
Flashback off~
Sena meleper tisu yang entah ke berapa itu dilantai, dirinya begitu sangat kesal dengan Dave. Bahkan sedari tadi malam ia belum sama sekali membuka pintu kamar itu
"Dia yang bermain belakang tapi menyalahkan aku, husss.." Sena membuang semua isi hidungnya yang sedari tadi malam
Saat dering ponselnya berbunyi tadi Sena melihat nama Dave yang tertera di layar ponselnya, ia mengurungkan untuk mengambil ponselnya yang berada diatas nakas
"Aku juga tidak tahu mengapa Riko selalu menghubungi aku, dan lagi pula aku tidak meresponnya. Terus kenapa dia semarah itu!" Sena mengusap matanya menggunakan lengannya
Sena melihat sekeliling nya yang sudah dipenuhi oleh tisu, ia tidak percaya kalau tisu-tisu itu dirinya lah yang menggunakannya. Sena mengibaskan selimutnya sehingga tisu-tisu yang berada diatas selimut jatuh berserakan di lantai
Sena melangkahkan kakinya menuju pintu, semalaman menangis membuat cacing-cacing yang ada di perutnya berdemo untuk diberi makan.
"Semua gara-gara Dave aku jadi susah melihat seperti ini," gerutu Sena menyalahkan suaminya yang membuat ia saat ini tidak bisa melihat dengan jelas karena mata yang sembab terlalu puas menangis
"Nyonya," panggil Bi Ina yang terdengar khawatir. Sena menoleh, namun ia tidak bisa melihat wajah Bi Ina dengan jelas
"Terlalu puas menangis juga tidak bagus rupanya, aku bahkan sampai tidak bisa melihat wajah tua Bibi dengan jelas." Bi Ina mencebik saat Nyonya nya itu mengatakan dirinya tua, padahal menurut Bi Ina dirinya belum lah terlalu tua
"Nyonya pasti laper kan?" tanya Bi Ina seakan tahu apa yang ada didalam pikiran Sena saat ini
"Kok Bibi tahu kalau aku sekarang ini laper?" tanya Sena mengangkat kedua alisnya
"Oh iya dong, masak iya sih Bibi tidak tahu kalau Nyonya laper. Kalau Nyonya sudah turun dari atas menuju dapur gini pasti mau cari makan."
"Haha.. Bibi bisa saja,"
"Itu Bibi sudah menyiapkan Nyonya makanan!" Sena menghentikan langkahnya membuat Bi Ina juga ikut berhenti melangkah, lalu ia menoleh melihat wajah Sena dengan bertanya
"Kenapa Nya?" tanya Bi Ina bingung
"Jawab jujur Bi, apakah itu Dave yang menyiapkan?" Bi Ina menggigit bibirnya, apakah ia harus mengatakan ya kepada Sena? Tapi Dave sudah menitip pesan padanya untuk mengatakan kepada Sena kalau dirinya lah yang menyiapkan sarapan untuk istrinya itu
__ADS_1
"Tidak apa-apa jika Bibi tidak mau menjawabnya, aku juga sudah tahu kok jawabannya."
"Tapi Nya, tuan Dave sudah menitip pesan kepada Bibi agar Nyonya memakan sarapan yang telah tuan siapkan." Bi Ina mengikuti langkah kaki Sena yang membuka lemari es
"Saya tidak mau Bi."
"Tapi Nya," Bi Ina menelan salivanya kasar saat Sena menatapnya tajam
"Kalau saya bilang saya nggak mau ya nggak mau. Jangan dipaksa dong, lapi pula saya ingin makan apa yang saya masak." Bi Ina hanya bisa mengangguk pelan, ia tidak berani melarang Sena untuk tidak makan yang lain jika sudah seperti ini
"Baiklah Nyonya, makan apa yang anda inginkan. Bibi tidak akan melarang Nyonya lagi." Sena pun menyiapkan bahan makanan yang akan ia masak, sedangkan Bi Ina memperhatikan majikannya itu dari kejauhan.
