
Hari berganti hari kini tak terasa sudah dua bulan semenjak Dave dan Sena berkunjung Ke makam anak nya. Dan saat ini Dave dan Sena sedang bersiap untuk pindah kerumah Dave
Setelah kepulangan kedua orang tua nya, Dave memutuskan untuk kembali ke kediaman nya dan Sena. Seperti rencana awal mereka yang akan pindah dari apartemen kerumah Dave
"Sudah siap semua sayang?" tanya Dave pada Sena yang sedang merapihkan pakaian yang akan dibawa
"Aku tidak membawa apa-apa kok. Hanya alat make up saja, yang lainnya aku tinggalkan disini."
"Hmm baiklah. Ayo kita turun kebawah dan berpamitan kepada Papah dan Mamah." Dave menggandeng tangan istrinya keluar dari kamar
****
Terlihat Davin dan Veny sedang bersantai sambil menikmati tayangan televisi. Ditemani oleh beberapa cemilan didepan mereka
"Pah, Mah!.."
"Sudah mau berangkat sayang?" tanya Veny saat melihat anak dan menantu nya sudah rapi
"Sering-sering lah menginap disini agar Mamah tidak kesepian." ucap Veny kepada anak dan menantu nya
"Pasti Mah, aku akan sering menginap disini setiap libur nya." Veny mengangguk
"Pah, Dave dan Sena pamit pulang dulu ya."
"Hati-hati kalian."
"Pah, Mah. Sena pamit dulu." ucap Sena pada kedua mertuanya
" Ya sayang hati-hati dijalan, dan cepatlah berikan Mamah cucu lagi." Sena mengangguk mendengar permintaan mertuanya
Dave dan Sena berjalan keluar menuju gerasi mobil dan meninggalkan rumah itu menuju rumah yang akan mereka tempati berdua
****
Sesampainya didepan rumah besar Dave, ia melihat kearah samping dimana istrinya tengah tertidur begitu pulas
"Pasti dia kecapean." Dave keluar duluan dari dalam mobil, dan mengangkat tubuh Sena memasuki rumah yang akan mereka tempati sampai tua nanti
Dave membaringkan tubuh Sena diatas kasur kamar utama, dimana itu adalah kamar pribadi Dave
Dave memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, baru menyusul sang istri menuju alam mimpi nya. Dave juga sangat mengantuk sekarang
Saat sedang berguyur dibawah shower suara ketukan pintu begitu begitu kuat dari luar, membuat Dave terperanjat dan segera memakai handuk untuk membukakan pintu
"Sayang, kenapa?" tanya Dave saat melihat Sena membekap mulut nya, Sena menggeleng dan mendorong tubuh Dave dari hadapan nya
Oekk.. Oekk.. Oekk..
__ADS_1
Sena mengeluarkan semua isi perut nya di wastafel, Dave yang melihat Sena seperti itu membantu dengan mengangkat rambutnya kebelakang dan memijat lembut tengkuk Sena
Sena duduk lemas di closet kamar mandi itu, Dave yang melihat Sena tak berdaya itu mengambil handuk kecil yang berada disana dan sedikit membahasinya.
Dave mengelap bibir Sena sampai dagu istrinya, ia menatap khawatir kepada Sena yang tiba-tiba saja muntah-muntah seperti ini
"Are you okay?" tanya Dave lembut, Sena yang masih lemas itu hanya menjawab dengan anggukan
"Apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Dave lagi, tapi kali ini Sena tak menjawab pertanyaan Dave karna merasa gejolak itu kembali lagi. Sena menutup mulutnya dan segera berlari ke wastafel
Oekk.. Oekk.. Oekk..
Dengan setia Dave memijat tengkuk Sena dan menopang tubuh istrinya yang terlihat tidak kuat untuk berdiri. Setelah Sena selesai membasuh wajah nya, Dave segera mengangkat tubuh istrinya dan membawa kembali keatas kasur
"Aku panggilin dokter ya." ucap Dave dengan mengusap pelepis istrinya yang sudah bercucuran keringat
"Nggak usah, aku nggak papa kok." jawab Sena pelan dan serak
"Nggak papa gimana? kamu sampai lemes gini, pokoknya aku telponin dokter
"Jangan Dave, aku nggak papa beneran." Dave menghela nafas menghadapi keras kepala Sena
"Awas saja sampai seperti tadi lagi, aku pasti bakal bawa kamu langsung kerumah sakit bukan manggil dokter lagi." Sena menganggukkan kepala nya mengerti
"Istirahat lah dulu, aku selesain mandi sebentar." Dave kembali memasuki kamar mandi dan melanjutkan mandinya yang sempat terhenti
****
"Perasaan aku nggak makan aneh-aneh deh dirumah Mamah, tapi kenapa aku sampai seperti ini?"
