
Sudah seminggu semenjak Sena menginginkan mangga muda Dave selalu kelimpungan dengan keinginan Sena setiap hari nya.
Selama seminggu itu Dave merasa seperti orang gila dengan keanehan yang terjadi kepada Sena. Seperti saat ini Sena sedang mempermasalahkan parfum nya
"Kamu pakai parfum apa sih, kok bau banget?" Dave terperangah mendengar pertanyaan istrinya, padahal parfum ini Sena sendiri lah yang memilih
"Ini kamu lho sayang yang pilih wangi nya, kok sekarang jadi bilang bau?" tanya Dave heran melihat Sena menutup hidung nya
"Tapi aku nggak suka sama bau nya sekarang, pulang nanti aku nggak mau bauin parfum ini lagi. Buang aja, beli yang baru."
"Ya iya sayang nanti ya. Aku berangkat kerja dulu, pulang nanti aku akan beli parfum baru." saat Dave akan mencium kening istrinya, malah sang istri menjauh
"Kalau mau kerja ya kerja aja, nggak usah cium-cium. Aku nggak suka sama bau parfum kamu, ngerti nggak sih?" Dave mengangguk pasrah dan berbalik dengan lemas
"Dave," mendengar Sena memanggil nya, Dave langsung membalikan tubuh nya dengan semangat.
"Aku boleh ci___,"
"Pulang bawain aku mangga muda kayak kemarin itu lagi ya."
"Apa? mangga muda lagi?" tanya Dave tak percaya, ia pikir tadi Sena berubah pikiran dan membolehkan untuk menciumnya, tapi ternyata tidak
"Kenapa? nggak mau ya bawain?" tanya Sena dengan mata berkaca-kaca lalu menundukkan kepalanya sambil memainkan jari
Dave yang melihat itu merasa bersalah, ia berjalan mendekati kasur itu lagi dan memeluk tubuh Sena
"Nanti aku cariin ya, jangan sedih lagi." ucap Dave lalu mengecup kening Sena lama
"Dave!!" seru Sena sambil menutup hidung nya, Dave yang masih ingin memeluk Sena harus rela melepaskan pelukan itu
"Aku pergi dulu ya. Kalau ada apa-apa telpon aku." Sena mengangguk dan menatap punggung suami suaminya
****
Dave memasuki kantor nya dengan lesu, membuat semua karyawan heran yang melihat bos nya tidak seperti biasa itu
Ia memencet lif yang diatas nya "The special presidential lift" dan menekan angka dimana ruangan nya berada
Sesampainya didalam ruangan Dave duduk di kursi kebesaran nya sambil memijat pelepis nya pelan, dan saat matanya terbuka Dave tersenyum lebar melihat foto Sena yang berada diatas meja kerjanya
"Aku sayang banget sama kamu." ucap Dave kepada foto Sena
Ia mulai membuka berkas yang baru diatas meja nya, Dave menopang kepalanya dengan tangan dan mulai membaca berkas itu satu persatu
__ADS_1
Baru tiga atau empat berkas yang Dave baca, sekertaris nya masuk kedalam dan mengatakan jika rekan bisnis nya yang bernama Radian Syah ada didepan
"Suruh langsung masuk saja." sekertaris Dave mengangguk lalu keluar dari sana, dan tak lama dari sekertaris Dave keluar, suara pintu terbuka kembali
"Sedang sibuk rupanya!" Dave mendongak dan bangkit dari kursi kebesaran nya
"Apa yang membawa mu kesini pak Radian Syah terhormat?" Dave terkekeh lalu mendudukkan dirinya disamping rekan kerja nya ini
"Oh ayolah Dave, memang nya harus ada alasan aku kesini?" tanya Radian dengan menerima minum kaleng dingin yang Dave berikan
"Tentu saja. Memang nya apalagi yang membawa mu kesini selain ada mau."
