Possesif CEO

Possesif CEO
Perhatian


__ADS_3

Sena mengerjapkan mata nya berulang kali, ia sadar kalau ini bukan kamar nya melihat ke sekeliling untuk mengetahui dimana kah dirinya berada sekarang


"Sudah bangun sayang?" tanya Dave diambang pintu


"Dave, ini dimana?"


"Akhh," teriak Sena saat akan menduduk kan dirinya, dengan sigap Dave menolong Sena


"Maaf ya kalau aku menyakitimu" Dave mengelus lembut pipi Sena, dan tak sengaja mata nya tertuju pada benda yang tertampang jelas karna selimut yang menutupi tubuh Sena merosot.


Sena mengikuti arah pandang Dave, dan betapa terkejut dirinya saat tau ia tak memakai satu helai benang pun, dengan cepat ia menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.


"Dave, kita,.." Sena menatap Dave dengan berkaca-kaca, ia baru mencerna apa yang terjadi pantas saja kamar ini terasa asing


"Hey sayang jangan menangis kamu mungkin menyesal setelah kita melakukan nya, tapi jangan khawatir kita akan segera menikah bulan depan. Maafkan aku sudah mengambil nya sebelum kita menikah." Dave mengecup kening Sena agar wanita nya tenang


"Apakah kamu menyesal sayang, setelah apa yang kita lakukan tadi?" tanya Dave menatap wajah Sena yang seperti nya masih belum menerima kenyataan bahwa ia bukan gadis lagi


"Aku,.. Aku hanya belum menyangka saja Dave, aku pikir aku akan memberikan nya saat kita berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri"


"Maaf sayang. Aku yang salah, tapi dengan cara ini kamu tidak akan bisa lepas dari ku."


"Maaf," ucap Dave lagi


"Sayang jangan pernah merasa bersalah, jika dengan cara ini bisa membuat kamu tenang aku tidak papa, asal kan kamu selalu bersama ku."


Dave menggenggam kedua tangan Sena dan mencium nya dengan lembut


"Ada apa sayang?" tanya Dave, yang melihat kegelisahan Sena


"Emm itu, bisakah kamu keluar sebentar aku ingin mandi"


"Kenapa aku harus keluar?"


"Aku malu Dave." cicit Sena menunduk


"Malu kenapa? aku sudah melihat semua nya bahkan merasakan nya juga"


"Dave!" teriak Sena dan memukul lengan Dave dengan kuat


"Sakit sayang, kamu kok kasar banget sih?" Dave mengelus lengan nya


"Itu tidak sebanding dengan rasa sakit ku." sungut Sena


"Sayang! jangan berbicara seperti itu."


"Iya ya Dave, aku hanya bercanda. Sekarang bisakah kamu keluar?"


"Baiklah aku keluar dulu, aku akan memesan kan mu makan dan menyuruh Jerry untuk membeli kan mu pakaian yang baru"


"Apa kata mu barusan?"

__ADS_1


"Memesan kan mu makanan dan menyuruh Jerry untuk membeli pakaian baru." ulang Dave


"Tidak, tidak. Kamu tidak boleh melakukan itu, memalukan sekali"


"Apa pendapat Jerry saat tau kamu menyuruh nya untuk membeli pakaian ku, pasti nanti dia akan berpikir yang tidak-tidak, jangan lakukan itu aku akan memakai pakaian ku kembali."


"Apa tidak papa?" Sena mengangguk


"Baiklah aku akan menunggu diluar" Dave pun segera keluar dari dalam kamar itu, membiarkan Sena untuk membersihkan tubuh nya


Sena segera munurunkan kaki nya kelantai, tapi inti tubuh nya sangat amat sakit saat ia menggerakkan kaki nya


"Apa aku bisa berjalan, menggerakkan kaki saja sudah sakit sekali" Sena mencoba berdiri dan


Brukk


"Aawhh.." rintih Sena merasakan intinya sangat sakit


"Sayang!" seru Dave dari ambang pintu dan dengan cepat menghampiri Sena


"Sudah aku duga, kamu pasti akan sulit berjalan." Dave mengangkat tubuh Sena berserta selimut yang masih melilit ditubuh nya.


"Mau mandi sendiri apa aku yang mandi kan?" tanya Dave setelah meletakkan tubuh Sena di bathup


"Aku akan mandi sendiri saja, kamu tunggu diluar."


