
Setelah kepulangan Caca dan Radian. Sena tampak melamun memikirkan sesuatu, ia masih kepikiran dengan sahabatnya yang mungkin belum sepenuhnya bisa melupakan pria itu. Dan Sena tidak mau Caca mengambil jalan yang salah
"Ada apa sayang kok melamun?" tegur Dave yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi
"Hmm.. Enggak apa-apa Kok, aku sedang memikirkan sesuatu saja Dave." Dave menatap curiga istrinya yang kini tengah menatap dirinya dengan senyum jahil seperti seseorang yang sedang ada maunya
"Memikirkan apa?" tanya Dave dengan wanti-wanti dan berharap juga pikirannya itu melesat. Dave memakai pakaian nya dengan santai didepan Sena, seakan Sena tidak akan terganggu oleh kegiatannya yang sedang mengenakan pakaian
"Dave! Kebiasaan ya kamu!" kesal Sena melihat suaminya itu tanpa rasa sungkan dan malu sedikitpun kepadanya. Dave mengangkat bahu sebelah kirinya tanda tidak perduli dengan protesan yang Sena berikan padanya
"Aku kepengen ke rumah Mamah loh Dave," ujar Sena mengungkapkan keinginannya pada suaminya
"Kamu ngidam atau gimana saya?" Dave berjalan menuju gantungan jemuran handuk yang ada di balkon
"Nggak tahu tiba-tiba aja aku pengen ketemu Mamah," jawab Sena
"Coba aku tanya anak kita dulu, siapa tahu dia ingin bertemu dengan Eyang nya karena ada sesuatu pasti!" seru Dave dengan menatap wajah Sena dalam mencari kebenaran disana
Sena tersenyum simpulkala tatapan menyelidik yang Dave layangkan padanya. Suaminya itu pandai sekali menebak seseorang bahkan hanya dari mimik wajah
"Apa alasan kamu mau ketemu Mamah sayang?" tanya Dave dan mengambil duduk dibelakang Sena yang berada diatas kasur pengantin mereka
"Pengen makan rendang, tapi aku pengen Mamah yang buatin nya." jawab Sena. Ia memiringkan kepalanya untuk melihat Dave yang berada dibelakang tubuhnya. Sena merasakan nyaman saat tangan besar Dave mengelus lembut perutnya, keduanya tersenyum dengan mata yang masih setia saling tatap.
Dave mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri dan mengecup bibir menggoda milik Sena. Dave menyesap-nyesap pelan bibir bawah Sena dan sesekali menariknya ke bawah, dan dengan jahilnya Dave memasuk dan mengeluarkan lidahnya pada mulut Sena
Sena yang merasa dipermainkan oleh Dave mencoba melepaskan permainan itu, namun belum sempat Sena menjauhkan kepalanya Dave sudah lebih dulu menekan tengkuknya dan dengan brutal mengambsen dan menyesap bibirnya
__ADS_1
Sena kewalahan mengimbangi permainan mulut Dave, yang ia bisa lakukan hanyalah mengimbangi permainan Dave dan mendesah ketika tangan Dave sudah berpindah tempat dan meremas gundukannya
"Eugghh..." erang Sena yang tertahan didalam mulut Dave. Sedangkan Dave tersenyum puas berhasil membuat istrinya bergairah di siang menjelang sore ini. Dave membalikkan badan Sena menjadi menghadapnya
Tangan nakal Dave kini mencoba melepaskan kaos yang Sena pakai dan melemparnya asal ke lantai. Setelah atasan itu terbuka, tangan Dave menuju ke belakang tubuh Sena dan dengan mudahnya Dave melepaskan pengait penutup gundukan favorit nya
Sena tidak menyadari kalau kini bagian atasnya sudah naked. Karena terlalu menikmati permainan mulut Dave di mulutnya Sena jadi tidak sadar dengan itu.
