Possesif CEO

Possesif CEO
Keputusan


__ADS_3

"Sayang, apa Dave memarahi mu?" tanya Veny saat Dave dan Sena sudah berada dihadapan mereka, Sena pun mengangguk mengeyikan


"Kenapa dia memarahimu?"


"Aku tidak tahu mah, tiba-tiba dia marah-marah sama aku" Sena melirik Dave dengan wajah cemberut nya


"Jangan melihat ku seperti itu!" Dave mengelus pipi Sena lembut didepan kedua orang tua nya.


Lalu pandangan Dave beralih menatap kedua orang tua nya yang tengah melihat adegan manis didepan mata mereke, kedua nya tersenyum menggoda kearah Sena yang terlihat malu-malu


"Sudah jangan menggoda Sena terus mah, pah."


"Ehh iya. Sayang, mamah juga mau meminta maaf ya soal tadi, mamah tidak akan memaksa Sena lagi kok untuk menikah dengan kamu, apapun keputusan kamu mamah akan mendukung nya." Veny tersenyum manis kepada anak nya


"Tidak mah, justru Dave mau berterima kasih karna sudah memberikan Dave jalan"


"Hah? maksud kamu apa sayang? mamah tidak mengerti"


"Dave dan Sena akan melangsungkan pernikahan bulan depan." Dave melirik kearah Sena sebentar lalu kembali menatap kedua orang tua nya


"Kamu serius son? bukan kah Sena mengatakan kalau dia ingin menikah satu tahun lagi?" tanya Davin kepada anak nya


"Tapi dia sudah setuju menikah dengan aku bulan depan"


"Benar begitu sayang?" tanya Veny kepada Sena


"Iya mah, aku sudah menyetujui nya."


"Kamu tidak dipaksa kan oleh Dave?" tanya Davin


"Tidak pah, Sena tidak pernah dipaksa oleh Dave"


"Ya sudah kalau begitu mamah akan membantu menyiapkan pernikahan kalian"


"Mah, apa aku boleh meminta sesuatu?"


"Katakan saja sayang, selagi mamah bisa pasti mamah turuti"


Sena menatap Dave sebelum mengutarakan keinginan nya, Dave yang mengerti pun menganggukan kepala nya


"Aku ingin pernikahan yang sederhana"


"Sederhana bagaimana sayang?"


"Hanya keluarga dan kebarat dekat saja yang hadir, aku tidak ingin pernikahan yang mewah."


"Maksud mu apa?" kini Dave yang bersuara


"Dave, tolong mengerti aku, kita tidak sama apa yang akan dikatakan orang-orang jika mereka semua tau kamu menikah dengan ku!"


"Lalu apa masalah nya Sena?"


"Aku tidak siap menerima cemoohan semua orang, kamu dan aku berbeda, kamu berasal dari keluarga terpandang sedangkan aku, aku hanya lah anak yatim yang beruntung karna bisa hidup sampai sekarang"


"Sayang jangan berbicara seperti itu, mau kamu berasal darimana pun mamah akan tetap menerima kamu, baiklah jika kamu ingin pernikahan yang seperti itu mamah akan menuruti nya."


"Mah!" seru Dave


"Dave, tolong lah mengerti, semua nya tidak bisa berjalan dengan semua keinginan mu"


"Terserah kalian saja lah!" Dave berdiri lalu kembali menaiki tangga menuju kamar nya kembali

__ADS_1


"Biarkan sayang Dave memang suka seperti itu" Sena menganggukan kepala nya


"Mah, pah. Aku pamit pulang dulu ya"


"Lho sayang kenapa pulang? menginap disini saja"


"Besok aku harus bekerja mah, dan aku tidak membawa pakaian untuk ngantor jadi lebih baik aku pulang saja agar tidak terlalu repot besok"


"Baiklah sayang kalau memang begitu, tunggu disini mamah akan panggil kan Dave untuk mengantarkan mu"


"Tidak perlu mah, biarkan Dave istirahat Sena bisa naik taksi."


"Kalau begitu biarkan supir yang mengantar mu pulang, ini sudah malam tidak baik untuk kamu."


"Baik lah pah"


"Deni, Deni!" teriak Davin, pada supir pribadi nya


"Ya tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Deni


"Tolong antar kan calon menantu ku pulang, pastikan dia sampai dengan selamat."


