
Warning(21+)⚠
Happy reading!
"Emm.." desah tertahan Sena saat kecupan Dave berpindah menuju lehernya. Saat ini mereka berdua sedang berada dibawah shower dengan air yang tetap menyala dan membasahi tubuh keduanya.
Flashback on~
Saat sedang asyik menikmati dinginnya air malam, Sena begitu terkejut ketika sepasang tangan melingkar sempurna pada perutnya. Dab sebuah kecupan manis juga Dave berikan pada bahu mulusnya
"Apa yang kamu lakukan Dave?" tanya Sena berusaha melepaskan tangan Dave dari pinggangnya. Sena merasa tidak nyaman dengan keadaan mereka berdua yang saling menempel tanpa busana apapun, membuat Sena merasa kegelian karena kulit mereka dari atas sampai bawah bersentuhan langsung.
"Dave lepaskan dulu, biarkan aku membersihkan diriku, jika kamu juga ingin mandi." ujar Sena mencoba melepaskan tangan Dave, namun usahanya itu hanya sia-sia saja karena pelukan Dave begitu sangat kuat
"Aku ingin mandi bersama sayang, bukankah kita sudah lama tidak mandi bersama?" Sena menggelinjang merasakan dengusan nafas Dave di perpotongan lehernya. Sungguh saat ini Sena tidak tahu harus bagaimana, satu sisi ia belum terbiasa untuk bermesraan seperti ini lagi dengan Dave, dan di sisi lain Sena juga sangat merindukan sentuhan suaminya itu
"Akhh..." desah Sena karena telinganya terasa basah, yang dimana Dave memasukkan daun telinganya itu ke dalam mulut hangatnya
"Aku merindukan suara ini," ucap Dave dengan suara serak, tidak lupa juga Dave mematikan shower itu
"Dan akan ku buat malam ini kamu mengeluarkan suara indah itu sepanjang malam." Sena membulatkan matanya, dengan tenaga yang kuat Sena membalikkan badannya dan menatap Dave penuh tanda tanya
"Maksud kamu berbicara seperti itu apa?" tanya Sena menatap Dave was-was, ia menjadi sedikit ngeri saat melihat bagian bawah itu sudah berdiri tegak
"Kamu lupa atau bagaimana sih sayang? Aku kan sudah mengatakannya dengan sangat jelas pagi tadi." jawab Dave dan mencoba menggapai Sena kembali, tetapi Sena menepisnya, akibatnya Sena hampir saja terjatuh karena licin nya lantai. Namun dengan sigap Dave langsung menarik lengan istrinya dan memeluknya dengan erat
"Hampir saja," ucap Dave menatap wajah Sena yang tengah mengontrol nafasnya yang memburu karena hampir saja ia menyakiti tubuhnya saat berusaha menghindar dari suaminya itu
"Lagi pula apa yang kamu takuti dari aku sayang?" Dave mengangkat kedua alisnya melihat keterdiaman Sena
"Ak.. Aku belum siap saja jika harus mengandung lagi," Sena menundukkan kepalanya saat melihat mimik wajah Dave berubah dari sebelumnya
"Jadi kamu berniat ingin meninggalkan aku lagi? Ya?" tanya Dave
__ADS_1
"Tidak, aku tidak pernah berpikir untuk meninggalkan kamu, tetapi aku belum siap jika harus hamil lagi." jawab Sena cepat, ia tidak mau amarah menguasai Dave, karena itu akan sangat tidak bagus disaat mereka baru saja membaik setelah dua tahun terpisah
"Apa alasan kamu sampai tidak mau mengandung anakku sayang?" lirih Dave dan menyalakan kembali shower yang telah ia matikan tadi
"Vano masih terlalu kecil Dave, dia belum banyak mendapat kasih sayang dari kamu, aku tidak mau anak pertama kita cemburu dengan adiknya nanti."
"Sejak kapan istriku ini memiliki pemikiran yang seperti itu? Setahuku istriku adalah orang yang selalu berpikir positif tentang semua hal, baik tidak terlihat maupun terlihat. Lalu mengapa setelah dua tahun tidak bersamaku kamu menjadi seperti ini?" Sena memalingkan wajahnya, lihatlah keadaan mereka saat ini sudah seperti orang mesum. Dave menarik dagu Sena untuk melihat wajahnya
"Dengan adanya Vano saja kamu tidak berfikir dua kali meninggalkan aku, dan aku tidak mau itu terulang lagi jika kita berselisih paham. Aku hanya ingin anak apakah salah?" Sena menggigit dalam bibirnya, ia menatap wajah Dave yang begitu sangat melas.