Satu tangan Dave mengelus paha mulus istrinya yang hanya mengenakan hotpants. Dan itu malah membuat Sena semakin mengerang, apalagi tangan Dave yang lainnya dengan jahil mengusap pucuk gundukan nya dan memainkan dengan ibu jarinya. Sena menggelinjang merasakan sengatan listrik yang sedang menerpanya. Jika biasanya ia ingin Dave melakukan dengan cepat, tapi tidak dengan kali ini. Entah mengapa Sena merasakan hormonnya semenjak hamil begitu tak bisa di kendalikan
Dave melepaskan ciumannya saat merasakan istrinya sudah kehabisan nafas. Dave menempelkan keningnya pada kening Sena dan tersenyum melihat saliva mereka yang sudah bercampur itu tercecer di bibir Sena yang sudah membengkak. Tangannya terangkat dan mengusap bibir basah nan merah istrinya dengan ibu jarinya. Dave memberikan kecupan singkat disana sebelum kecupan yang lainnya ia berikan di pipi, kening, mata, hidung, dan terakhir dagunya
Sena mendongakkan kepalanya saat mulut Dave kini sudah menjelajahi lehernya. Dave memberikan kecupan basah pada leher Sena dari depan hingga belakang, tak sejengkal pun Dave lewati. Sesekali Dave akan menyesap kulit putih bersih itu hingga meninggalkan ruam merah pada leher jenjang Sena. Dave menjauhkan wajahnya dan tersenyum bangga telah memberikan hiasan pada leher jenjang istrinya
"Aku suka melihat lehermu seperti ini, dan aku yakin tidak akan ada satupun pria yang berani mendekati mu saat mereka melihat banyak tanda yang ku buat ini." ucap Dave dengan memandang wajah istrinya yang kini sudah memerah
Tidak ingin terlalu lama berbasa-basi, Dave memutar tubuh istrinya dan menidurkan Sena dengan pelan. Dave memandangi wajah Sena yang kini berada dibawah kungkungannya, Dave menahan tubuhnya dengan satu tangan agar tak menindih tubuh istrinya
"Kamu cantik," ucap Dave sambil mengelus kening Sena
"Aku tahu. Jika aku tidak cantik kamu tidak mungkin jatuh cinta padaku." Dave tersenyum renyah, apakah istrinya berpikir seperti itu? Padahal dirinya mencintai Sena bukan hanya karena istrinya itu cantik saja
"Sayangnya kamu salah mengira. Aku mencintaimu bukan hanya karena kamu cantik, tapi memang karena dirimu sendiri." ucap Dave dan mencubit ****** Sena
"Maksudnya?" tanya Sena yang tidak mengerti akan perkataan Sena
"Aku mencintai kamu karena memang aku jatuh cinta padamu, bukan karena kamu cantik ataupun apa. Tapi perasaan ini datang dengan sendirinya dan tidak bisa di bisa dicegah."
__ADS_1
"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu." ungkap Sena. Padahal dirinya tidak sebodoh itu untuk mengerti, tapi kenapa malah beku begini jika sedang dengan keadaan begini
"Ahhh... Dave!" desah Sena saat ****** nya di masukkan ke dalam mulut hangatnya
"Tidak perlu mengerti, cukup kamu simpan dan ingat kalau aku hanya mencintai kamu seorang." ucap Dave dan kembali mengulum pucuk merah muda itu
Dave tidak hanya menyedot itu seperti anak bayi, tetapi ia juga memberikan gigitan kecil disana sehingga Sena yang sudah terbuai oleh permainan Dave semakin dibuat melayang
Dave juga tidak mau ketinggalan membuat hiasan di dada mulus istrinya yang padat dan kenyal. Bahkan buah dada itu sudah seperti memakai stiker oleh Dave
Tangan Dave dengan perlahan menurunkan hotpants beserta celana dalam Sena. Tangan Dave mengelus perut Sena lembut seakan meminta izin kepada anaknya untuk menjenguknya yang didalam sana
Merasa sudah tidak bisa menahannya. Dave bangkit dan membuka seluruh pakaian yang baru berapa menit yang lalu ia kenakan. Dave manatap Sena seakan meminta izin untuk menyentuhnya
"Aku mohon pelan-pelan, aku tidak mau menyakiti dia." ucap Sena pelan. Dave pun mengangguk, dan mengecup singkat bibir sang istri sebelum detik berikutnya Dave merenggangkan kedua kaki Sena agar Sena mudah menerimanya
Sena menarik napasnya saat merasakan benda tumpul menempelkan pada bagian intimnya. Sena menatap Dave yang tengah fokus melihat ke bawah sana, nafas Sena semakin tercekat saat Dave mendorong miliknya dengan perlahan
"Ahhh..."
_
_
_
_
__ADS_1
Bersambung...