"Baik tuan, mari nona saya akan menyiapkan mobil nya terlebih dahulu" Deni keluar terlebih dulu untuk menyiapkan mobil


"Aku pulang dulu mah, pah. Selamat malam"


"Malam sayang, main kesini lagi besok" Sena tersenyum menanggapi calon mertua nya


****


Didalam kamar nya Dave tengah uring-uringan karna permintaan Sena, tapi ada benar nya juga apa yang dikatakan gadis itu, orang lain mungkin tidak akan mencaci nya tapi tidak untuk dia, orang akan berpikir kalau Sena lah yang menggoda nya agar segera menikahi dia


Dave berlari kecil kearah pintu dan keluar dari kamar itu, menuruni anak tangga dengan cepat, ia akan berbicara lagi kepada Sena mengenai pernikahan nya.


"Sena suda pulang sayang, baru saja diantar pak Deni" jawab Veny kepada anak nya


"Kenapa mamah membiarkan nya pulang?"


"Mamah bisa apa kalau dia ingin pulang"


"Ya sudah aku juga pulang dulu mah, pah."


"Tidak menginap disini sayang?" teriak Veny, saat Dave sudah berlari keluar


"Kapan-kapan saja mah."


****


"Sudah sampai nona!" suara sang supir mengagetkan Sena


"Ahh sudah sampai ya pak, kalau begitu terima kasih ya pak"


"Sama-sama non, kalau begitu saya permisi" pamit supir itu sopan


"Iya pak silahkan" mengangguk sebagai tanda hormat kepada yang lebih tua


Sena melangkah kan kaki nya menuju unit apartemen nya yang berada dilantai lima, memang lah apartemen nya ini tidak semewah dan semahal apartemen Dave tapi ini saja sudah cukup untuk Sena dari pada tidak sama sekali.


Klik!


Pintu apartemen nya terbuka setelah menekan sandi, Sena segera masuk dan merebahkan tubuh nya diatas kasur, baru sebentar merasakan empuk nya kasur suara bel memaksa nya untuk bangkit

__ADS_1


"Siapa sih malam-malam begini?" Sena berjalan malas kearah pintu


"Dave!" seru Sena pada Dave, tanpa permisi Dave langsung masuk kedalam apartemen Sena


"Dave, kamu ngapain kesini?" tanya Sena menatap punggung Dave


"Kamu kenapa pulang?" tanya balik Dave, lalu berbalik menghadap Sena


"Besok aku harus bekerja dan aku tidak mau repot harus ke apartemen dulu sebelum ke kantor, lebih baik sekalian malam ini"


"Tapi kamu bisa meminta antar aku untuk pulang"


"Astaga! kamu ini seperti anak kecil saja, haih sudah lah aku pusing menghadapi sifat possesif mu itu" Sena berjalan kearah sofa lalu mendudukan tubuh nya disana


"Jangan lupa jika pria possesif ini akan menjadi suami mu." Dave mendudukkan juga tubuh nya dihadapan Sena.


"Ntah lah mengapa aku menyetujui nya untuk menikah dengan mu"


"Kamu lupa siapa tadi yang nangis-nangis, 'sebenarnya aku mencintaimu Dave'." Dave menirukan suara Sena saat menangis tadi


"Dave!" teriak Sena


"Apa?" tanya Dave dengan tersenyum jahil


"Pulang lah sana."


"Kalau aku tidak mau kenapa memang nya?"


"Terserah kamu saja!" Sena beranjak dari kursi itu dengan cepat dan masuk kedalam kamar, tapi belum sempat Sena mengunci Dave terlebih dahulu menahan nya


"Dave, apa-apaan kamu, pulang lah sana aku ingin tidur."


"Aku akan menginap disini."


"Tidur disofa kalau kamu ingin menginap disini, jangan mengganggu ku."


"Biarkan aku tidur disini, aku tidak akan macam-macam"


"Aku tidak mau." Sena tetap berusaha mendorong pintu nya, Dave yang tak tahan pun mendorong pintu itu kuat sampai membuat Sena terdorong juga


Dengan santai Dabve berjalan kearah kasur dan merebahkan tubuh nya disana


"Ngapain kamu disitu? sini!"


"Sini, atau aku seret?" dengan wajah kesal Sena mendekat ke kasur, Dave yang malas menunggu pun langsung menarik tubuh Sena dan menjatuhkan nya diatas kasur


"Akhh, Dave!" teriak Sena


"Diamlah, nanti orang-orang mengira aku sedang memperkosa mu."


"Mesum!" Dave terkekeh mendengar kalimat yang diucapkan Sena


"Aku sudah memutuskan kita akan menikah dengan sederhana, seperti apa yang kamu inginkan" ucap Dave dengan mata terpejam


"Benar kah?" tanya Sena menatap Dave, yang dibalas anggukan oleh Dave


_


_


_

__ADS_1


_


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


__ADS_2