
Mobil Dave kini sudah terpakir ditempat khusus untuk CEO, Dave turun terlebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Sena
"Silahkan turun istriku!" seru Dave, sedangkan Sena hanya menatap Dave dengan sinis
"Kenapa sih muka nya cemberut-cemberut gitu?" Dave menoel dagu Sena berkali-kali
"Bisa diem gak sih?" sinis Sena dengan menepis tangan Dave yang terus mengganggu dagu nya
"Sayang! jangan marah dong, ish aku tu gak bisa lho kalau kamu marah-marah gitu,"
"Jijik aku dengar nya, sana ih aku kesel lihat kamu" Sena mendorong tubuh Dave agar menjauh dari nya
"Aku gak mau, kenapa sih?" Sena melengos dan melangkah cepat, dan sedikit berlari agar Dave tak aneh-aneh didepan karyawan lain nya
Saat Dave akan masuk lift yang Sena masuki dengan cepat Sena memencet tombol merah agar segera tutup
"Sena, tunggu!" seru Dave, tapi terlambat pintu lift itu keburu tertutup rapat
"Shitt," Dave meninju tembok yang berada disamping lift
Dave menggunakan lift yang khusus untuk nya, dengan buru-buru ia masuk dan menutup lift itu, agar bisa cepat sampai dilantai atas
Sesampai nya diatas nya, ia melihat Sena yang berjalan menuju ruangan nya Dave mengejar Sena dan menarik pergelangan tangan istrinya saat akan membuka pintu
"Dave!"
"Ikut aku," Dave menarik tangan Sena menuju ruangan nya, tapi muncul lah Jerry yang baru saja keluar dari ruangan nya dan tak sengaja melihat pengantin baru yang sedang tarik-tarikan
"Ekhmm," dehem Jerry membuat Dave dan Sena menoleh
"Belum puas pak dirumah nya?" tanya Jerry jahil
"Tak ada kata bosen untuk dia, bahkan rasanya aku ingin mengurung dia didalam kamar setiap hari nya" jawab Dave sambil menatap wajah cantik Sena
"Dasar mesum." batin Sena
"Bagaimana yang aku katakan kepada mu tadi? sudah dilaksanakan?"
"Sudah bos, saya bahkan turun langsung ke ruangan HRD nya."
"Kerja yang bagus, kalau begitu aku masuk dulu." Jerry mengangguk
"Apakah semua pengantin baru seperti itu? baru kali ini aku melihat pak Dave sebucin sekarang" ucap Jerry dengan melihat pintu ruangan Dave sebentar, dan melanjutkan tujuan nya tadi
Didalam ruangan Dave kini sedang memangku Sena dipaha nya, dan memeluk pinggang Sena erat tak lupa wajah yang dibenamkan didada Sena
"Marah-marah terus sih sayang! lagi pms ya?" Dave mendongak sebentar lalu menyembunyikan wajah kembali didada Sena
"Ngga, siapa bilang aku pms?" tanya balik Sena
"Kan aku tanya kamu sayang, kok nanya balik?"
__ADS_1
"Aku bilang nggak, ya nggak." jawab Sena dengan suara keras, dan membuat Dave sedikit terkejut. Pasal nya Sena tidak pernah marah-marah dan teriak-teriak
"Istri aku kenapa sih? hari ini kayak nya lagi sensi banget, ada apa sayang cerita sama aku?"
"Apa karna aku larang kamu pakek rok tadi? atau karna aku bilang mau bakar semua rik kamu? ya?" tanya Dave menatap wajah cemberut Sena, dapat Dave lihat Sena mengangguk lucu membuat Dave terkekeh sebentar
"Tapi aku gak suka lihat kamu pakai pakaian yang kurang bahan seperti itu!"
"Kenapa? dulu aja kamu gak marah-marah aku pakek semua rok itu, kok sekarang malah mau kamu bakar?"
