dave dengan bertingkah seperti anak kecil


"Terserah kalau nggak mau makan aku tinggal kamu." ancam Sena


"Jangan sayang, liat kamu baru pergi sehari aja aku udah terbaring dirumah sakit gimana kalau kamu pergi ngilang dari hidup aku? mungkin udah masuk tanah."


"Shutt. Gak boleh ngomong kayak gitu, aku kemarin hanya kelewat kesal jadi kamu jangan buat aku kesal lagi."


"Ya sayang. Tapi kamu juga harus janji kalau ada masalah kita omongin baik-baik dulu, jangan asal mutusin dan pergi gitu aja."


"Iya ya, aku minta maaf aku janji nggak bakal ulangin lagi."


"Sekarang makan ya!" Dave mengangguk


Sena membantu Dave untuk bersandar di brankar, setelah itu ia menyiapkan bubur yang sudah ada diatas nakas rumah sakit


"Aku makan itu?" tanya Dave ketika Sena sedang menyiapkan bubur nya


"Ya. Memang nya kenapa, ada yang salah?" tanya Sena lalu menyodorkan satu sendok bubur kedepan mulut Dave


"Ayo makan!" Sena menunjuk kearah sendok dengan mata nya


"Aku tidak suka bubur, melihat nya saja sudah mual." Dave menutup mulut dan hidung nya menggunakan telapak tangan


"Ayo sayang makan ya biar cepat sembuh, atau gini aja! satu suapan satu kecupan, bagaimana?" tawar Sena


"Sejak kapan aku jadi ikutan mesum begini." batin Sena


"Ok." Dave langsung melahap sendok yang berada didepan nya


"Cup" Sena mengecup bibir Dave, lalu menyuapi lagi dan mengecup lagi sampai bubur itu habis


"Wah, ini makan terenak yang pernah aku rasain." senyum Dave mengembang dan melupakan kalau ia sedang sakit.


"Kamu kenapa sayang?" Sena memutar bola mata nya malas


"Kamu gak ikhlas ya? ya sudah jangan dipaksa kalau memang tidak---."


"Hey bicara apa? aku ikhlas kok." Sena memegang pipi Dave, dan Dave pun tersenyum hangat kepada calon istri nya


_


_


_


_

__ADS_1


Yuk bantu aku dengan cara vote, jangan pelit-pelit.


__ADS_2