****
Tok. Tok. Tok.
Dave menoleh kearah pintu saat ada yang mengetuk pintu ruangannya. Ia mengusap wajahnya kasar dan menegakkan tubuhnya yang bersandar pada kursi. Dave lebih dulu merapihkan jas nya sebelum mempersilahkan orang yang diluar itu masuk
"Masuk!" seru Dave, ia meletakkan tangannya diatas pegangan kursi dan menunggu siapa yang datang
"Ini saya bawakan kopi untuk bapak," ucap Sheila dengan senyum menggoda, dan itu membuat Elvaro semakin jijik dibuat nya
"Tidak perlu repot-repot membuatkan aku kopi, ini bukan tugas kamu." Dave sengaja bicara dengan nada dingin, namun nada dingin Dave tak mampu membuat Sheila berhenti untuk menggoda nya, wanita itu malah semakin genjar dengan sengaja mendekatkan diri kepada Dave
"Sheila,"
"Iya pak?" jawab Sheila cepat
"Apakah kamu berasal dari keluarga sederhana?" tanya Dave menolehkan kepalanya kesamping untuk melihat wajah Sheila. Dave benar-benar tidak mengerti arah jalan pikiran Sheila yang mencoba menggodanya dan mengirim gambar yang tidak penting kepadanya
"Iya pak, saya berasal dari keluarga sederhana. Dan saya merupakan tulang punggung keluarga saya." jawab Sheila dengan wajah sok sedih
"Kamu masih ingin bekerja disini?" Sheila menatap bingung Dave yang memberikan pertanyaan seperti itu kepadanya
__ADS_1
"Tentu saya pak, saya harus menghidupi adik saya yang masih sekolah. Jika bukan saya siapa lagi yang bisa membiayai mereka." jawab Sheila
"Jika kamu masih ingin bekerja disini berhentilah bertingkah seperti wanita penggoda, aku menerima mu sebagai sekretaris ku disini bukan untuk menggodaku. Aku sama sekali tidak tertarik dengan kamu, wanita ku lebih segalanya dibandingkan kamu. Jadi berhenti menggodaku jika kamu tidak ingin aku tendang dari sini."
"Sa... Saya tidak me-menggoda bapak," ucap Sheila gugup, Dave berdecih mendengar Sheila membela dirinya
"Apakah kami pikir aku bodoh. Bahkan saat aku diluar negeri sana banyak wanita seperti kamu, mencoba menggoda seperti tidak ada kerjaan lain. Ini hanya peringatan kecil untuk kamu, jika kamu masih pada pendirian kamu bersiap lah kamu dan keluarga kamu hancur. Jangan bermain-main dengan seorang Dave Kennan Alexander."
"Tapi pak, saya tidak menggoda anda." ucap Sheila dengan lantang dan tidak sopan karena berani berteriak didekat Dave
"Keluar! Atau kamu tahu akibatnya jika masih berada didalam sini. Keluar!!" teriak Dave
Brakk!!
Ia menggebrak meja dengan sangat kuat membuat Sheila terperanjat ditempat nya. Wanita menundukkan kepalanya setelah itu ia cepat-cepat pergi dari sana. Saat pintu sudah tertutup Dave menghela nafasnya lega
"Dasar wanita sialan. Berani sekali dia membangunkan singa yang sudah lama tertidur." gumam Dave menghembuskan nafasnya kasar. Namun tidak lama suara ketukan pintu terdengar lagi ditelinga Dave
"Siapa lagi ini?" batin Dave
"Aku sudah bilang padamu, jangan pernah masuk ke dalam ruang..." nafas Dave tercekat saat melihat siapa sosok yang kali ini masuk ke dalam ruangannya
_
_
_
_
Bersambung...
Maaf ya gak up kemarin, aku tiba-tiba aja sakit.
__ADS_1
Bantu vote nya ya kakak-kakak dan follow ig aku.