Possesif CEO

Possesif CEO
Aku Tidak Perduli


__ADS_3

Sheila hanya memberikan senyum manisnya agar Nenek dari Presdir nya itu memuji dan menyukai dirinya. Sheila tambah besar kepala ketika Diva melangkah menuju dirinya


Dave membiarkan apa yang akan dilakukan oleh Nenek nya, ia berjalan menuju sofa yang berada diruang tamu. Jerry yang melihat itu juga ikut berjalan menuju sofa dan duduk bersebrangan dengan Dave, ia ingin menyaksikan apa yang akan wanita ganjen itu lakukan. Jerry tersenyum geli melihat senyum yang ditampilkan Sheila


"Dia manis ketika tersenyum, tapi entah mengapa aku sangat membenci senyum itu. Apakah dia sedang mencoba membuat Nenek Presdir memuja nya?" gumam Jerry berdecih.


Dave yang mendengar gumaman Jerry hanya bisa tersenyum kecil. Ia tahu kalau sekretarisnya itu sedang mencari perhatian dari Nenek nya, dan Dave juga tahu tujuannya.


"Aku kasihan dengan keluarganya, tapi dia tidak kasihan dengan hidup keluarganya yang bergantung padanya." Jerry menoleh ketika Presdir nya berucap begitu penuh penekanan


"Kamu tahu Jerr? Aku sungguh sudah sangat muak melihat kelakuan dia yang selalu mencoba menggodaku, aku tahu dia tertarik padaku. Tapi apakah dia tidak memikirkan bagaimana ke depannya, saat aku ingin memecatnya kemarin dia mengatakan kalau keluarganya bergantung pada dia dan itulah yang menjadi aku mengurungkan niatku, tapi semakin ke sini dia semakin kelewatan."


"Maksud Presdir?"


"Malam kedua kita berada disini, dia dengan lancang memasuki kamar ku dengan hanya menggunakan pakaian kurang bahan. Aku yang tengah mandi tidak tahu kalau dia berada didalam kamar itu. Dan pada saat aku keluar, aku melihat dia tengah tidur dengan posisi yang sangat menjijikkan." Dave mendengus ketika dia harus mengingat kembali kejadian dua hari yang lalu


"Woahh.. Dia punya nyali yang besar, tapi dia tidak memiliki rasa malu sama sekali." ucap Jerry dengan menatap tidak percaya Sheila yang tengah berbincang dengan Nenek Diva


"Istri kamu sungguh cantik dan sopan nak, Nenek menyukainya." ujar Nenek Diva dan menarik tangan Sheila untuk ikut bergabung dengan Dave dan Jerry


Dave tidak ambil pusing untuk itu, ia melepaskan jasa yang melekat pada tubuhnya. Saat melihat salah satu asisten dirumah Nenek nya lewat ia memanggilnya


"I need a drink and maybe a little snack, please bring it over here." ucap Dave kepada asisten itu


"Wait a minute young master, I will bring it for you." Dave mengangguk, setelah kepergian asisten itu Dave melanjutkan dengan membuka kedua kancing kemeja teratas yang sedang ia kenakan


Diva mendekat kepada cucunya dan memberikan tepukan pada bahu kanan Dave. Sedangkan Dave yang tidak mengerti apa maksud Nenek nya itu hanya mengangkat sebelah alisnya


"Is there something wrong? Why did you hit me?" tanya Dave


"Kamu cucu yang durhaka sayang, masak istri secantik dan semanis ini tidak kamu kenalkan kepada Nenek." Dave melirik sekilas kepada Sheila yang tengah tersenyum malu-malu dengan kepala yang tertunduk


"Apakah Nenek tahu dia siapa?" tanya Dave


"Istrimu?"


"Bukan. Dia bukan istriku." jawab Dave sarkas


"Bukan kah kamu sudah menikah? Bahkan Papah dan Mamah mu mengatakan istrimu sudah hamil,"


"Apa? Jadi bener kalau Presdir sudah memiliki istri, bahkan istrinya sudah hamil. Aku tidak percaya, jika benar dia sudah menikah tidak mungkin dunia tidak mengetahuinya." batin Sheila, ia melihat Dave dan Diva yang sedang saling pandang itu

__ADS_1


"Excuse me, Madame and young master! This is the drink and the food."