"Yakin?"


"Kalau sudah selesai bisa panggil aku." Sena mengangguk


"Tapi,.." jawab Sena ragu


"Aku sudah melihat nya semua, apa yang kamu malu kan?" Dave langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Sena


"Dave!" dengan cepat Sena menutupi bagian sensitif nya


"Ck, kamu ini seperti perawan saja, sudah cepat mandi kalau aku disini lama-lama bisa-bisa kamu tidak akan bisa berjalan selama seminggu."


"Dasar mesum!" teriak Sena pada Dave yang sudah keluar dari dalam kamar mandi


"Kalau bukan ulah dia aku pasti masih perawan saat ini, dasar tidak tau diri huh." sungut Sena, setelah itu ia menghidupkan keran mengisi air bathup itu sampai batas leher nya.


Sena meringis ketika air mengenai bagian bawah nya, seperti ini kah rasa nya. Bagaimana nanti saat melahirkan, kalau segini saja sudah begitu sakit


Tak mau berlama-lama Sena menyudahi mandi nya. Ia mencari dimana letak nya handuk, saat sudah melihat keberadaan handuk Sena bangkit dan lagi-lagi ia terjatuh kedalam bathup yang berisi air bekas nya mandi


"Sudah aku katakan tadi, kalau sudah selesai panggil aku tapi keras kepala mu ini sudah mendarah daging." Dave mengambil handuk dan membantu Sena berdiri, setelah membalut tubuh Sena dengan handuk Dave langsung menggendong tubuh Sena keluar


"Duduk disini saja jangan kemana mana."


Dave mengambil daleman Sena tadi dan kemeja yang ia gunakan sebelum mengganti dengan yang baru, ia menyampari Sena kembali dan mengeringkan tubuh Sena terlebih dahulu sebelum memakai pakaian.

__ADS_1


"Apa sakit nya belum hilang?" tanya Dave


"Belum."


Sena merapat kan paha nya ketika Dave berjongkok, ia malu saat mata Dave tertuju ke pusat inti nya


"Jangan ditutup, aku hanya ingin melihat nya." dengan wajah memerah Sena merenggangkan kedua kaki nya, memperlihatkan kepada Dave pusat inti nya


Kedua ibu jari Dave membuka lipatan yang menutupi lubang Sena, dapat ia lihat lubang itu lecet karna ulah nya tadi


"Eughh, Dave jangan." keluh Sena saat Dave meniup nya


Dave bangkit dan membuka lemari pakaian dikamar itu, mencari tempat penyimpanan obat


"Untung saja ada" Dave berjongkok kembali dan membuka kedua paha Sena lebar-lebar


"Dave, kamu mau apalagi? itu aku masih sakit!" Dave menatap wajah Sena dari bawah


"Diamlah, aku hanya ingin mengoleskan salep pereda nyeri."


Sena menggigit bibir bawah nya dalam-dalam saat tangan Sean mulai mengolesi salep itu pada inti nya


"Perih Dave!" Dave mendongak melihat wajah Sena yang menahan perih


"Iya sayang, maafkan aku ya sudah membuat mu seperti ini." Dave bangkit lalu mengecup pipi dan bibir Sena singkat


"Sekarang kamu pakai pakaian dulu, setelah itu baru makan. Aku sudah membelikan makanan kesukaan mu."


Saat Sena akan mengambil pakaian yang berada ditangan Dave dengan cepat ditepis pria itu, Sena mengernyitkan dahi nya


"Biarkan aku yang memakai kan nya."


Dave memulai dengan memakaikan underwear Sena, selanjutnya penutup bagian atas dan terakhir Dave memakaikan Sena kemeja nya


"Pakaian ku mana? kok malah kemeja mu?"


"Sudah aku kirim kan ke laundry, sekalian dengan seprei kasur yang ada noda darah." wajah Sena memerah, sedangkan Dave terkekeh melihat wajah merah Sena


"Ayo makan! kamu butuh tenaga yang banyak."


"Untuk apa aku tenaga banyak?" tanya Sena bingung


"Untuk menyeimbangi ku bermain nanti malam." seringai Dave, membuat bulu tengkuk Sena berdiri


_


_


_


_

__ADS_1


Jangan lupa vote nya kakak-kakak.



__ADS_2