"Kenapa harus sekarang? Aku masih sangat trauma dengan kelahiran Vano, dan kini lihatlah wajah di depan ini yang hanya bisa membuat saja tanpa tahu kalau istrinya ini takut untuk melahirkan." batin Sena, Dave menatap manik Sena yang terlihat tengah memikirkan sesuatu
"Sayang, mau ya?"
"Sayang!" seru Dave memohon, Sena memejamkan kedua matanya lalu mengangguk yakin. Sedangkan Dave tersenyum manis setelah mendapatkan persetujuan dari sang istri.
"AAAA!!!.." teriak Sena saat tubuhnya melayang karena ulah Dave yang tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya tanpa memberitahu dirinya
Flashback off~
"Akhh... Emm... Dave aku lelah, apakah masih lama? Eughh..." Sena menolehkan kepalanya ke belakang, namun Dave malah menarik tengkuknya dan mencium bibirnya penuh nafsu, mau tidak mau Sena harus membalasnya.
Sena sudah sangat lelah, tetapi Dave selalu ingin menambah. Mereka bahkan sudah menyelesaikan tiga putaran hanya didalam sana saja, bayangkan didalam kamar mandi dengan waktu yang cukup lama dan tubuh yang tidak berhenti disirami air
"Emmm... Da.. Dave, berhenti." Dave yang tahu kalau Sena meminta untuk menyudahi permainan mereka itupun semakin mempercepat gerakannya, dan itu bisa dibilang kalau Dave bermain kasar
"Sebentar lagi sayang, sebentar lagii.." Dave semakin cepat memacu gerakannya. Sena menggelengkan kepalanya saat kedua tangan Dave malah mencengkram kuat bagian atasnya
"Sayang.. Istriku sayang, emm enakk banget... Akhhhh..." teriak Dave kuat dengan hentakan kuat di akhir pelepasannya. Dave mengajak Sena untuk mendekati closet dan mendudukkan tubuh mereka disana dengan Sena yang berada dipangkuan Dave. Dave tersenyum melihat wajah istrinya yang sudah dipenuhi oleh peluh, iapun mengusap peluh itu dan menyingkirkan anak rambut Sena yang menutupi wajahnya
"Bukankah yang barusan itu adalah permainan yang sangat luar biasa? Bagaimana bisa dalam waktu singkat aku bisa mencapai puncak sebanyak empat kali." Dave menggelengkan kepalanya tidak percaya kalau efeknya akan sekuat itu, ia tidak pernah membayangkan kalau tubuh istrinya akan bertambah nikmat setelah lama tidak terjamah
"Kamu egois dan mementingkan diri kamu sendiri." Sena memukul dada bidang Dave lemas, tenaganya sudah terkuras habis karena harus melayani nafsu Dave yang begitu besar
__ADS_1
"Tapi kamu juga menikmatinya sayang,"
"Mana?"
"Dave... Dave... Emm, ya di sit..." Dave tersenyum saat tangan Sena membekap mulutnya
"Jangan di teruskan lagi Dave, itu sangat memalukan." wajah Sena cemberut. Dave melepaskan tangan Sena dari mulutnya, dengan gerakan cepat Dave sudah melahap benda kenyal yang ada dihadapannya
"Dave... Kamu sudah seperti singa kelaparan saja, apa kamu tidak lelah?" tanya Sena menepuk kedua bahu Dave untuk melepaskan dirinya. Namun Dave malah menolak dengan menggelengkan kepalanya
"Dave, aku lelah." Dave menggeleng pelan dan melepaskan kulumannya
"Eughhh.." desah tertahan Sena
"Kamu tidak boleh lelah sayang, kita lanjutkan kegiatan kita di atas kasur." Sena membulatkan matanya
"Tidak, tidak, tidak. Aku tidak ma... Aaa.. Dave!" teriak Sena saat lagi-lagi Dave mengangkat tubuhnya
"Tidak ada penolakan."
_
_
_
_
Bersambung...
Hai semua, maaf ya kalau aku kadang waktu enggak up, soalnya aku harus bagi waktu untuk tugas kuliah dan menulis, doakan aku sehat terus biar bisa rajin update.
Dan untuk readers aku yang baca karya aku "Bad Boy" maaf malam ini enggak bisa up, insyaallah besok up.
__ADS_1