"Letakkan saja disana," asisten itu mengangguk dan meletakkan minuman dingin serta makanan ringan diatas meja yang ada dihadapan Dave serta Nyonya besarnya. Setelah meletakkan semua permintaan dari tuan muda nya, asisten itu permisi untuk kembali ke belakang


"Tunggu dulu Maria!" teriak Nenek Dave kepada asisten yang bernama maria itu


"Ya Nyonya besar, apakah ada yang anda inginkan?" tanya asisten itu


"Tolong katakan kepada koki untuk menyiapkan makan siang untuk cucuku." ucap Diva


"Baik Nyonya besar."


"Sungguh keluarga kaya, bahkan untuk makan saja Nenek tua ini memiliki koki." batin Sheila


"Jadi?"


"Bicara lah dengan wanita yang ada disini, maka Nenek akan tahu jawabannya." Dave memberikan ponselnya kepada sang Nenek. Diva yang melihat benda pipih itu menatap bingung Dave cucu nya


"Ambillah Nek jika Nenek ingin tahu cucu mantu Nenek." ujar Dave membuat Diva dengan sigap merebut ponsel itu dari tangan Dave


"Hallo sayang!" Dave tersenyum simpul melihat keterkejutan di wajah Nenek nya


Dengan perlahan Diva mencoba untuk melihat gambar dari suara wanita itu. Diva begitu tercengang melihat wanita muda cantik tengah menangis didalam layar ponsel itu


"Maaf, bukan kah ini... Ini ponsel Dave?!" Sena tampaknya begitu terkejut melihat wanita tua tengah menatap wajahnya dari sebrang sana


"Iya, ini ponsel milik cucuku." jawab Diva sedikit melirik Dave yang terlihat begitu santai dengan gelas minuman dingin ditangan kanannya. Merasa diperhatikan, Dave menoleh dan mengangkat kedua alisnya


"Cucu?" tanya Sena dari sebrang, terdengar sedikit gugup ditelinga Dave


"Emm... Aku Nenek nya Dave, Mommy dari Davin." Diva tersenyum melihat reaksi Sena yang cukup berlebihan menurutnya


"Salam Nenek! Maafkan saya yang tidak dapat mengenali anda."


"Hahaha... Tidak perlu terlalu formal cucu mantu, aku bukanlah orang yang gila hormat." ujar Diva dengan tawa yang tidak berhenti


"Aku tidak tahu kalau istri cucuku secantik ini, kupikir tadi dia lah cucu mantuku."


"Nek,"


"Hmm.."

__ADS_1


"Dia? Dia siapa Nek?" tanya Sena dari sebrang


"Dia, wanita yang Dave bawa ke rumah ini."


"Boleh aku tahu siapa namanya Nek?"


"Hei nak, siapa namamu?" tanya Diva kepada Sheila


"Saya Nek?" tunjuk Diva pada dirinya sendiri


"Nek," panggil Dave lagi


"Diamlah Dave, berhenti sseperti anak kecil." Diva mengibaskan tangannya


"Sheila Putri Nek." jawab Sheila. Dave menepuk dahinya, Nenek nya tidak tahu kalau Sena sangat sensitif jika sudah membicarakan soal Sheila


"Apakah kamu mendengarnya?" tanya Diva kepada Sena


"Hmm. Aku mendengarnya Nek." jawab Sena pelan


"Apa kamu sedang mengandung?" tanya Diva


"Iya Nek, dia baru berusia tiga bulan."


"Selamat ya, Nenek tidak sabar menunggu kelahiran cicit Nenek. Jika dia sudah lahir, Nenek akan berkunjung kesana." ucap Diva penuh kebahagian


"Iya Nek." jawab Sena pelan


"Oh jadi dia sedang hamil, lihat saja bagaimana aku menghancurkan pernikahan kalian, aku tidak perduli apapun lagi sekarang ini yang terpenting aku bisa memiliki dia."


_


_


_


_


Bersambung...


Hallo semuanya, karya baru aku sudah terbit! Kalian bisa membacanya dengan mengklik profil aku, enjoy reading ya!

__ADS_1


__ADS_2