"Hahaha, kamu tau saja dengan diriku Dave." Dave tersenyum sinis, ia sudah tau alasan pria didepan nya ini mengunjungi nya
"Ngomong-ngomong sekertaris mu yang seperti tante-tante itu kemana?" tanya Dave pada Radian
"Ku pecat." jawab Radian singkat
"Oh.." Dave tau mengapa Radian memecat sekertaris nya itu, tanpa aku kasih tau kalian pasti tau kok
"Bolehkah aku main kerumah mu Dave?" Dave menajamkan mata nya saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Radian, ia menatap penuh selidik kearah Radian
"Untuk apa kamu kerumah ku?" tanya Dave dengan wajah datar nya, berbeda dengan tadi, Dave menatap tajam rekan bisnis nya ini
"Sialan!!" umpat Dave yang siap melayangkan tinju nya ke wajah Radian, tapi dengan cepat ditahan oleh Radian
"Wesshh bro, santai kali. aku belum menyelesaikan kalimat ku, duduk dan dengar kan." Dave menurunkan tangan nya dan merapihkan lagi jas nya yang terangkat dan mendudukan kembali bokong nya
"Katakan!"
"Kamu ingat bukan saat acara puncak pembukaan hotel baru mu?" Dave mengangguk, ia bahkan masih mengingat jelas hari itu, dimana ia bertatap wajah langsung dengan sahabat sekaligus orang yang mencintai istrinya
"Kenapa?" Radian berdecak mendengar pertanyaan balik yang Dave lontarkan, bukan nya menjawab saja pikirnya
"Aku ingin menanyakan tentang gadis yang berbincang dengan Sena waktu itu." jawab Radian sambil mengingat lagi wajah manis nan cantik yang mengganggu tidur nya
"Caca?"
"Jadi namanya Caca?" tanya Radian pada Dave
"Ya, kalau tidak salah." Radian mendengus, sudah jawab ya, tapi tidak salah juga
"Boleh aku bertemu Sena?"
__ADS_1
"Tidak."
"Oh ayolah Dave, atau kalau tidak, kamu saja yang menolong ku untuk meminta kan nomor gadis itu." Dave tersenyum, ternyata Radian ingin bertemu dengan istrinya hanya ingin meminta nomor Caca
"Jika aku ingat akan aku minta, kalau tidak ingat ya aku tidak meminta." jawab Dave acuh lalu berjalan kearah kursi kebesaran nya
"Tolonglah Dave! kamu tidak kasihan melihat aku yang sudah dewasa ini tetap menjomblo?"
"Itu derita kamu yang tidak laku." Dave menahan tawa nya
"Jahat banget kamu Dave, padahal aku berniat ingin menjodohkan anak kita suatu hari nanti." ungkap Radian dramatis
"Menjodohkan anak? istri saja belum ada, sudah membahas tentang anak."
"Sudah lah aku pamit dulu, tidak ada gunanya aku disini. Lihat saja aku akan mendapatkan nya dalam waktu satu bulan."
"Buktikan!" teriak Dave dengan tawa mengejek nya, Radian yang mendengar itu hanya mengacungkan jari tengah nya
****
Sena yang merasa lapar pun turun dari tempat tidur dan berjalan keluar menuju dapur rumah yang baru ia tempati seminggu yang lalu dengan Dave
"Mau membuat apa Nyonya?" Sena menoleh
"Pengen makan mie instan pedes bi, oh ya panggil Non saja ya bi, rasanya sangat aneh jika bibi memanggil saya Nyonya."
"Tapi, mana boleh begitu Nyonya?" Sena menghentikan kegiatan nya dan menatap kearah asisten rumah tangga nya itu, Sena tersenyum melihat bi Inah menundukkan kepala nya
"Bi," Sena memegang kedua bahu bi Inah, membuat bi Inah yang terkejut mendongak menatap majikan barunya ini
"Semua manusia itu sama. Yang membedakan nya hanya status, jadi jangan merasa diri bibi dibawah karna bibi bekerja dengan saya. Saya yang menyuruh bibi dan tidak akan ada yang memarahi bibi untuk itu." bi Inah mengangguk terharu, sungguh beruntung majikan nya memiliki istri sebaik Sena
"Terima kasih Nyo____ eh Non." Sena tersenyum dan melanjutkan pekerjaan nya
_
_
_
Fllw ig :@rohmatulkarimah_novelm*
(1k followers aku bakal ngadain give away, jadi jangan ketinggalan)
__ADS_1