Ceklek.
Suara pintu kamar mandi terbuka, dapat Sena lihat Dave keluar dari dalam kamar mandi seperti tadi. Handuk yang melilit pinggang dan rambut yang masih bercucuran air
"Keringkan dulu baru keluar, lihat itu airnya rambut kamu masih basah banget." Dave mengangguk pelan, dan berjalan kearah ruangan pakaian
Sena melihat keatas nakas dimana disana ada jam beker yang sudah menunjukan pukul 7 malam. Dengan tubuh yang masih lemas Sena mencoba menurunkan kaki nya
Dengan pelan Sena berjalan menuju luar, ia ingin membuat kan makan malam untuk Dave, ia tidak mau Dave terabaikan hanya karna dirinya muntah-muntah
Dave yang baru saja keluar dari ruangan tak mendapatkan Sena diatas tempat tidur, ia melihat ke sekitar barang kali istrinya sedang melihat lihat, namun ia tak menemukan istrinya
"Kemana kamu sayang? bukan nya istirahat!" Dave keluar dari dalam kamar dan melihat dari atas kalau Sena tengah menuruni anak tangga dengan pelan sambil berpegangan pada pembatas tangga
Dengan cepat Dave menuruni anak tangga menyusul istrinya yang seperti tidak memiliki daya apapun itu, Dave tidak ingin terjadi apapun pada Sena
"AAAAaa!!!" teriak Sena saat tubuh nya melambung keatas, ia memukul dada Dave pelan
__ADS_1
"Kamu buat aku jantungan tau nggak!" Dave terkekeh melihat Sena yang kesal
"Kamu yang lebih buat aku jantungan. Lihat wajah kamu pucat seperti ini, ngapain keluar dari kamar?" saat Dave akan berbalik badan Sena mencegah nya
"Aku mau buat makan malam untuk kamu, kamu belum makan kan?"
"Dirumah ini ada pembantu, kamu tidak perlu repot-repot masak kalau kamu sedang sakit. Aku memang ingin kamu layanin aku dengan baik, tapi bukan berarti aku mengharuskan kamu saat lagi sakit seperti ini."
"Tapi____,"
Cup
"Nggak ada tapi tapian. Kamu istri aku bukan pembantu, jadi jangan terlalu dipikirin. Aku akan memesan delivery untuk kita berdua." Dave membawa tubuh istrinya kemabli menuju kamar mereka
Sena semakin mengeratkan pelukan nya pada leher Dave, ia menatap wajah tegas Dave dari dekat, wajah Dave begitu tampan dan itu membuat rasa takut didalam diri Sena
"Ada yang aneh dengan wajah ku sayang?" Dave melihat wajah Sena yang tengah menatap nya, sedangkan Sena menggelengkan kepala nya
"Kenapa melihat nya sampai seperti itu?"
"Aku___," ntah kenapa Sena sangat menginginkan buah itu sekarang
"Katakan."
"Aku pengen mangga muda Dave." ucap Sena dan menyembunyikan wajah nya diceruk leher Dave
Dave yang mendengar permintaan aneh istrinya itu hanya bisa mengerutkan dahi
"Aku akan menyuruh bi Inah untuk mencari nya."
"Tapi aku ingin kamu yang nyari." ucap Sena pelan takut Dave marah
"Apa?" tanya Dave Dengan suara tinggi membuat mata Sena berkaca kaca
"Maaf sayang, aku akan mencari nya untukmu ya, jangan menangis." Dave mengecup kening istrinya lembut dan meletakkan tubuh Sena diatas kasur
Setelah berpamitan pada Sena, Dave mencoba mencari buah masam ini. Dave yang memikirkan nya saja sudah bergidik, apalagi Sena yang akan memakan nya
"Seperti orang ngidam saja." gumam Dave
_
_
_
_
__ADS_1
Doain ya guys yang disebelah selesai dalam satu bulan ini, aku juga sudah mulai kuliah jadi waktu ku habis cuman untuk belajar dan nulis empat novel di sebelah.
Sehat ya untuk kalian semua(: