
"Itu..."
"Itu apa? bicara yang benar"
"Sekitar setengah jam"
"Sekitar setengah jam katamu? besok diam saja dirumah."
"Aku mengizinkan mu kembali bekerja bukan untuk melihat mu berbincang atau berduaan dengan pria lain. Sudah aku katakan padamu tapi kenapa tak pernah mau mendengar nya? apa kamu sengaja mau membuat aku cemburu?"
"Aku tidak mau, enak saja kamu menyuruh ku untuk diam dirumah!"
"Sudah berani kamu? kamu lupa kalau kita sedang berada dikantor, itu artinya aku bos kamu"
"Memang nya kenapa kalau kamu bos nya?" Dave menggeleng kan kepala nya melihat istri nya yang begitu menjengkel kan hari ini
"Terserah kamu saja, intinya aku tidak mau kamu bekerja lagi."
"Dave!" teriak Sena
"Ini kantor, mengapa kamu teriak-teriak?"
"Kamu yang apa-apaan aku hanya telat beberapa menit saja, kamu sangat berlebihan sekali"
"Beberapa menit saja kata mu? sayang! aku menunggu mu disini sudah cukup lama tapi ternyata kamu sedang asik berbicara dan saling tukar senyum dengan asisten ku" Dave bangkit dari kursi nya dan berjalan mendekat kearah Sena, menyenderkan bokong nya di pinggiran meja sambil bersedekap dada
"Itu aku tadi, apa, tidak sengaja bertemu dengan dia dan sedikit berbincang" Sena terlihat begitu gugup saat ditatap oleh Dave dengan begitu tajam
"Kamu tau bukan kalau suami mu ini gila? lalu kenapa kamu masih saja berdekatan dengan pria lain? apa kamu sengaja ingin membuat ku cemburu?"
"Dave, oh ya ampun. Aku bahkan tidak berdekatan dengan Jerry"
"Wow! kamu bahkan berani menyebutkan nama pria itu dihadapan ku."
"Hah! sungguh aku malas berdebat dengan mu. Aku ngantuk kamu membuat ku lelah saja berdiri seperti ini." Sena meletakkan berkas yang berada ditangan nya diatas meja kerja Dave
Tidak tau mengapa tiba-tiba saja ia mengantuk, memang benar kata Dave ia lebih baik diam dirumah tapi karna merasa kesepian membuat nya ingin kembali bekerja
"Mau kemana? aku belum selesai bertanya!"
__ADS_1
"Nanti lagi sayang, tidak tau mengapa tiba-tiba saja aku begitu sangat mengantuk hoamm" jawab Sena sambil menutupi mulut nya
"Kamu berani dengan ku sayang? aku bilang aku belum selesai bertanya!" teriak Dave kesal karna tak ditanggapi Sena
"Jangan berteriak-teriak, Ck. Dasar bos possesif dan sekarang pun harus menjadi suami pula, bahkan sifat possesif nya bertambah bukan nya berkurang" Sena tak memperdulikan Dave akan semakin marah pada nya, yang penting ia tidur
"Sudah tau suami possesif masih saja kamu terus-menerus membuat ku kesal dan marah" Dave menyusul Sena kedalam kamar yang berada diruangan nya dan tak lupa mengunci pintu agar tak ada orang yang mengganggu
"Kamu mau ngapain?" tanya Sena saat melihat Dave sudah melepaskan pakaian nya satu persatu
"Mau memberikan mu hukuman karna sudah berani membuat aku cemburu."
"Tidak-tidak, apa kamu tidak puas semalam hah? aku bahkan sampai tidak tidur oleh mu"
"Aku tidak pernah puas sayang selama itu bersama."
Sena memeluk guling dengan erat saat melihat tubuh Dave hanya tinggal boxser saja
"Dave!" teriak Sena saat Dave menciumi seluruh wajah nya, tak lupa badan besar menindih tubuh mungil Sena
"Bibir ini yang sudah berani melawan, akan kuhabisi sekarang juga." Dave ******* bibir Sena tanpa ampun, sampai Sena kuwalahan dan menepuk dada bidang suami nya
"Segitu saja kamu sudah kuwalahan menghadapi ku, tapi kamu berani melawan ku tak mematuhi aturan ku"
"Astaga! itu asisten kamu, aku bahkan gak ngapa-ngapain"
"Sama saja. Intinya aku tidak suka melihat mu berdekatan dengan pria lain."
"Oh astaga, semoga tuhan memberikan aku kekuatan untuk menghadapi sifat mu yang sangat possesif dan protektif seperti ini"
"Sekarang waktu nya hukuman" Dave menyerang Sena, membuat Sena berteriak dan memberontak tak mau. Ia sudah lelah karna semalam Dave tidak mengizinkan nya untuk tidur
****
"Lagi buat apa sih mah? kelihatan nya serius banget" tanya Davin yang melihat istri nya sedang sibuk didapur
"mamah lagi membuat puding pah"
"Dave dan menantu kita akan makan malam disini?"
__ADS_1
"Dave bilang tadi akan dia usaha kan."
"Emm."
Davin semakin mendekat kearah istri nya dan duduk dikursi pantry
"Tuan ingin minum?" tanya salah satu Pelayan rumah itu
"Tidak usah bi, saya hanya menemani nyonya untuk menyelesaikan ini" tunjuk Davin sambil memperhatikan istri nya
"Kalau begitu saya pamit dulu, jika anda membutuhkan sesuatu" Davin memperhatikan setiap gerak gerik Veny
****
Jam terus berganti tak terasa kini jam sudah menunjuk jam empat sore dan itu artinya satu jam lalu kantor sudah tutup jam kerja nya
"Sayang bangun, kita sudah kesorean!" Dave mengguncang tubuh Sena
"Apasih? aku capek tau" ucap Sena menepis tangan Dave
"Kita kan ada janji makan malam bersama mamah, dan ini sudah sore kita kesana nya mau jam berapa?"
"Sebentar lagi, badan ku sakit semua."
"Aku kasih waktu lima menit lagi"
"Hmm."
_
_
_
Part ini pendek ya? maaf ya mata aku sisa lima wat jadi aku buat pendek aja.
Jangan lupa untuk vote nya.
Terima kasih.
__ADS_1