"Sayang. Dulu kamu sekertaris aku, sekarang kamu istri aku. Suami mana yang suka melihat istri nya dipandang pria lain, apalagi kamu yang cantik gini aku gak bakal rela lah." Dave memeluk Sena possesif
"Ini tambah besar sayang!" Dave mendusel-dusel kan kepala nya didada Sena
"Kamu yang membuat nya tambah besar, setiap malam ngajakin buat baby gak ada istirahat-istirahat nya"
"Hahaha, ya gimana sayang, kamu aja belum ada tanda-tanda hamil, ya sudah aku ajakin aja tiap hari biar jadi"
"Ya, kamu nya yang keenakan, aku yang sakit dan kecapean"
"Jangan lupa sayang, kamu juga ngerasain enak kan? buktinya aja kamu selalu panggil nama aku"
"Dave,"
"Dave, akuu a__aaku ah a___," mulut Dave sudah lebih dulu ditutup oleh telapak tangan Sena, sungguh itu sangat memalukan
"Jangan diterusin, atau aku akan marah banget sama kamu." Dave mengangguk kan kepala nya
"Tidak ada, kamu cukup temani aku disini itu sudah cukup." jawab Dave santai
"Kamu bilang apa? menemani kamu disini? aku kesini karna mau bekerja bukan mau mengurus kamu."
"Yang bos nya disini siapa?" tanya Dave
"Kamu."
"Jadi terserah dong aku mau nempatin kamu dimana, karna ini kantor ku jadi ya ikuti saja peraturan yang aku buat."
"Kalau tau begitu aku gak akan datang kesini!" Sena segera turun dari pangkuan Dave, ia segera menyambar tas yang ia letakkan diatas sofa tadi
Saat Sena akan menarik knop pintu itu dengan cepat Dave menarik tangan Sena lalu membalikkan tubuh nya dan memeluk erat istri nya, seakan takut kehilangan.
"Aku hanya bercanda sayang, kamu tetap dengan pekerjaan kamu kemarin. Tapi aku mau kamu jangan terlalu capek, jika sudah tidak sanggup serahkan saja kepada Jerry dia bisa menghandle semua nya." ucap Dave dengan mengelus surai yang Sena lembut
"Jadi tugas pertama ku apa? sudah hampir seminggu lebih tidak bekerja aku jadi sudah lupa apa saja tugas ku."
"Kamu cukup meminta berkas yang baru saja diberikan oleh beberapa staf dan menjadwalkan sekejul ku,"
"Kamu mengerti?" Sena mengangguk didalam dada bidang Dave
"Kalau gitu aku ke ruangan ku dulu."
__ADS_1
"Apa kamu tidak merasa jika kamu melupakan sesuatu?" tanya Dave saat Sena sudah berhasil membuka knop pintu
"Memang nya ada yang aku lupa kan?" Sena yang tak tau maksud Dave pun bertanya kembali
"Sungguh kamu tidak peka sayang, masak harus aku terus sih yang mengingatkan mu!"
"Berikan aku ciuman, aku butuh ciuman agar aku semangat bekerja nya"
"Cih, bilang saja jika kau mesum, pakai acara tidak semangat"
"Kamu terus mengatakan aku mesum sayang!" ucap Dave kesal
"Memang benar adanya, aku bahkan tidak tau sifat buruk mu itu."
"Sayang, bukan kah wajar kalau suami dan istri seperti itu?" Sena mencebikkan bibir bawah nya
"Kalau memang aku mesum, aku akan menyeret mu kekamar itu kembali sama saat aku mengambil kegadisan mu."
"Bagaimana?"
"Cepetan kesini kalau mau cium, aku malas berlama-lama disini dengan bos mesum seperti mu." Dave tersenyum dan memajukan wajah nya kehadapan Sena
"Cup" Sena mengecup pipi Dave
"Aku minta ciuman, bukan kecupan." Dave memajukan bibir merah nya, membuat Sena
jadi kesal
Sena pun menuruti kemauan mencium bibir nya, hanya menempel dan saat akan menjauhkan tubuh nya Dave dengan cepat menahan tengkuk Sena sehingga terjadi lah ciuman panas di pagi hari ala pengantin.
_
_
_
_
Dave Keenan Alexander
Serafina
Jangan lupa untuk vote nya.
terima kasih.
__ADS_1