Possesif CEO

Possesif CEO
Press Conference


__ADS_3

Dave mengancingkan kancing jas nya dan berjalan cukup angkuh memasuki kantornya. Semua mata karyawan memandang kearah nya, dimana semua orang disana tidak percaya kalau Presdir atau Bos mereka itu sudah memiliki istri. Lebih tepatnya lagi sudah memiliki seorang anak


"Aku tidak percaya ini, ku pikir Presdir kita masih seorang bujang. Ternyata sudah memiliki istri dan anak." ucap salah satu karyawan dengan temannya


"Dan lebih membuat aku tidak percaya lagi adalah, istrinya merupakan mantan sekretarisnya yaitu Mbak Serafina." karyawan itu menatap pemimpin mereka dan me.beri hormat saat melewati mereka. Semua orang didalam gedung itu masih tidak percaya dengan berita yang beredar kemarin, dimana Dave tampak begitu sangat cemas dan seorang wanita hamil berada didalam gendongan nya


"Semua wartawan sudah berkumpul didalam ruangan Jerr?" tanya Dave yang sedang menunggu lift terbuka


"Iya Presdir, semua sudah berkumpul disana." jawab Jerry, Dave mengangguk


"Dimana Sheila? Aku tidak melihatnya?" tanya Dave. Saat tidak mendengar suara Jerry lagi, ia menoleh ke samping


"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu Jerr?" tanya Dave yang melihat Jerry melamun


"Hah? Maaf Presdir. Sepertinya hari ini Sheila tidak masuk." Dave menatap bertanya Jerry


"Bagaimana kamu bisa tahu kalau dia tidak masuk hari ini?"


"Saya pikir dia tidak akan masuk, karena sudah jam segini dia belum kelihatan." jawab Jerry yang terdengar masuk akal


Ting.


Dave keluar dari sana dan melangkah menuju ruangan yang sudah ia sediakan, saat pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan Dave disana, kilatan lampu menerpa wajah Dave dan Jerry. Dave melangkahkan kakinya menuju podium, sedangkan disana sudah ada Davin yang sejak tadi menunggu kedatangan anaknya


"Papah sudah lama?"


"Cukup lama." jawab Davin, Dave mengangguk dan melanjutkan langkahnya menuju podium


Dave terdiam cukup lama diatas sana, membiarkan para wartawan mengambil gambarnya. Sebelum akhirnya ia bersuara


"Ekhmm.. Perhatian semuanya!" seru Dave


"Aku sengaja mengumpulkan media di perusahaan ku ini. Terkait berita yang tengah beredar di masyarakat, aku membenarkan berita itu. Aku memang sudah menikah dan baru saja dikaruniai seorang anak kemarin."


Kilatan lampu kembali menyerang wajah tampan Dave, tidak ada satupun kamera yang menganggur hanya untuk mendapatkan berita yang mungkin bisa membuat mereka mendapatkan hasil yang bagus jika mendapat informasi yang lebih dalam


Cekrek! Cekrek!


"Maaf, Tuan muda Alexander! Kami ingin tahu kapan anda menikah?"


"Maaf untuk semuanya, saya menegaskan sekali lagi. Kalau ada waktunya untuk sesi tanya jawab, jadi biarkan pimpinan kami menyelesaikan apa yang ingin dia katakan dulu." orang yang bertanya tadi mengangguk

__ADS_1


Davin melirik kearah Putra nya, ia mengedipkan kedua matanya saat Dave juga menatap dirinya. Dave yang melihat kedipan mata Papah nya pun tersenyum


"Istriku tidak ingin pernikahan kami diketahui oleh banyak orang, maka dari itu akupun memutuskan untuk tidak melakukan resepsi apapun," Dave menjeda kalimatnya, ia menarik nafas-nafas dan menghembuskan secara perlahan


"Dan kemarin istriku melahirkan anak kedua kami, dimana pada saat kemarin lah gambar yang beradar saat ini diambil." Dave menoleh kearah Jerry, seakan mengerti, Jerry pun mengangguk, dan setelah itu ia maju ke samping podium


"Kami hanya menerima dua pertanyaan dari semua rekan media disini, dan tolong ajukan pertanyaan yang masuk akal ya." ucap Jerry sebelum mempersilahkan para media untuk bertanya


"Silahkan!" seru Jerry


"Kapan dan tanggal berapa kah anda menikah?" tanya salah satu wartawan wanita disana


Jerry menoleh kearah Dave, iapun mengangguk dan memberikan kode kepada seseorang yang berada dibalik panggung. Tidak lama dari itu, sebuah layar dibalik tubuh Dave menampilkan gambar sebuah buku nikah milik Dave dan Sena


"Bagaimana bisa dalam setahun anda memiliki dua anak?" tanya wanita yang bertanya tadi


"Istriku sempat ke guguran, dan sebulan setelahnya ia kembali hamil." jawab Dave


"Tuan muda Alexander!" Dave menoleh saat ada memanggil namanya


"Kalau kami boleh tahu dengan wanita keluarga mana anda menikah?" tanya seorang laki-laki yang seumuran dengan dia


"Apakah itu alasan mengapa pernikahan ini disembunyikan?"


"Sudah cukup untuk para rekan media. Kami membuka dua sesi pertanyaan, namun kalian sudah bertanya lebih dari dua."


"Tapi kami belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang kami ajukan,"


"Tolong ikut aturan, kami tidak ingin terjadi keributan didalam perusahaan ini. Dan untuk siapa wanita yang menikah dengan anak saya itu urusan keluarga kami, dan kami berharap kalian menghargai itu." ujar Davin yang tidak tahan untuk berlama-lama disana, ia ingin segera pulang dan melihat cucu tampannya


"Kalau begitu terima kasih untuk kehadiran kalian semua disini, aku berharap tidak akan ada lagi berita miring yang membuat keluarga Alexander tidak nyaman." ucap Dave dan segera turun dari sana. Kilatan lampu kamera tidak pernah lepas dari Dave, bahkan saat Dave sedang melangkah keluar semua kamera milik wartawan mengambil gambar nya


"Papah akan pulang duluan son," ucap Davin saat Dave berhenti dihadapan nya


"Kenapa harus terburu-buru Pah?" tanya Dave


"Papah sudah merindukan Devano, jadi Papah akan langsung ke rumah sakit setelah dari


sini." Dave memutar bola matanya malas


"Oh ayolah son, jangan seperti itu dengan Papah sendiri!." Dave terkekeh, lalu ia mengajak Papah nya untuk keluar dari sana

__ADS_1


"Papah sangat bersyukur semuanya berjalan dengan lancar," ucap Davin


"Iya Pah, aku tidak tahu bagaimana dengan Sena saat ini." Davin tersenyum tipis


"Kamu harus selalu meyakinkan istri kamu kalau semuanya akan baik-baik saja." Davin mengangguk, Davin dan Dave menghentikan langkahnya


"Hari ini Sena keluar dari rumah sakit Pah, kabarin aku jika sudah akan pulang."


"Baiklah, Papah duluan ya!" Dave mengangguk


"Ayo Jerr, Om duluan ya!"


"Silahkan komisaris, hati-hati diperjalanan anda." Davin tersenyum, setelah itu ia melanjutkan langkahnya menuju lift untuk turun ke lantai bawah


"Huhhh..." Dave menghela nafasnya lega


"Akhirnya," Dave mengelus dadanya lega


"Anda terlihat begitu sangat senang Presdir!" Dave menolehkan kepalanya ke belakang


"Tentu saja Jerr, ini yang aku tunggu-tunggu." jawab Dave tersenyum cerah


****


"Sayang, akhirnya pernikahan kalian sudah diketahui oleh semua orang!" Veny tersenyum senang melihat berita yang baru saja keluar. Sena terdiam dengan mata yang menatap dengan serius televisi disana, sedangkan bayi Devano tengah meminum asi


"Apakah semuanya akan baik-baik saja Mah?" tanya Sena lirih


"Tentu saja sayang, tidak perlu khawatir keluarga kita bukanlah orang yang mudah untuk di injak-injak. Jadi kamu tidak perlu khawatir." Sena menoleh kearah Mamah Dave


"Semoga saja."


_


_


_


_


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2